Xbox: AI Bukan Hal Baru dalam Industri Game

Ringkasan
Dibuat oleh AI
Xbox menyatakan bahwa AI bukan teknologi baru dalam industri game. Menurut pimpinan AI gaming Microsoft, teknologi ini sudah digunakan selama puluhan tahun dalam berbagai sistem seperti pathfinding, perilaku musuh, dan deteksi cheat.
Xbox: AI Sudah Lama Digunakan di Game
Dalam presentasi di Game Developers Conference, perwakilan Microsoft membahas peran kecerdasan buatan dalam industri game.
Menurut Haiyan Zhang, yang menjabat sebagai General Manager untuk AI gaming di Xbox, teknologi AI sebenarnya bukan hal baru.
Ia menegaskan bahwa AI bukan sekadar fitur modern atau pengganti kreativitas manusia.
Industri Game Sudah Menggunakan AI Selama Puluhan Tahun
Menurut Zhang, pengembang game telah menggunakan sistem AI sejak lama dalam berbagai aspek gameplay.
Beberapa contoh penggunaan AI dalam game meliputi:
pathfinding, agar karakter dapat bergerak di lingkungan game
perilaku musuh taktis
deteksi cheat
sistem pembelajaran dalam game
Teknologi tersebut telah menjadi bagian penting dalam desain game modern selama beberapa dekade.
Contoh AI Lama dalam Game
Zhang juga menyinggung beberapa contoh awal penggunaan AI dalam game.
Salah satunya adalah game Black & White dari Electronic Arts.
Dalam game tersebut, pemain memiliki makhluk peliharaan bernama Creature yang dapat belajar dari tindakan pemain menggunakan sistem reinforcement learning.
Contoh lainnya adalah sistem Drivatar di Forza Motorsport, yang diperkenalkan sekitar tahun 2005.
Sistem ini menggunakan machine learning untuk meniru gaya mengemudi pemain sehingga teman mereka bisa balapan melawan versi AI dari pemain tersebut.
Perubahan AI Modern
Meski AI sudah lama digunakan, Haiyan Zhang mengakui bahwa perkembangan terbaru membawa perubahan besar.
Menurutnya, perbedaan utama saat ini adalah:
skala model AI yang jauh lebih besar
kemampuan generative AI yang lebih kompleks
Hal ini memungkinkan AI digunakan untuk berbagai hal baru seperti pembuatan dialog atau aset dalam game.
Penggunaan AI Harus Lebih Bijak
Namun Zhang juga menekankan bahwa industri harus lebih berhati hati dalam menggunakan AI.
Menurutnya, pengembang perlu mempertimbangkan dampak teknologi tersebut secara lebih mendalam.
Tujuannya adalah memastikan AI digunakan sebagai alat untuk membantu kreativitas manusia, bukan menggantikannya dalam proses pengembangan game.



