BUSINESS

|

in this topic.

Ratusan Toko GameStop Tutup di AS, Kompensasi CEO Bisa Tembus USD 35 Miliar

Nathaniel
Minggu, 11 Januari 2026 pukul 18.51

Ringkasan

Dibuat oleh AI

GameStop mempercepat penutupan toko fisik di Amerika Serikat dengan ratusan lokasi terdampak. Di saat yang sama, dewan direksi menyetujui paket kompensasi berbasis kinerja untuk CEO Ryan Cohen yang nilainya bisa mencapai USD 35 miliar jika target ambisius tercapai.

Jaringan ritel game GameStop kembali menjadi sorotan setelah menutup ratusan toko di Amerika Serikat pada awal 2026. Karyawan dan pelanggan menyebut banyak penutupan dilakukan dengan pemberitahuan yang sangat minim, bahkan hanya hitungan hari sebelum toko benar-benar berhenti beroperasi.

Papan pengumuman penutupan mulai terlihat pada akhir pekan pertama Januari 2026. Di sejumlah lokasi, pemberitahuan hanya ditempel di etalase toko, lengkap dengan QR code promo trade-in 20 persen. Promo serupa juga dikirimkan ke pelanggan melalui email, berdasarkan laporan warganet di media sosial.

Beberapa karyawan mengatakan toko mereka hanya tetap buka sebentar setelah pengumuman muncul. Estimasi sementara menunjukkan hingga 296 toko telah ditutup atau sedang dalam proses penutupan, dengan jumlah final masih terus diverifikasi.

Dampak ke Karyawan dan Pelanggan

Penutupan ini disebut tidak hanya menyasar toko dengan performa buruk. Sejumlah pekerja mengklaim lokasi yang masih mencetak penjualan solid ikut terdampak. Salah satu karyawan menulis secara emosional di internet, “kami semua seperti ternak bagi korporasi, hanya angka di atas kertas, dibuang sesuka hati.”

Bagi pelanggan, dampaknya terasa langsung. Di beberapa wilayah, penutupan memaksa mereka menempuh perjalanan 30 menit hingga lebih dari satu jam untuk mencapai toko GameStop terdekat. Sementara itu, karyawan di toko yang menunggu giliran tutup melaporkan stok barang menyusut karena pengiriman mulai dihentikan.

Sejalan dengan Dokumen SEC dan Target Agresif

Gelombang penutupan ini sejalan dengan dokumen yang diajukan GameStop ke Securities and Exchange Commission pada Desember lalu. Dalam dokumen tersebut, perusahaan menyatakan akan menutup “sejumlah besar toko tambahan” sebelum 31 Januari, penutup tahun fiskal 2025. Sepanjang tahun sebelumnya, GameStop telah menutup sekitar 1.000 toko secara global sebagai bagian dari strategi merampingkan ritel fisik.

Pada awal 2025, GameStop masih mengoperasikan sekitar 3.200 toko di seluruh dunia, termasuk 2.325 lokasi di Amerika Serikat.

Di tengah penutupan ini, dewan direksi menyetujui paket kompensasi berbasis kinerja untuk CEO Ryan Cohen. Paket tersebut berpotensi memberinya hingga USD 35 miliar dalam bentuk opsi saham, jika GameStop mampu mencapai kapitalisasi pasar USD 100 miliar dan mencatat EBITDA kumulatif minimal USD 10 miliar. Saat ini, nilai pasar GameStop masih berada di kisaran USD 9,5 miliar.

Dalam pengajuan ke SEC, perusahaan menegaskan bahwa kompensasi tersebut sepenuhnya “berisiko” karena hanya dibayarkan jika target tercapai. Skema ini, seperti dilaporkan CNN Business, disebut mirip dengan insentif ekstrem yang lazim digunakan di sektor teknologi.

Lebih dari Sekadar Angka

Di balik angka dan target finansial, penutupan toko ini memunculkan sisi manusia dari transformasi GameStop. Banyak mantan karyawan mengenang toko-toko tersebut sebagai titik kumpul komunitas gamer lokal, bukan sekadar tempat jual beli. Seiring perusahaan terus berbenah, perdebatan pun menguat soal apakah strategi ini akan menyelamatkan masa depan GameStop, atau justru mengorbankan identitas yang membesarkannya.

Ratusan Toko GameStop Tutup di AS, Kompensasi CEO Bisa Tembus USD 35 Miliar

Nathaniel

Minggu, 11 Januari 2026 pukul 18.51

BUSINESS

|

in this topic.

Ringkasan

Dibuat oleh AI

GameStop mempercepat penutupan toko fisik di Amerika Serikat dengan ratusan lokasi terdampak. Di saat yang sama, dewan direksi menyetujui paket kompensasi berbasis kinerja untuk CEO Ryan Cohen yang nilainya bisa mencapai USD 35 miliar jika target ambisius tercapai.

Jaringan ritel game GameStop kembali menjadi sorotan setelah menutup ratusan toko di Amerika Serikat pada awal 2026. Karyawan dan pelanggan menyebut banyak penutupan dilakukan dengan pemberitahuan yang sangat minim, bahkan hanya hitungan hari sebelum toko benar-benar berhenti beroperasi.

Papan pengumuman penutupan mulai terlihat pada akhir pekan pertama Januari 2026. Di sejumlah lokasi, pemberitahuan hanya ditempel di etalase toko, lengkap dengan QR code promo trade-in 20 persen. Promo serupa juga dikirimkan ke pelanggan melalui email, berdasarkan laporan warganet di media sosial.

Beberapa karyawan mengatakan toko mereka hanya tetap buka sebentar setelah pengumuman muncul. Estimasi sementara menunjukkan hingga 296 toko telah ditutup atau sedang dalam proses penutupan, dengan jumlah final masih terus diverifikasi.

Dampak ke Karyawan dan Pelanggan

Penutupan ini disebut tidak hanya menyasar toko dengan performa buruk. Sejumlah pekerja mengklaim lokasi yang masih mencetak penjualan solid ikut terdampak. Salah satu karyawan menulis secara emosional di internet, “kami semua seperti ternak bagi korporasi, hanya angka di atas kertas, dibuang sesuka hati.”

Bagi pelanggan, dampaknya terasa langsung. Di beberapa wilayah, penutupan memaksa mereka menempuh perjalanan 30 menit hingga lebih dari satu jam untuk mencapai toko GameStop terdekat. Sementara itu, karyawan di toko yang menunggu giliran tutup melaporkan stok barang menyusut karena pengiriman mulai dihentikan.

Sejalan dengan Dokumen SEC dan Target Agresif

Gelombang penutupan ini sejalan dengan dokumen yang diajukan GameStop ke Securities and Exchange Commission pada Desember lalu. Dalam dokumen tersebut, perusahaan menyatakan akan menutup “sejumlah besar toko tambahan” sebelum 31 Januari, penutup tahun fiskal 2025. Sepanjang tahun sebelumnya, GameStop telah menutup sekitar 1.000 toko secara global sebagai bagian dari strategi merampingkan ritel fisik.

Pada awal 2025, GameStop masih mengoperasikan sekitar 3.200 toko di seluruh dunia, termasuk 2.325 lokasi di Amerika Serikat.

Di tengah penutupan ini, dewan direksi menyetujui paket kompensasi berbasis kinerja untuk CEO Ryan Cohen. Paket tersebut berpotensi memberinya hingga USD 35 miliar dalam bentuk opsi saham, jika GameStop mampu mencapai kapitalisasi pasar USD 100 miliar dan mencatat EBITDA kumulatif minimal USD 10 miliar. Saat ini, nilai pasar GameStop masih berada di kisaran USD 9,5 miliar.

Dalam pengajuan ke SEC, perusahaan menegaskan bahwa kompensasi tersebut sepenuhnya “berisiko” karena hanya dibayarkan jika target tercapai. Skema ini, seperti dilaporkan CNN Business, disebut mirip dengan insentif ekstrem yang lazim digunakan di sektor teknologi.

Lebih dari Sekadar Angka

Di balik angka dan target finansial, penutupan toko ini memunculkan sisi manusia dari transformasi GameStop. Banyak mantan karyawan mengenang toko-toko tersebut sebagai titik kumpul komunitas gamer lokal, bukan sekadar tempat jual beli. Seiring perusahaan terus berbenah, perdebatan pun menguat soal apakah strategi ini akan menyelamatkan masa depan GameStop, atau justru mengorbankan identitas yang membesarkannya.

Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.