Developers
|
in this topic.

Take-Two PHK Tim AI, Padahal Sempat Gencar Dorong Teknologi Ini

Nathaniel
Senin, 06 April 2026 pukul 16.33

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Take-Two Interactive dikabarkan melakukan PHK terhadap tim AI, termasuk kepala AI mereka. Keputusan ini cukup mengejutkan karena sebelumnya perusahaan terlihat aktif mengembangkan dan mendukung penggunaan AI dalam industri game.

PHK Tim AI di Balik Ambisi Besar

Take-Two Interactive, perusahaan induk dari Rockstar Games dan 2K Games, dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sejumlah staf yang fokus pada teknologi AI.

Salah satu yang terdampak adalah kepala divisi AI mereka, Luke Dicken. Dalam pernyataannya di LinkedIn, ia mengungkapkan bahwa dirinya dan timnya harus meninggalkan perusahaan.

Ia juga menyebut bahwa perubahan prioritas dari manajemen atas menjadi salah satu alasan utama di balik keputusan ini.

Tim AI yang Sudah Dibangun Bertahun-Tahun

Menurut Dicken, timnya telah mengembangkan teknologi AI untuk mendukung proses pembuatan game selama kurang lebih tujuh tahun.

Sebelum menjabat di Take-Two, ia juga pernah berperan sebagai direktur AI di Zynga, yang juga merupakan bagian dari Take-Two.

Selain dirinya, beberapa staf lain seperti direktur riset AI juga dikabarkan ikut terdampak, yang memperkuat kabar bahwa ini bukan sekadar perubahan kecil di dalam perusahaan.

Kontradiksi dengan Pernyataan CEO

Keputusan ini terasa cukup bertolak belakang dengan pernyataan CEO Take-Two, Strauss Zelnick, beberapa bulan sebelumnya.

Ia sempat menyampaikan bahwa perusahaan sedang активно mengadopsi AI, dengan ratusan eksperimen dan implementasi di berbagai divisi.

Menurutnya saat itu, AI bisa membantu:

  • meningkatkan efisiensi produksi

  • menekan biaya

  • mempermudah pekerjaan repetitif

Tujuannya adalah memberi ruang lebih bagi developer untuk fokus pada aspek kreatif dalam membuat game.

AI Tetap Jadi Alat, Bukan Pengganti Kreator

Meski terlihat mendukung AI, Zelnick juga pernah menegaskan bahwa inti dari game Take-Two tetap ada pada kreativitas manusia.

Ia percaya bahwa talenta manusia harus tetap dilindungi dan dihargai, bahkan ketika teknologi AI semakin berkembang.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa perusahaan mencoba menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan peran kreator.

Apa Dampaknya ke GTA 6?

Dengan posisi Take-Two sebagai induk dari Grand Theft Auto VI, keputusan ini tentu menimbulkan pertanyaan besar.

Apakah ini akan berdampak pada pengembangan game besar seperti GTA 6?

Untuk saat ini belum ada indikasi langsung ke arah sana. Namun langkah ini menunjukkan bahwa strategi AI di industri game, bahkan di perusahaan besar sekalipun, masih terus berubah dan belum sepenuhnya stabil.

Industri Game Masih Mencari Arah AI

Kasus ini jadi gambaran bahwa adopsi AI di industri game belum sepenuhnya matang.

Di satu sisi, perusahaan melihat potensi besar dari teknologi ini. Di sisi lain, implementasinya masih penuh pertimbangan, baik dari sisi biaya, etika, maupun dampaknya terhadap tenaga kerja.

Ke depan, menarik untuk melihat apakah Take-Two akan kembali memperkuat divisi AI mereka, atau justru mengubah arah strategi secara keseluruhan.

Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.