
TECH
|
in this topic.
Mozart AI Raih £4 Juta, Platform Musik AI Ini Klaim Dukung Kreator Bukan Gantikan
Nathaniel
Rabu, 11 Februari 2026 pukul 19.08

Ringkasan
Dibuat oleh AI
Mozart AI, platform pembuatan musik berbasis AI asal London, baru saja mengamankan pendanaan £4 juta. Di tengah kontroversi AI di industri musik, timnya menegaskan pendekatan mereka berfokus pada kreator dan kolaborasi, bukan menggantikan musisi.
AI Masuk Dunia Musik, Tapi Kali Ini Katanya Berpihak ke Kreator
Di saat banyak musisi khawatir AI akan mengambil alih proses kreatif, startup asal London bernama Mozart AI justru mengklaim sebaliknya.
Perusahaan ini baru saja menutup pendanaan tahap awal senilai 6 juta dolar atau sekitar £4,38 juta.
Tujuannya jelas, membangun platform generatif yang membantu proses kreatif, bukan menggantikan manusia di balik musik.
Apa yang Ditawarkan Mozart AI?
Mozart AI diposisikan sebagai digital audio workstation modern dengan fitur AI generatif.
Beberapa fitur yang ditawarkan antara lain:
Context aware stem generation
Saran progresi MIDI dan drum secara real time
Pembuatan synth dan efek otomatis
Fitur riff dan remix untuk mengubah suara ke gaya baru
Fitur teknis seperti quantisation dan time stretching
Intinya, platform ini ingin mempercepat proses dari ide mentah sampai lagu siap rilis.
Kontroversi AI di Industri Musik
Perlu diakui, AI generatif di musik masih jadi topik panas.
Banyak pihak khawatir model AI dilatih dari jutaan lagu tanpa izin jelas. Gerakan protes bahkan didukung musisi besar seperti Paul McCartney dan Elton John.
Ada juga advokat fair use seperti Ed Newton-Rex yang vokal soal hak kreator.
Karena itu, klaim “creator first” dari Mozart AI jadi poin penting yang ingin mereka tekankan sejak awal.
Visi dari Pendiri
Sundar Arvind, co founder sekaligus CEO Mozart AI, mengatakan bahwa proses kreatif selalu jadi inti musik.
Menurutnya, AI bukan pengganti kreativitas, tapi alat untuk meningkatkan proses tersebut.
Ia menyebut platform ini dirancang agar musisi dari level pemula sampai profesional bisa mengubah ide menjadi lagu dengan hak komersial penuh dalam hitungan menit.
Siapa yang Danai?
Putaran pendanaan dipimpin oleh Balderton Capital, dengan partisipasi Mercuri, EWOR, serta angel investor seperti Kevin Hartz, salah satu pendiri Eventbrite.
Daniel Waterhouse dari Balderton mengatakan bahwa perusahaan AI yang akan bertahan adalah yang bekerja bersama musisi, bukan melawan mereka.
Software produksi musik tradisional sering dianggap kompleks dan kurang ramah untuk pemula. Kalau Mozart AI berhasil menyederhanakan proses tanpa mengorbankan kualitas dan hak cipta, ini bisa membuka pintu bagi lebih banyak kreator independen.
Tapi pertanyaannya tetap sama, apakah industri musik siap menerima AI sebagai partner kreatif?
Mozart AI datang di momen sensitif ketika AI di musik masih menuai pro dan kontra.
Dengan pendanaan besar dan pendekatan yang diklaim ramah kreator, startup ini punya peluang untuk membentuk cara baru dalam menciptakan musik.
Sekarang tinggal dilihat, apakah musisi benar benar melihatnya sebagai alat bantu, atau justru ancaman baru.
Similar Articles
NEWS
Ubisoft Klaim Kinerja Q3 Melebihi Ekspektasi, Assassin’s Creed Jadi Motor Utama
TECH
•

NEWS
Google Ungkap Hacker Negara Pakai AI untuk Phishing dan Malware
TECH
•

NEWS
Startup Pertahanan Uji Drone AI di Ukraina, Occam Kantongi £2,6 Juta
TECH
•

NEWS
Mozart AI Raih £4 Juta, Platform Musik AI Ini Klaim Dukung Kreator Bukan Gantikan
TECH
•

ALSO READ


Mozart AI Raih £4 Juta, Platform Musik AI Ini Klaim Dukung Kreator Bukan Gantikan
Nathaniel
Rabu, 11 Februari 2026 pukul 19.08
TECH
|
in this topic.
Ringkasan
Dibuat oleh AI
Mozart AI, platform pembuatan musik berbasis AI asal London, baru saja mengamankan pendanaan £4 juta. Di tengah kontroversi AI di industri musik, timnya menegaskan pendekatan mereka berfokus pada kreator dan kolaborasi, bukan menggantikan musisi.
AI Masuk Dunia Musik, Tapi Kali Ini Katanya Berpihak ke Kreator
Di saat banyak musisi khawatir AI akan mengambil alih proses kreatif, startup asal London bernama Mozart AI justru mengklaim sebaliknya.
Perusahaan ini baru saja menutup pendanaan tahap awal senilai 6 juta dolar atau sekitar £4,38 juta.
Tujuannya jelas, membangun platform generatif yang membantu proses kreatif, bukan menggantikan manusia di balik musik.
Apa yang Ditawarkan Mozart AI?
Mozart AI diposisikan sebagai digital audio workstation modern dengan fitur AI generatif.
Beberapa fitur yang ditawarkan antara lain:
Context aware stem generation
Saran progresi MIDI dan drum secara real time
Pembuatan synth dan efek otomatis
Fitur riff dan remix untuk mengubah suara ke gaya baru
Fitur teknis seperti quantisation dan time stretching
Intinya, platform ini ingin mempercepat proses dari ide mentah sampai lagu siap rilis.
Kontroversi AI di Industri Musik
Perlu diakui, AI generatif di musik masih jadi topik panas.
Banyak pihak khawatir model AI dilatih dari jutaan lagu tanpa izin jelas. Gerakan protes bahkan didukung musisi besar seperti Paul McCartney dan Elton John.
Ada juga advokat fair use seperti Ed Newton-Rex yang vokal soal hak kreator.
Karena itu, klaim “creator first” dari Mozart AI jadi poin penting yang ingin mereka tekankan sejak awal.
Visi dari Pendiri
Sundar Arvind, co founder sekaligus CEO Mozart AI, mengatakan bahwa proses kreatif selalu jadi inti musik.
Menurutnya, AI bukan pengganti kreativitas, tapi alat untuk meningkatkan proses tersebut.
Ia menyebut platform ini dirancang agar musisi dari level pemula sampai profesional bisa mengubah ide menjadi lagu dengan hak komersial penuh dalam hitungan menit.
Siapa yang Danai?
Putaran pendanaan dipimpin oleh Balderton Capital, dengan partisipasi Mercuri, EWOR, serta angel investor seperti Kevin Hartz, salah satu pendiri Eventbrite.
Daniel Waterhouse dari Balderton mengatakan bahwa perusahaan AI yang akan bertahan adalah yang bekerja bersama musisi, bukan melawan mereka.
Software produksi musik tradisional sering dianggap kompleks dan kurang ramah untuk pemula. Kalau Mozart AI berhasil menyederhanakan proses tanpa mengorbankan kualitas dan hak cipta, ini bisa membuka pintu bagi lebih banyak kreator independen.
Tapi pertanyaannya tetap sama, apakah industri musik siap menerima AI sebagai partner kreatif?
Mozart AI datang di momen sensitif ketika AI di musik masih menuai pro dan kontra.
Dengan pendanaan besar dan pendekatan yang diklaim ramah kreator, startup ini punya peluang untuk membentuk cara baru dalam menciptakan musik.
Sekarang tinggal dilihat, apakah musisi benar benar melihatnya sebagai alat bantu, atau justru ancaman baru.
Similar Articles
NEWS
Ubisoft Klaim Kinerja Q3 Melebihi Ekspektasi, Assassin’s Creed Jadi Motor Utama
TECH
•

NEWS
Ubisoft Klaim Kinerja Q3 Melebihi Ekspektasi, Assassin’s Creed Jadi Motor Utama
TECH
•

NEWS
Google Ungkap Hacker Negara Pakai AI untuk Phishing dan Malware
TECH
•

NEWS
Google Ungkap Hacker Negara Pakai AI untuk Phishing dan Malware
TECH
•

NEWS
Startup Pertahanan Uji Drone AI di Ukraina, Occam Kantongi £2,6 Juta
TECH
•

NEWS
Startup Pertahanan Uji Drone AI di Ukraina, Occam Kantongi £2,6 Juta
TECH
•

NEWS
Mozart AI Raih £4 Juta, Platform Musik AI Ini Klaim Dukung Kreator Bukan Gantikan
TECH
•

NEWS
Mozart AI Raih £4 Juta, Platform Musik AI Ini Klaim Dukung Kreator Bukan Gantikan
TECH
•

Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
