FILM

|

in this topic.

Sony Ikut Protes Seedance 2.0, Soroti Dugaan Pelanggaran AI atas Breaking Bad dan Spider-Verse

Nathaniel

Kamis, 19 Februari 2026 pukul 14.00

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Sony Pictures bergabung dengan Disney, Netflix, Warner Bros., dan Paramount dalam memprotes platform AI Seedance 2.0 milik ByteDance. Studio menilai model tersebut menghasilkan konten yang melanggar hak cipta, termasuk klip bergaya Breaking Bad dan Spider-Verse. Netflix bahkan mengancam gugatan hukum jika pelanggaran tidak dihentikan.

Sony Pictures Entertainment mengirim surat cease and desist kepada ByteDance terkait dugaan pelanggaran hak cipta oleh platform AI Seedance 2.0.

Dalam surat tersebut, Sony menuntut agar IP miliknya, termasuk Breaking Bad dan film Spider-Verse, segera dihapus dari data pelatihan AI.

Penasihat hukum Sony, Jill Ratner, menyebut keluaran Seedance 2.0 menunjukkan pelanggaran yang serius dan tidak terlihat adanya perlindungan hak cipta yang memadai sejak peluncuran.

Hollywood Bersatu

Sony menjadi studio kelima yang melayangkan protes resmi, mengikuti langkah Disney, Paramount, Warner Bros., dan Netflix.

Sebelumnya, Motion Picture Association yang mewakili studio besar juga sudah lebih dulu mengecam praktik tersebut.

Netflix bahkan menyatakan siap melakukan gugatan hukum segera jika ByteDance tidak menghentikan dugaan pelanggaran.

Klip AI Viral di Media Sosial

Seedance 2.0 menjadi sorotan setelah klip AI beredar luas di media sosial. Pengguna memanfaatkan platform tersebut untuk membuat adegan pertarungan superhero hingga akhir alternatif untuk serial populer seperti Game of Thrones dan Stranger Things.

Masalahnya, konten yang dihasilkan dinilai terlalu mirip dengan materi asli sehingga memicu kekhawatiran pelanggaran hak cipta dan penyalahgunaan kemiripan aktor.

Tantangan Hukum Lintas Negara

Beberapa studio juga tengah menggugat perusahaan AI lain seperti Midjourney dan MiniMax. Namun proses hukum terhadap perusahaan yang berbasis di Tiongkok tidak mudah. Berdasarkan dokumen pengadilan, proses pemanggilan tergugat melalui Kementerian Kehakiman Tiongkok bisa memakan waktu 18 hingga 24 bulan.

Jika langkah hukum terhadap ByteDance diambil, hambatan serupa kemungkinan akan terjadi.

Industri Film Hadapi Tantangan Baru di Era AI

Kasus Seedance 2.0 menunjukkan bagaimana perkembangan AI generatif memicu konflik besar dengan industri hiburan.

Bagi studio Hollywood, perlindungan IP menjadi prioritas utama. Sementara bagi platform AI, tekanan hukum dan reputasi kini menjadi tantangan serius.

Pertarungan antara teknologi dan hak cipta ini tampaknya baru saja dimulai.

Sony Ikut Protes Seedance 2.0, Soroti Dugaan Pelanggaran AI atas Breaking Bad dan Spider-Verse

Nathaniel

Kamis, 19 Februari 2026 pukul 14.00

FILM

|

in this topic.

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Sony Pictures bergabung dengan Disney, Netflix, Warner Bros., dan Paramount dalam memprotes platform AI Seedance 2.0 milik ByteDance. Studio menilai model tersebut menghasilkan konten yang melanggar hak cipta, termasuk klip bergaya Breaking Bad dan Spider-Verse. Netflix bahkan mengancam gugatan hukum jika pelanggaran tidak dihentikan.

Sony Pictures Entertainment mengirim surat cease and desist kepada ByteDance terkait dugaan pelanggaran hak cipta oleh platform AI Seedance 2.0.

Dalam surat tersebut, Sony menuntut agar IP miliknya, termasuk Breaking Bad dan film Spider-Verse, segera dihapus dari data pelatihan AI.

Penasihat hukum Sony, Jill Ratner, menyebut keluaran Seedance 2.0 menunjukkan pelanggaran yang serius dan tidak terlihat adanya perlindungan hak cipta yang memadai sejak peluncuran.

Hollywood Bersatu

Sony menjadi studio kelima yang melayangkan protes resmi, mengikuti langkah Disney, Paramount, Warner Bros., dan Netflix.

Sebelumnya, Motion Picture Association yang mewakili studio besar juga sudah lebih dulu mengecam praktik tersebut.

Netflix bahkan menyatakan siap melakukan gugatan hukum segera jika ByteDance tidak menghentikan dugaan pelanggaran.

Klip AI Viral di Media Sosial

Seedance 2.0 menjadi sorotan setelah klip AI beredar luas di media sosial. Pengguna memanfaatkan platform tersebut untuk membuat adegan pertarungan superhero hingga akhir alternatif untuk serial populer seperti Game of Thrones dan Stranger Things.

Masalahnya, konten yang dihasilkan dinilai terlalu mirip dengan materi asli sehingga memicu kekhawatiran pelanggaran hak cipta dan penyalahgunaan kemiripan aktor.

Tantangan Hukum Lintas Negara

Beberapa studio juga tengah menggugat perusahaan AI lain seperti Midjourney dan MiniMax. Namun proses hukum terhadap perusahaan yang berbasis di Tiongkok tidak mudah. Berdasarkan dokumen pengadilan, proses pemanggilan tergugat melalui Kementerian Kehakiman Tiongkok bisa memakan waktu 18 hingga 24 bulan.

Jika langkah hukum terhadap ByteDance diambil, hambatan serupa kemungkinan akan terjadi.

Industri Film Hadapi Tantangan Baru di Era AI

Kasus Seedance 2.0 menunjukkan bagaimana perkembangan AI generatif memicu konflik besar dengan industri hiburan.

Bagi studio Hollywood, perlindungan IP menjadi prioritas utama. Sementara bagi platform AI, tekanan hukum dan reputasi kini menjadi tantangan serius.

Pertarungan antara teknologi dan hak cipta ini tampaknya baru saja dimulai.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.