TECH

|

in this topic.

Ubisoft Klaim Kinerja Q3 Melebihi Ekspektasi, Assassin’s Creed Jadi Motor Utama

Nathaniel

Jumat, 13 Februari 2026 pukul 18.12

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Ubisoft merilis laporan keuangan Q3 2025–2026 dengan hasil di atas ekspektasi. Net bookings mencapai €1,1 miliar atau naik 18 persen year over year. Assassin’s Creed, Rainbow Six Siege, Avatar Frontiers of Pandora, The Division, dan Anno mencatat pertumbuhan kuat. Perusahaan juga melaporkan lebih dari 130 juta pemain aktif bulanan.

Di tengah berbagai isu internal dan tekanan pasar, Ubisoft justru melaporkan hasil finansial yang cukup positif.

Dalam laporan Q3 2025–2026, perusahaan mencatat net bookings sebesar €1,1 miliar. Angka ini naik 18 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Ubisoft menyebut performa ini sebagai overperformance atau melebihi ekspektasi awal, terutama berkat kekuatan franchise utamanya.

Assassin’s Creed dan Rainbow Six Jadi Penopang

Beberapa IP utama menunjukkan pertumbuhan signifikan, termasuk:

  • Assassin’s Creed

  • The Division

  • Anno

  • Avatar Frontiers of Pandora

Assassin’s Creed disebut sebagai kontributor terbesar dalam lonjakan pendapatan.

Sementara itu, Rainbow Six Siege tetap stabil dengan basis pemain yang solid. Avatar Frontiers of Pandora juga mendapat dorongan dari update third person yang sangat dinanti serta ekspansi From the Ashes.

130 Juta Pemain Aktif Bulanan

Ubisoft melaporkan lebih dari 130 juta MAU atau Monthly Active Users di seluruh platform PC dan konsol.

Pada bulan Desember saja, pertumbuhan MAU tercatat naik 3 persen dibanding tahun sebelumnya.

CEO sekaligus co Founder Ubisoft, Yves Guillemot, menyatakan bahwa hasil ini mencerminkan kuatnya portofolio dan keterlibatan pemain terhadap konten live service serta rilis terbaru.

Bayang Bayang Isu Internal

Menariknya, laporan keuangan ini tidak menyinggung berbagai isu yang sempat mencuat.

Beberapa hari sebelumnya, karyawan Ubisoft sempat melakukan walkout sebagai bentuk protes terhadap kebijakan kembali ke kantor lima hari dalam seminggu. Selain itu, harga saham perusahaan juga sempat mengalami tekanan.

Namun dalam laporan resmi ini, fokus sepenuhnya diarahkan pada performa finansial dan pertumbuhan franchise.

Franchise Kuat Jadi Penyelamat di Tengah Tekanan

Meski sempat diterpa isu internal dan tekanan pasar, Ubisoft menunjukkan bahwa kekuatan IP besar seperti Assassin’s Creed dan Rainbow Six masih mampu menjaga performa bisnis.

Pertanyaannya kini bukan hanya soal angka kuartal ini, tetapi apakah momentum ini bisa dipertahankan di tengah dinamika industri dan tantangan internal yang belum sepenuhnya reda.

Ubisoft Klaim Kinerja Q3 Melebihi Ekspektasi, Assassin’s Creed Jadi Motor Utama

Nathaniel

Jumat, 13 Februari 2026 pukul 18.12

TECH

|

in this topic.

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Ubisoft merilis laporan keuangan Q3 2025–2026 dengan hasil di atas ekspektasi. Net bookings mencapai €1,1 miliar atau naik 18 persen year over year. Assassin’s Creed, Rainbow Six Siege, Avatar Frontiers of Pandora, The Division, dan Anno mencatat pertumbuhan kuat. Perusahaan juga melaporkan lebih dari 130 juta pemain aktif bulanan.

Di tengah berbagai isu internal dan tekanan pasar, Ubisoft justru melaporkan hasil finansial yang cukup positif.

Dalam laporan Q3 2025–2026, perusahaan mencatat net bookings sebesar €1,1 miliar. Angka ini naik 18 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Ubisoft menyebut performa ini sebagai overperformance atau melebihi ekspektasi awal, terutama berkat kekuatan franchise utamanya.

Assassin’s Creed dan Rainbow Six Jadi Penopang

Beberapa IP utama menunjukkan pertumbuhan signifikan, termasuk:

  • Assassin’s Creed

  • The Division

  • Anno

  • Avatar Frontiers of Pandora

Assassin’s Creed disebut sebagai kontributor terbesar dalam lonjakan pendapatan.

Sementara itu, Rainbow Six Siege tetap stabil dengan basis pemain yang solid. Avatar Frontiers of Pandora juga mendapat dorongan dari update third person yang sangat dinanti serta ekspansi From the Ashes.

130 Juta Pemain Aktif Bulanan

Ubisoft melaporkan lebih dari 130 juta MAU atau Monthly Active Users di seluruh platform PC dan konsol.

Pada bulan Desember saja, pertumbuhan MAU tercatat naik 3 persen dibanding tahun sebelumnya.

CEO sekaligus co Founder Ubisoft, Yves Guillemot, menyatakan bahwa hasil ini mencerminkan kuatnya portofolio dan keterlibatan pemain terhadap konten live service serta rilis terbaru.

Bayang Bayang Isu Internal

Menariknya, laporan keuangan ini tidak menyinggung berbagai isu yang sempat mencuat.

Beberapa hari sebelumnya, karyawan Ubisoft sempat melakukan walkout sebagai bentuk protes terhadap kebijakan kembali ke kantor lima hari dalam seminggu. Selain itu, harga saham perusahaan juga sempat mengalami tekanan.

Namun dalam laporan resmi ini, fokus sepenuhnya diarahkan pada performa finansial dan pertumbuhan franchise.

Franchise Kuat Jadi Penyelamat di Tengah Tekanan

Meski sempat diterpa isu internal dan tekanan pasar, Ubisoft menunjukkan bahwa kekuatan IP besar seperti Assassin’s Creed dan Rainbow Six masih mampu menjaga performa bisnis.

Pertanyaannya kini bukan hanya soal angka kuartal ini, tetapi apakah momentum ini bisa dipertahankan di tengah dinamika industri dan tantangan internal yang belum sepenuhnya reda.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.