DEVELOPERS

|

in this topic.

Bahkan Developer GTA 5 dan Red Dead 2 Pun Kesulitan Cari Kerja di Industri Game

Nathaniel

Kamis, 19 Februari 2026 pukul 17.19

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Seorang mantan staf Rockstar Games yang pernah mengerjakan GTA 5 dan Red Dead Redemption 2 mengaku belum mendapat pekerjaan selama lebih dari satu tahun. Kondisi ini mencerminkan situasi sulit di industri game yang sedang dihantam gelombang PHK, ketidakpastian ekonomi, hingga kekhawatiran soal AI. Bahkan studio besar seperti Rockstar pun tak luput dari konflik internal.

Resume Kelas Dunia, Tetap Sulit Dapat Kerja

Industri game saat ini sedang tidak baik baik saja. Seorang mantan staf Rockstar Games mengungkap bahwa dirinya telah menganggur lebih dari satu tahun, meskipun pernah terlibat dalam proyek besar seperti:

  • Grand Theft Auto V

  • Red Dead Redemption 2

  • L.A. Noire

Informasi ini pertama kali diangkat oleh Reece Reilly, host podcast Kiwi Talkz. Menurutnya, meskipun kandidat tersebut memiliki pengalaman di beberapa game paling sukses dalam sejarah industri, ia bahkan belum mendapatkan panggilan wawancara kerja.

Hal ini menunjukkan bahwa masalah ketenagakerjaan di industri game kini tidak lagi hanya menyasar studio kecil atau developer junior. Bahkan talenta yang pernah terlibat di proyek AAA pun ikut terdampak.

Industri Game Sedang Alami “Extinction Level Event”

Reilly menyebut kondisi saat ini sebagai “extinction level event of talent” di industri game. Sepanjang dekade ini, banyak perusahaan melakukan gelombang PHK untuk memangkas biaya dan melakukan restrukturisasi.

Perusahaan besar seperti Microsoft dan Amazon ikut melakukan pengurangan staf, sementara studio kecil bahkan lebih rentan. Baru baru ini, Wildlight Entertainment mengumumkan PHK besar hanya beberapa minggu setelah game debut mereka rilis, dan situs resminya sempat offline, memicu spekulasi soal masa depan proyek tersebut.

Bayang Bayang AI dan Kekhawatiran Developer

Selain PHK, muncul pula kekhawatiran bahwa posisi kreatif akan digantikan oleh AI generatif.

Beberapa survei menunjukkan sentimen negatif dari para developer terhadap penggunaan AI dalam pembuatan aset seperti artwork, musik, dan narasi. Dalam survei Quantic Foundry, lebih dari 60 persen responden menyatakan pandangan negatif terhadap AI generatif. Survei lain dari Game Developers Conference juga menunjukkan lebih dari separuh peserta bersikap skeptis.

Meski AI belum sepenuhnya menggantikan tenaga manusia, ketidakpastian ini membuat pasar kerja semakin tidak stabil.

Rockstar Sendiri Tak Lepas dari Masalah

Ironisnya, Rockstar North juga tengah menghadapi persoalan internal. Pada akhir 2025, sekitar 31 staf di Inggris diberhentikan setelah perusahaan menuduh mereka membocorkan informasi rahasia.

Namun beberapa mantan karyawan mengklaim bahwa pemecatan tersebut terkait upaya pembentukan serikat pekerja. Isu ini bahkan menarik perhatian Perdana Menteri Inggris saat itu, Keir Starmer, yang menyebutnya sebagai hal yang “sangat mengkhawatirkan.”

GTA 6 Tetap Jadi Harapan Besar

Di tengah berbagai persoalan, Grand Theft Auto VI tetap menjadi proyek andalan Rockstar. Game ini dijadwalkan rilis pada 19 November untuk PS5 dan Xbox Series X/S, dengan kampanye pemasaran besar direncanakan mulai musim panas.

Namun situasi industri saat ini menunjukkan satu hal yang cukup jelas. Bahkan pengalaman di proyek sebesar GTA dan Red Dead pun tidak menjamin keamanan kerja.

Bagi banyak developer, ini menjadi pengingat bahwa industri game sedang berada dalam fase transisi yang berat. Entah karena tekanan ekonomi, restrukturisasi perusahaan, atau perubahan teknologi, satu hal yang pasti, stabilitas karier di industri ini sedang diuji seperti belum pernah sebelumnya.

Bahkan Developer GTA 5 dan Red Dead 2 Pun Kesulitan Cari Kerja di Industri Game

Nathaniel

Kamis, 19 Februari 2026 pukul 17.19

DEVELOPERS

|

in this topic.

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Seorang mantan staf Rockstar Games yang pernah mengerjakan GTA 5 dan Red Dead Redemption 2 mengaku belum mendapat pekerjaan selama lebih dari satu tahun. Kondisi ini mencerminkan situasi sulit di industri game yang sedang dihantam gelombang PHK, ketidakpastian ekonomi, hingga kekhawatiran soal AI. Bahkan studio besar seperti Rockstar pun tak luput dari konflik internal.

Resume Kelas Dunia, Tetap Sulit Dapat Kerja

Industri game saat ini sedang tidak baik baik saja. Seorang mantan staf Rockstar Games mengungkap bahwa dirinya telah menganggur lebih dari satu tahun, meskipun pernah terlibat dalam proyek besar seperti:

  • Grand Theft Auto V

  • Red Dead Redemption 2

  • L.A. Noire

Informasi ini pertama kali diangkat oleh Reece Reilly, host podcast Kiwi Talkz. Menurutnya, meskipun kandidat tersebut memiliki pengalaman di beberapa game paling sukses dalam sejarah industri, ia bahkan belum mendapatkan panggilan wawancara kerja.

Hal ini menunjukkan bahwa masalah ketenagakerjaan di industri game kini tidak lagi hanya menyasar studio kecil atau developer junior. Bahkan talenta yang pernah terlibat di proyek AAA pun ikut terdampak.

Industri Game Sedang Alami “Extinction Level Event”

Reilly menyebut kondisi saat ini sebagai “extinction level event of talent” di industri game. Sepanjang dekade ini, banyak perusahaan melakukan gelombang PHK untuk memangkas biaya dan melakukan restrukturisasi.

Perusahaan besar seperti Microsoft dan Amazon ikut melakukan pengurangan staf, sementara studio kecil bahkan lebih rentan. Baru baru ini, Wildlight Entertainment mengumumkan PHK besar hanya beberapa minggu setelah game debut mereka rilis, dan situs resminya sempat offline, memicu spekulasi soal masa depan proyek tersebut.

Bayang Bayang AI dan Kekhawatiran Developer

Selain PHK, muncul pula kekhawatiran bahwa posisi kreatif akan digantikan oleh AI generatif.

Beberapa survei menunjukkan sentimen negatif dari para developer terhadap penggunaan AI dalam pembuatan aset seperti artwork, musik, dan narasi. Dalam survei Quantic Foundry, lebih dari 60 persen responden menyatakan pandangan negatif terhadap AI generatif. Survei lain dari Game Developers Conference juga menunjukkan lebih dari separuh peserta bersikap skeptis.

Meski AI belum sepenuhnya menggantikan tenaga manusia, ketidakpastian ini membuat pasar kerja semakin tidak stabil.

Rockstar Sendiri Tak Lepas dari Masalah

Ironisnya, Rockstar North juga tengah menghadapi persoalan internal. Pada akhir 2025, sekitar 31 staf di Inggris diberhentikan setelah perusahaan menuduh mereka membocorkan informasi rahasia.

Namun beberapa mantan karyawan mengklaim bahwa pemecatan tersebut terkait upaya pembentukan serikat pekerja. Isu ini bahkan menarik perhatian Perdana Menteri Inggris saat itu, Keir Starmer, yang menyebutnya sebagai hal yang “sangat mengkhawatirkan.”

GTA 6 Tetap Jadi Harapan Besar

Di tengah berbagai persoalan, Grand Theft Auto VI tetap menjadi proyek andalan Rockstar. Game ini dijadwalkan rilis pada 19 November untuk PS5 dan Xbox Series X/S, dengan kampanye pemasaran besar direncanakan mulai musim panas.

Namun situasi industri saat ini menunjukkan satu hal yang cukup jelas. Bahkan pengalaman di proyek sebesar GTA dan Red Dead pun tidak menjamin keamanan kerja.

Bagi banyak developer, ini menjadi pengingat bahwa industri game sedang berada dalam fase transisi yang berat. Entah karena tekanan ekonomi, restrukturisasi perusahaan, atau perubahan teknologi, satu hal yang pasti, stabilitas karier di industri ini sedang diuji seperti belum pernah sebelumnya.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.