First Look Serial DC “Lanterns” Picu Backlash, Fans Sebut Terlalu Mirip True Detective

Ringkasan
Dibuat oleh AI
First look serial Lanterns dari DC Studios langsung memicu perdebatan di kalangan fans. Banyak penonton menilai tone dan visualnya terlalu gelap serta realistis, bahkan disebut lebih mirip serial kriminal True Detective dibanding proyek superhero Green Lantern.
Meski menuai kritik, pendekatan tersebut sebenarnya memang sengaja dipilih kreator untuk menghadirkan cerita detektif yang lebih grounded dalam DC Universe versi baru.
First Look Lanterns Langsung Jadi Perbincangan
Trailer pertama Lanterns akhirnya dirilis dan langsung memancing reaksi besar dari komunitas DC. Serial ini akan menjadi bagian penting dari DC Universe baru garapan James Gunn dan dijadwalkan tayang pada Agustus 2026 di HBO dan HBO Max.
Cerita mengikuti dua Green Lantern legendaris, Hal Jordan dan John Stewart, yang menyelidiki kasus pembunuhan misterius di sebuah kota kecil di Nebraska. Alih-alih menampilkan aksi kosmik penuh efek visual, trailer justru fokus pada investigasi kriminal bernuansa gelap dan realistis.
Hal yang paling ramai dibahas fans adalah atmosfer serial yang terasa jauh dari tipikal superhero. Banyak penonton menyebut trailer tersebut terlihat seperti serial prestige crime drama ala True Detective, bukan kisah Green Lantern. Beberapa komentar bahkan menyebutnya “seperti season baru True Detective” atau “spin-off Yellowstone.”
Perbandingan ini sebenarnya bukan kebetulan. Sejak awal produksi, kreator memang mengakui inspirasi dari struktur drama detektif HBO, dengan pendekatan buddy-cop mystery yang lebih grounded.
Visual yang dominan warna bumi, minim efek energi hijau, serta fokus karakter membuat banyak fans merasa identitas Green Lantern kurang terasa di first look.
Kritik Utama Fans: “Mana Green Lantern-nya?”
Selain tone cerita, kritik terbesar datang dari minimnya elemen khas Green Lantern. Trailer hampir tidak memperlihatkan konstruksi energi, alien, atau aksi luar angkasa yang biasanya menjadi ciri franchise tersebut. Bahkan desain kostum yang terlihat kusam ikut dipertanyakan oleh fans online.
Beberapa penonton mengaku kecewa karena trailer promosi justru terasa seperti drama kriminal biasa dibanding serial superhero besar DC. Namun ada juga yang meminta publik menunggu versi final, karena teaser pertama sering kali hanya menampilkan sebagian kecil tone cerita.
Memang Sengaja Dibuat Lebih “Grounded”
Menariknya, pendekatan realistis ini ternyata memang bagian dari visi kreatif serial. Lanterns dirancang sebagai kombinasi cerita superhero dan investigasi kriminal, dengan fokus pada karakter manusia dan misteri bumi sebelum memperluas ke sisi kosmik DC Universe.
Showrunner Chris Mundy, yang sebelumnya terlibat dalam proyek bergaya thriller, ingin mengubah mitologi Green Lantern menjadi drama HBO yang lebih matang dan emosional.
Artinya, kritik yang muncul justru menyoroti elemen yang sejak awal menjadi konsep utama serial ini.
Backlash ini menunjukkan tantangan besar bagi DC Studios: menyeimbangkan eksperimen genre dengan ekspektasi fans komik. Jika berhasil, Lanterns bisa menjadi proyek superhero dengan pendekatan berbeda, lebih mirip crime drama prestige daripada tontonan CGI spektakuler. Namun jika gagal, serial ini berisiko dianggap kehilangan identitas Green Lantern sejak awal.
Dengan jadwal rilis masih beberapa bulan lagi, kemungkinan besar trailer berikutnya akan memperlihatkan sisi kosmik yang lebih familiar bagi penggemar DC.



