GAMING

|

in this topic.

Valve Perjelas Kebijakan AI di Steam, Fokus ke Konten yang Dikonsumsi Pemain

Nathaniel

Selasa, 20 Januari 2026 pukul 14.16

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Valve memperjelas aturan AI di Steam dengan mengecualikan alat efisiensi internal dari kewajiban pelaporan. Pengungkapan kini hanya wajib untuk konten AI yang langsung dikonsumsi pemain.

Valve resmi memperbarui kebijakan pengungkapan AI di Steam. Intinya jelas. Developer tidak lagi wajib melaporkan penggunaan AI yang hanya dipakai di balik layar dan tidak muncul dalam game.

Kebijakan baru ini menegaskan bahwa fokus Steam kini hanya pada konten generatif AI yang benar-benar dikonsumsi pemain, seperti artwork, suara, teks, dan elemen naratif. Alat efisiensi internal seperti asisten coding, software pengecekan bug otomatis, atau alat produktivitas kini dikecualikan dari kewajiban disclosure.

Perubahan ini terdeteksi melalui pembaruan survei konten Steam oleh analis industri Simon Carless. Dalam formulir terbaru, Valve menyebut bahwa peningkatan efisiensi dari alat internal bukan lagi fokus utama penilaian.

Langkah ini menjawab kebingungan yang sebelumnya dialami banyak developer. Sebelumnya, muncul pertanyaan apakah penggunaan fitur AI seperti generative fill di Photoshop untuk konsep internal atau AI spreadsheet untuk pemasaran harus dicantumkan di halaman toko. Dengan aturan baru ini, jawabannya tegas. Tidak perlu, selama AI tersebut tidak muncul di produk akhir.

Transparansi Tetap Berlaku untuk Konten Pemain

Meski lebih longgar untuk alat internal, Valve tetap menegaskan transparansi untuk konten yang dilihat pemain. Developer masih wajib melaporkan AI dalam dua kategori utama.

Kategori pertama adalah Pre-generated content, yaitu aset yang dibuat dengan AI sebelum game dirilis. Contohnya tekstur, dialog suara, atau teks cerita. Konten ini akan ditandai secara terbuka di halaman toko Steam.

Kategori kedua adalah Live-generated content, yaitu konten yang dihasilkan AI secara real time saat game berjalan. Untuk kategori ini, developer wajib menyediakan sistem pengaman agar tidak menghasilkan konten ilegal, serta mendukung fitur laporan cepat melalui Steam Overlay jika pemain menemukan materi bermasalah.

Pembaruan kebijakan ini hadir di tengah perdebatan industri soal transparansi AI. CEO Epic Games Tim Sweeney sebelumnya menyatakan label AI di etalase digital seharusnya dihapus karena AI akan menjadi bagian dari hampir semua proses produksi. Namun, dari sisi pemain, kejelasan soal konten yang dibeli tetap dianggap penting.

Pendekatan Valve mencoba menyeimbangkan dua kepentingan tersebut. Developer tidak dibebani pelaporan alat internal, sementara pemain tetap mendapat informasi jelas soal aset kreatif dalam game.

Valve juga menegaskan satu hal penting. Tanggung jawab hukum tetap berada di tangan kreator. Semua konten AI yang dilaporkan, baik pre-generated maupun live-generated, harus mematuhi hukum hak cipta dan bebas dari materi ilegal. Tujuan akhirnya sederhana. Membantu pemain membuat keputusan pembelian yang tepat tanpa menghambat developer menggunakan alat modern.

Valve Perjelas Kebijakan AI di Steam, Fokus ke Konten yang Dikonsumsi Pemain

Nathaniel

Selasa, 20 Januari 2026 pukul 14.16

GAMING

|

in this topic.

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Valve memperjelas aturan AI di Steam dengan mengecualikan alat efisiensi internal dari kewajiban pelaporan. Pengungkapan kini hanya wajib untuk konten AI yang langsung dikonsumsi pemain.

Valve resmi memperbarui kebijakan pengungkapan AI di Steam. Intinya jelas. Developer tidak lagi wajib melaporkan penggunaan AI yang hanya dipakai di balik layar dan tidak muncul dalam game.

Kebijakan baru ini menegaskan bahwa fokus Steam kini hanya pada konten generatif AI yang benar-benar dikonsumsi pemain, seperti artwork, suara, teks, dan elemen naratif. Alat efisiensi internal seperti asisten coding, software pengecekan bug otomatis, atau alat produktivitas kini dikecualikan dari kewajiban disclosure.

Perubahan ini terdeteksi melalui pembaruan survei konten Steam oleh analis industri Simon Carless. Dalam formulir terbaru, Valve menyebut bahwa peningkatan efisiensi dari alat internal bukan lagi fokus utama penilaian.

Langkah ini menjawab kebingungan yang sebelumnya dialami banyak developer. Sebelumnya, muncul pertanyaan apakah penggunaan fitur AI seperti generative fill di Photoshop untuk konsep internal atau AI spreadsheet untuk pemasaran harus dicantumkan di halaman toko. Dengan aturan baru ini, jawabannya tegas. Tidak perlu, selama AI tersebut tidak muncul di produk akhir.

Transparansi Tetap Berlaku untuk Konten Pemain

Meski lebih longgar untuk alat internal, Valve tetap menegaskan transparansi untuk konten yang dilihat pemain. Developer masih wajib melaporkan AI dalam dua kategori utama.

Kategori pertama adalah Pre-generated content, yaitu aset yang dibuat dengan AI sebelum game dirilis. Contohnya tekstur, dialog suara, atau teks cerita. Konten ini akan ditandai secara terbuka di halaman toko Steam.

Kategori kedua adalah Live-generated content, yaitu konten yang dihasilkan AI secara real time saat game berjalan. Untuk kategori ini, developer wajib menyediakan sistem pengaman agar tidak menghasilkan konten ilegal, serta mendukung fitur laporan cepat melalui Steam Overlay jika pemain menemukan materi bermasalah.

Pembaruan kebijakan ini hadir di tengah perdebatan industri soal transparansi AI. CEO Epic Games Tim Sweeney sebelumnya menyatakan label AI di etalase digital seharusnya dihapus karena AI akan menjadi bagian dari hampir semua proses produksi. Namun, dari sisi pemain, kejelasan soal konten yang dibeli tetap dianggap penting.

Pendekatan Valve mencoba menyeimbangkan dua kepentingan tersebut. Developer tidak dibebani pelaporan alat internal, sementara pemain tetap mendapat informasi jelas soal aset kreatif dalam game.

Valve juga menegaskan satu hal penting. Tanggung jawab hukum tetap berada di tangan kreator. Semua konten AI yang dilaporkan, baik pre-generated maupun live-generated, harus mematuhi hukum hak cipta dan bebas dari materi ilegal. Tujuan akhirnya sederhana. Membantu pemain membuat keputusan pembelian yang tepat tanpa menghambat developer menggunakan alat modern.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.