GAMING

|

in this topic.

Developer The Witcher Tak Sengaja “Menghapus” Karakter Penting, Tester Harus Main Ulang dari Awal

Nathaniel

Kamis, 19 Februari 2026 pukul 17.31

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Sebuah bug besar di The Witcher 1 sempat membuat karakter penting, Yaevinn, tidak muncul dalam cutscene klimaks karena sistem menganggapnya sudah mati. Kesalahan script kecil menyebabkan tester harus menamatkan game dari awal untuk memastikan bug tersebut benar benar teratasi.

The Witcher dan Bug yang Hampir Menghapus Karakter Penting

Artur Ganyzyniec, lead story designer The Witcher pertama, baru baru ini membagikan cerita lama saat ia memainkan ulang game tersebut sambil memberikan komentar pengembangan.

Masalah muncul di bagian epilog. Seharusnya ada cutscene penting yang melibatkan Yaevinn, pemimpin faksi Scoia’tael. Namun alih alih adegan dimulai, layar justru menghitam tanpa henti.

Dalam sistem The Witcher 1, layar hitam biasanya muncul sebentar untuk memindahkan karakter ke posisi cutscene. Setelah itu dialog dimulai. Tapi kali ini layar tidak pernah hilang.

Yaevinn Dianggap Sudah Mati

Setelah proses debugging panjang, tim menemukan penyebabnya. Yaevinn tidak muncul karena game menganggapnya sudah mati.

Masalahnya berasal dari cutscene di akhir Chapter 3, berjam jam sebelum epilog. Alih alih hanya menerima perintah despawn biasa, karakter tersebut diberi perintah berbeda yang sudah deprecated.

Script itu pada dasarnya berbunyi:

  • Hapus karakter

  • Tandai sebagai mati

  • Pastikan tidak pernah spawn lagi

Perintah tersebut terkubur dalam dokumentasi scripting lama dan tidak terlihat jelas perbedaannya dari command standar. Satu baris script kecil, dampaknya besar.

Image 1

Fix Sederhana, Testing Menyakitkan

Setelah sumber masalah ditemukan, memperbaikinya relatif mudah. Tapi ada kendala besar.

Pada tahap produksi saat itu, setiap perubahan build membuat seluruh save file menjadi rusak. Artinya tidak ada cara cepat untuk mengecek apakah Yaevinn akhirnya muncul di epilog.

Solusinya? Seorang tester harus memainkan ulang seluruh game sampai epilog hanya untuk memastikan cutscene berjalan normal.

Itu berarti berjam jam gameplay hanya untuk memverifikasi satu bug.

Dan untungnya, Yaevinn akhirnya muncul seperti seharusnya.

Karakter yang Nyaris Hilang dari Trilogi

Menariknya, Yaevinn memang tidak punya peran besar di seri selanjutnya. Di The Witcher 2: Assassins of Kings perannya sebagian digantikan oleh Iorveth, sementara di The Witcher 3: Wild Hunt faksi Scoia’tael jauh lebih kecil pengaruhnya.

Mendengar cerita ini, jadi terasa ironis. Hampir saja karakter penting tersebut benar benar “lenyap” bukan karena keputusan naratif, tetapi karena satu command scripting yang salah.

Satu Baris Script Bisa Mengubah Segalanya

Kisah ini jadi pengingat bahwa dalam pengembangan RPG kompleks, detail kecil bisa berdampak sangat besar. Sebuah baris kode yang salah bisa menghapus karakter kunci, merusak cutscene klimaks, bahkan memaksa tester memainkan ulang game penuh.

Untungnya, bug tersebut tertangani sebelum rilis. Kalau tidak, mungkin sejarah The Witcher akan terasa sedikit berbeda.

Dan mungkin, Yaevinn benar benar akan hilang ke “shadow realm” selamanya.

Developer The Witcher Tak Sengaja “Menghapus” Karakter Penting, Tester Harus Main Ulang dari Awal

Nathaniel

Kamis, 19 Februari 2026 pukul 17.31

GAMING

|

in this topic.

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Sebuah bug besar di The Witcher 1 sempat membuat karakter penting, Yaevinn, tidak muncul dalam cutscene klimaks karena sistem menganggapnya sudah mati. Kesalahan script kecil menyebabkan tester harus menamatkan game dari awal untuk memastikan bug tersebut benar benar teratasi.

The Witcher dan Bug yang Hampir Menghapus Karakter Penting

Artur Ganyzyniec, lead story designer The Witcher pertama, baru baru ini membagikan cerita lama saat ia memainkan ulang game tersebut sambil memberikan komentar pengembangan.

Masalah muncul di bagian epilog. Seharusnya ada cutscene penting yang melibatkan Yaevinn, pemimpin faksi Scoia’tael. Namun alih alih adegan dimulai, layar justru menghitam tanpa henti.

Dalam sistem The Witcher 1, layar hitam biasanya muncul sebentar untuk memindahkan karakter ke posisi cutscene. Setelah itu dialog dimulai. Tapi kali ini layar tidak pernah hilang.

Yaevinn Dianggap Sudah Mati

Setelah proses debugging panjang, tim menemukan penyebabnya. Yaevinn tidak muncul karena game menganggapnya sudah mati.

Masalahnya berasal dari cutscene di akhir Chapter 3, berjam jam sebelum epilog. Alih alih hanya menerima perintah despawn biasa, karakter tersebut diberi perintah berbeda yang sudah deprecated.

Script itu pada dasarnya berbunyi:

  • Hapus karakter

  • Tandai sebagai mati

  • Pastikan tidak pernah spawn lagi

Perintah tersebut terkubur dalam dokumentasi scripting lama dan tidak terlihat jelas perbedaannya dari command standar. Satu baris script kecil, dampaknya besar.

Image 1

Fix Sederhana, Testing Menyakitkan

Setelah sumber masalah ditemukan, memperbaikinya relatif mudah. Tapi ada kendala besar.

Pada tahap produksi saat itu, setiap perubahan build membuat seluruh save file menjadi rusak. Artinya tidak ada cara cepat untuk mengecek apakah Yaevinn akhirnya muncul di epilog.

Solusinya? Seorang tester harus memainkan ulang seluruh game sampai epilog hanya untuk memastikan cutscene berjalan normal.

Itu berarti berjam jam gameplay hanya untuk memverifikasi satu bug.

Dan untungnya, Yaevinn akhirnya muncul seperti seharusnya.

Karakter yang Nyaris Hilang dari Trilogi

Menariknya, Yaevinn memang tidak punya peran besar di seri selanjutnya. Di The Witcher 2: Assassins of Kings perannya sebagian digantikan oleh Iorveth, sementara di The Witcher 3: Wild Hunt faksi Scoia’tael jauh lebih kecil pengaruhnya.

Mendengar cerita ini, jadi terasa ironis. Hampir saja karakter penting tersebut benar benar “lenyap” bukan karena keputusan naratif, tetapi karena satu command scripting yang salah.

Satu Baris Script Bisa Mengubah Segalanya

Kisah ini jadi pengingat bahwa dalam pengembangan RPG kompleks, detail kecil bisa berdampak sangat besar. Sebuah baris kode yang salah bisa menghapus karakter kunci, merusak cutscene klimaks, bahkan memaksa tester memainkan ulang game penuh.

Untungnya, bug tersebut tertangani sebelum rilis. Kalau tidak, mungkin sejarah The Witcher akan terasa sedikit berbeda.

Dan mungkin, Yaevinn benar benar akan hilang ke “shadow realm” selamanya.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.