GAMING

|

in this topic.

Ubisoft Rombak Besar-Besaran, Prince of Persia Remake Dibatalkan

Nathaniel

Kamis, 22 Januari 2026 pukul 13.03

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Ubisoft mengumumkan perubahan besar-besaran dalam struktur dan portofolio game mereka. Enam game dibatalkan, tujuh judul besar ditunda, studio ditutup, dan organisasi dirombak menjadi lima Creative House. Langkah ini menjadi upaya Ubisoft untuk kembali fokus pada kualitas, efisiensi, dan daya saing jangka panjang.

Ubisoft resmi mengumumkan langkah yang mereka sebut sebagai reset besar. Perubahan ini mencakup struktur organisasi, operasional, hingga portofolio game. Struktur baru ini dijadwalkan mulai berjalan pada awal April dan menjadi respons atas performa penjualan serta harga saham yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai bagian dari reset ini, Ubisoft membatalkan enam game yang sedang dikembangkan. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah remake Prince of Persia: The Sands of Time. Ubisoft menyebut proyek-proyek tersebut tidak memenuhi standar kualitas baru dan prioritas portofolio yang lebih selektif. Dari enam game yang dibatalkan, empat di antaranya bahkan belum pernah diumumkan ke publik, termasuk tiga IP baru dan satu game mobile.

CEO sekaligus pendiri Ubisoft, Yves Guillemot, menilai industri game AAA kini jauh lebih kompetitif dengan biaya pengembangan yang terus naik. Namun ia juga menegaskan bahwa game AAA berkualitas tinggi masih memiliki potensi finansial yang sangat besar jika berhasil di pasar.

Selain pembatalan, Ubisoft juga menunda tujuh game lain demi memberikan waktu pengembangan tambahan. Salah satu judul yang dilaporkan ikut terdampak adalah remake Assassin’s Creed IV: Black Flag, yang menurut laporan Bloomberg awalnya direncanakan rilis pada tahun fiskal 2026 dan kini mundur ke 2027. Revisi portofolio ini mencakup roadmap Ubisoft untuk tiga tahun ke depan.

Restrukturisasi dan Penutupan Studio

Untuk menekan biaya hingga 200 juta euro dalam dua tahun, Ubisoft menutup dua studio, yaitu Ubisoft Halifax dan Ubisoft Stockholm. Selain itu, proses produksi kini akan dikonsolidasikan ke dalam lima Creative House, masing-masing bertanggung jawab penuh atas genre dan franchise tertentu, termasuk performa finansialnya.

Pembagian Creative House tersebut meliputi:

  • Creative House 1, fokus pada franchise besar seperti Assassin’s Creed, Far Cry, dan Rainbow Six

  • Creative House 2, shooter kompetitif dan kooperatif seperti The Division dan Ghost Recon

  • Creative House 3, live service terpilih seperti For Honor dan The Crew

  • Creative House 4, dunia fantasi dan narasi seperti Prince of Persia dan Beyond Good & Evil

  • Creative House 5, game kasual dan keluarga seperti Just Dance dan Uno

Di tengah perombakan ini, Ubisoft juga mengonfirmasi empat IP baru yang sedang dikembangkan, salah satunya March of Giants, game MOBA yang sebelumnya dikembangkan oleh Amazon.

Ubisoft menegaskan fokus utama mereka ke depan berada pada Open World Adventures dan game berbasis layanan, sekaligus mempercepat investasi pada teknologi Generative AI yang berfokus langsung ke pengalaman pemain.

Langkah-langkah ini memang terasa drastis, namun Ubisoft menyebutnya sebagai keputusan penting untuk membangun organisasi yang lebih fokus, efisien, dan berkelanjutan. Reset besar ini diharapkan menjadi titik balik bagi Ubisoft untuk kembali menemukan keunggulan kreatif yang sempat memudar.

Ubisoft Rombak Besar-Besaran, Prince of Persia Remake Dibatalkan

Nathaniel

Kamis, 22 Januari 2026 pukul 13.03

GAMING

|

in this topic.

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Ubisoft mengumumkan perubahan besar-besaran dalam struktur dan portofolio game mereka. Enam game dibatalkan, tujuh judul besar ditunda, studio ditutup, dan organisasi dirombak menjadi lima Creative House. Langkah ini menjadi upaya Ubisoft untuk kembali fokus pada kualitas, efisiensi, dan daya saing jangka panjang.

Ubisoft resmi mengumumkan langkah yang mereka sebut sebagai reset besar. Perubahan ini mencakup struktur organisasi, operasional, hingga portofolio game. Struktur baru ini dijadwalkan mulai berjalan pada awal April dan menjadi respons atas performa penjualan serta harga saham yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai bagian dari reset ini, Ubisoft membatalkan enam game yang sedang dikembangkan. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah remake Prince of Persia: The Sands of Time. Ubisoft menyebut proyek-proyek tersebut tidak memenuhi standar kualitas baru dan prioritas portofolio yang lebih selektif. Dari enam game yang dibatalkan, empat di antaranya bahkan belum pernah diumumkan ke publik, termasuk tiga IP baru dan satu game mobile.

CEO sekaligus pendiri Ubisoft, Yves Guillemot, menilai industri game AAA kini jauh lebih kompetitif dengan biaya pengembangan yang terus naik. Namun ia juga menegaskan bahwa game AAA berkualitas tinggi masih memiliki potensi finansial yang sangat besar jika berhasil di pasar.

Selain pembatalan, Ubisoft juga menunda tujuh game lain demi memberikan waktu pengembangan tambahan. Salah satu judul yang dilaporkan ikut terdampak adalah remake Assassin’s Creed IV: Black Flag, yang menurut laporan Bloomberg awalnya direncanakan rilis pada tahun fiskal 2026 dan kini mundur ke 2027. Revisi portofolio ini mencakup roadmap Ubisoft untuk tiga tahun ke depan.

Restrukturisasi dan Penutupan Studio

Untuk menekan biaya hingga 200 juta euro dalam dua tahun, Ubisoft menutup dua studio, yaitu Ubisoft Halifax dan Ubisoft Stockholm. Selain itu, proses produksi kini akan dikonsolidasikan ke dalam lima Creative House, masing-masing bertanggung jawab penuh atas genre dan franchise tertentu, termasuk performa finansialnya.

Pembagian Creative House tersebut meliputi:

  • Creative House 1, fokus pada franchise besar seperti Assassin’s Creed, Far Cry, dan Rainbow Six

  • Creative House 2, shooter kompetitif dan kooperatif seperti The Division dan Ghost Recon

  • Creative House 3, live service terpilih seperti For Honor dan The Crew

  • Creative House 4, dunia fantasi dan narasi seperti Prince of Persia dan Beyond Good & Evil

  • Creative House 5, game kasual dan keluarga seperti Just Dance dan Uno

Di tengah perombakan ini, Ubisoft juga mengonfirmasi empat IP baru yang sedang dikembangkan, salah satunya March of Giants, game MOBA yang sebelumnya dikembangkan oleh Amazon.

Ubisoft menegaskan fokus utama mereka ke depan berada pada Open World Adventures dan game berbasis layanan, sekaligus mempercepat investasi pada teknologi Generative AI yang berfokus langsung ke pengalaman pemain.

Langkah-langkah ini memang terasa drastis, namun Ubisoft menyebutnya sebagai keputusan penting untuk membangun organisasi yang lebih fokus, efisien, dan berkelanjutan. Reset besar ini diharapkan menjadi titik balik bagi Ubisoft untuk kembali menemukan keunggulan kreatif yang sempat memudar.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.