
AI
|
in this topic.
Alibaba Rilis RynnBrain, Model AI Open Source untuk Robot Fisik
Nathaniel
Jumat, 13 Februari 2026 pukul 18.05

Ringkasan
Dibuat oleh AI
Alibaba meluncurkan RynnBrain, model AI open source untuk menggerakkan robot fisik. Teknologi ini masuk kategori vision language action yang memungkinkan robot mengenali lingkungan dan bertindak secara otonom. Langkah ini menempatkan Alibaba sejajar dengan Nvidia, Google DeepMind, dan Tesla dalam persaingan physical AI, pasar yang diproyeksikan bernilai lebih dari 1 triliun dolar dalam beberapa dekade ke depan.
Alibaba Masuk Arena Physical AI
Selama ini Alibaba dikenal lewat AI chatbot dan model bahasa seperti Qwen. Kini raksasa teknologi China itu resmi masuk ke ranah physical AI lewat model bernama RynnBrain.
Berbeda dari chatbot, physical AI dirancang untuk mengendalikan robot di dunia nyata. RynnBrain dibuat open source, artinya pengembang bisa mengakses dan mengembangkannya secara bebas.
Langkah ini membuat Alibaba sejajar dengan Nvidia, Google DeepMind, dan Tesla dalam perlombaan membangun AI untuk robot fisik.
Apa Itu Vision Language Action
RynnBrain masuk kategori vision language action atau VLA.
Model ini menggabungkan tiga komponen utama:
Computer vision untuk mengenali objek
Pemrosesan bahasa alami untuk memahami instruksi
Kontrol motorik untuk mengeksekusi gerakan
Dalam demo yang dirilis DAMO Academy, robot mampu mengenali buah dan memasukkannya ke keranjang. Tugas ini terlihat sederhana, tetapi di baliknya ada sistem pengenalan objek dan pergerakan presisi yang kompleks.
Berbeda dengan robot tradisional yang hanya mengikuti instruksi terprogram, physical AI bisa belajar dari pengalaman dan beradaptasi secara real time.
Dorongan Ekonomi dan Populasi Menua
Perkembangan ini tidak lepas dari faktor demografi. OECD memproyeksikan populasi usia produktif di banyak negara maju akan stagnan atau menurun dalam beberapa dekade ke depan.
China, Jepang, dan Korea Selatan sudah lebih dulu menghadapi tekanan ini. Kekurangan tenaga kerja mendorong adopsi robot di sektor logistik, manufaktur, dan infrastruktur.
UBS memperkirakan akan ada dua juta robot humanoid di tempat kerja pada 2035, dan bisa mencapai 300 juta pada 2050. Nilai pasarnya diperkirakan berada di kisaran 1,4 hingga 1,7 triliun dolar pada pertengahan abad.
Tantangan Tata Kelola
Meski kemampuan teknis berkembang cepat, tantangan terbesar justru soal tata kelola.
Menurut analisis World Economic Forum, risiko dalam lingkungan fisik jauh lebih kompleks dibanding software. Kesalahan chatbot bisa diperbaiki lewat pembaruan sistem. Robot yang salah bergerak bisa menyebabkan kecelakaan nyata.
WEF menyoroti tiga lapisan tata kelola penting:
Kebijakan eksekutif soal batas risiko
Pengaturan sistem seperti aturan berhenti darurat
Otoritas pekerja untuk mengintervensi keputusan AI
Skalabilitas tanpa tata kelola yang matang justru bisa memperbesar risiko.
Persaingan Global Makin Panas
Di sisi lain, Amerika Serikat dan China terus bersaing dalam pengembangan robot humanoid.
Nvidia merilis model Cosmos untuk robotika. Google DeepMind menghadirkan Gemini Robotics ER 1.5. Tesla mengembangkan AI untuk robot Optimus.
Korea Selatan bahkan mengumumkan investasi 692 juta dolar untuk produksi chip AI domestik, menegaskan bahwa physical AI bukan hanya soal software tetapi juga rantai pasok semikonduktor.
Physical AI Jadi Arena Baru Perebutan Dominasi Teknologi
RynnBrain menandai babak baru bagi Alibaba dan China dalam pengembangan robot cerdas.
Pertanyaannya bukan lagi apakah physical AI bisa diterapkan, melainkan apakah sistem tata kelolanya siap mengikuti kecepatan inovasi.
Jika berhasil, ini bisa menjadi fondasi industri bernilai triliunan dolar. Jika gagal, risiko operasionalnya juga tidak kecil.
Similar Articles
NEWS
Alibaba Rilis RynnBrain, Model AI Open Source untuk Robot Fisik
AI
•

NEWS
Anthropic Akui Claude Opus 4.6 Bisa Disalahgunakan untuk Senjata Kimia dan Kejahatan
AI
•

NEWS
Riset Ungkap AI Sudah Jadi Bagian Operasional Perusahaan, Tantangan Keamanan Makin Kompleks
AI
•

NEWS
Kenapa Semua Konten AI Sekarang Punya Tanda Rahasia? Ini Alasan di Baliknya
AI
•

ALSO READ


Alibaba Rilis RynnBrain, Model AI Open Source untuk Robot Fisik
Nathaniel
Jumat, 13 Februari 2026 pukul 18.05
AI
|
in this topic.
Ringkasan
Dibuat oleh AI
Alibaba meluncurkan RynnBrain, model AI open source untuk menggerakkan robot fisik. Teknologi ini masuk kategori vision language action yang memungkinkan robot mengenali lingkungan dan bertindak secara otonom. Langkah ini menempatkan Alibaba sejajar dengan Nvidia, Google DeepMind, dan Tesla dalam persaingan physical AI, pasar yang diproyeksikan bernilai lebih dari 1 triliun dolar dalam beberapa dekade ke depan.
Alibaba Masuk Arena Physical AI
Selama ini Alibaba dikenal lewat AI chatbot dan model bahasa seperti Qwen. Kini raksasa teknologi China itu resmi masuk ke ranah physical AI lewat model bernama RynnBrain.
Berbeda dari chatbot, physical AI dirancang untuk mengendalikan robot di dunia nyata. RynnBrain dibuat open source, artinya pengembang bisa mengakses dan mengembangkannya secara bebas.
Langkah ini membuat Alibaba sejajar dengan Nvidia, Google DeepMind, dan Tesla dalam perlombaan membangun AI untuk robot fisik.
Apa Itu Vision Language Action
RynnBrain masuk kategori vision language action atau VLA.
Model ini menggabungkan tiga komponen utama:
Computer vision untuk mengenali objek
Pemrosesan bahasa alami untuk memahami instruksi
Kontrol motorik untuk mengeksekusi gerakan
Dalam demo yang dirilis DAMO Academy, robot mampu mengenali buah dan memasukkannya ke keranjang. Tugas ini terlihat sederhana, tetapi di baliknya ada sistem pengenalan objek dan pergerakan presisi yang kompleks.
Berbeda dengan robot tradisional yang hanya mengikuti instruksi terprogram, physical AI bisa belajar dari pengalaman dan beradaptasi secara real time.
Dorongan Ekonomi dan Populasi Menua
Perkembangan ini tidak lepas dari faktor demografi. OECD memproyeksikan populasi usia produktif di banyak negara maju akan stagnan atau menurun dalam beberapa dekade ke depan.
China, Jepang, dan Korea Selatan sudah lebih dulu menghadapi tekanan ini. Kekurangan tenaga kerja mendorong adopsi robot di sektor logistik, manufaktur, dan infrastruktur.
UBS memperkirakan akan ada dua juta robot humanoid di tempat kerja pada 2035, dan bisa mencapai 300 juta pada 2050. Nilai pasarnya diperkirakan berada di kisaran 1,4 hingga 1,7 triliun dolar pada pertengahan abad.
Tantangan Tata Kelola
Meski kemampuan teknis berkembang cepat, tantangan terbesar justru soal tata kelola.
Menurut analisis World Economic Forum, risiko dalam lingkungan fisik jauh lebih kompleks dibanding software. Kesalahan chatbot bisa diperbaiki lewat pembaruan sistem. Robot yang salah bergerak bisa menyebabkan kecelakaan nyata.
WEF menyoroti tiga lapisan tata kelola penting:
Kebijakan eksekutif soal batas risiko
Pengaturan sistem seperti aturan berhenti darurat
Otoritas pekerja untuk mengintervensi keputusan AI
Skalabilitas tanpa tata kelola yang matang justru bisa memperbesar risiko.
Persaingan Global Makin Panas
Di sisi lain, Amerika Serikat dan China terus bersaing dalam pengembangan robot humanoid.
Nvidia merilis model Cosmos untuk robotika. Google DeepMind menghadirkan Gemini Robotics ER 1.5. Tesla mengembangkan AI untuk robot Optimus.
Korea Selatan bahkan mengumumkan investasi 692 juta dolar untuk produksi chip AI domestik, menegaskan bahwa physical AI bukan hanya soal software tetapi juga rantai pasok semikonduktor.
Physical AI Jadi Arena Baru Perebutan Dominasi Teknologi
RynnBrain menandai babak baru bagi Alibaba dan China dalam pengembangan robot cerdas.
Pertanyaannya bukan lagi apakah physical AI bisa diterapkan, melainkan apakah sistem tata kelolanya siap mengikuti kecepatan inovasi.
Jika berhasil, ini bisa menjadi fondasi industri bernilai triliunan dolar. Jika gagal, risiko operasionalnya juga tidak kecil.
Similar Articles
NEWS
Alibaba Rilis RynnBrain, Model AI Open Source untuk Robot Fisik
AI
•

NEWS
Alibaba Rilis RynnBrain, Model AI Open Source untuk Robot Fisik
AI
•

NEWS
Anthropic Akui Claude Opus 4.6 Bisa Disalahgunakan untuk Senjata Kimia dan Kejahatan
AI
•

NEWS
Anthropic Akui Claude Opus 4.6 Bisa Disalahgunakan untuk Senjata Kimia dan Kejahatan
AI
•

NEWS
Riset Ungkap AI Sudah Jadi Bagian Operasional Perusahaan, Tantangan Keamanan Makin Kompleks
AI
•

NEWS
Riset Ungkap AI Sudah Jadi Bagian Operasional Perusahaan, Tantangan Keamanan Makin Kompleks
AI
•

NEWS
Kenapa Semua Konten AI Sekarang Punya Tanda Rahasia? Ini Alasan di Baliknya
AI
•

NEWS
Kenapa Semua Konten AI Sekarang Punya Tanda Rahasia? Ini Alasan di Baliknya
AI
•

Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
