
GAMING
|
in this topic.
Tren Gaming Akhirnya Patah, Gamer Kini Lebih Berani Dukung Game Baru dan Ini Kabar Baik
Nathaniel
Senin, 12 Januari 2026 pukul 13.46

Ringkasan
Dibuat oleh AI
Data Steam sepanjang 2025 menunjukkan perubahan besar dalam perilaku gamer. Game baru dan IP segar kini mampu bersaing bahkan mengalahkan franchise lama dalam pendapatan, menandai era baru bagi kreativitas industri game.
Selama bertahun-tahun, industri hiburan besar termasuk game didominasi oleh pola yang sama. Franchise raksasa selalu dianggap sebagai mesin uang utama, sementara judul baru sering dicap berisiko. Nama besar dianggap segalanya. Namun, 2025 membuktikan bahwa pola lama ini mulai runtuh dan hasilnya justru sangat positif.
Di dunia gaming, tahun lalu menjadi momen penting ketika game baru dan tim kreatif segar berhasil mencuri perhatian pasar. Analisis terbaru dari GamesDiscoverCo menunjukkan bahwa pemain kini jauh lebih terbuka terhadap judul baru, bahkan tanpa embel-embel franchise terkenal.
Data Steam memperlihatkan lonjakan signifikan. Jumlah game baru yang masuk ke daftar top-grossing Steam naik dari 24 judul di 2024 menjadi 31 judul di 2025. Lebih menarik lagi, dari 12 game kategori “Platinum” alias penghasil uang terbesar, hanya empat yang berusia lebih dari satu tahun, yaitu Dota 2, Counter-Strike 2, PUBG, dan Apex Legends.
Sisanya diisi oleh game yang relatif baru seperti Monster Hunter Wilds, Kingdom Come Deliverance 2, Arc Raiders, Marvel Rivals, Battlefield 6, Schedule 1, hingga REPO. Bahkan Call of Duty masuk kategori ini lewat kombinasi seri lama dan rilisan terbaru Black Ops 7. Di tier Gold dan Silver, situasinya semakin seimbang. Franchise besar seperti Borderlands dan Assassin’s Creed kini harus berbagi panggung dengan IP segar seperti Clair Obscur: Expedition 33, Split Fiction, dan Dispatch.
Fenomena ini terasa kontras jika dibandingkan dengan data konsol seperti PlayStation, yang masih didominasi game lama seperti Fortnite, GTA 5, dan Minecraft. Namun di PC, terutama lewat Steam, gamer tampaknya lebih eksploratif. Ada banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari jadwal rilis 2025 yang sangat kuat, perbedaan model bisnis antara game full-price dan free-to-play, hingga diskon besar untuk game lama.
Namun satu kesimpulan cukup jelas. Gamer tidak lagi membutuhkan nama besar untuk jatuh cinta pada sebuah game. Word-of-mouth, kualitas gameplay, dan antusiasme komunitas kini jauh lebih berpengaruh. Banyak game baru di 2025 juga bersifat “self-contained”, tidak memaksakan diri menjadi franchise panjang, dan justru terasa segar sebagai pengalaman satu kali yang solid.
Perubahan ini sangat penting bagi industri yang sempat terasa stagnan. Keberanian gamer mencoba hal baru memberi ruang bagi developer untuk bereksperimen tanpa harus selalu bergantung pada IP lama. Meski 2026 hampir pasti akan diwarnai raksasa seperti GTA 6, tren 2025 sudah membuktikan bahwa pemain siap menjelajah dunia baru, bukan sekadar mengulang nostalgia.
Jika tren ini berlanjut, masa depan game akan jauh lebih beragam, kreatif, dan berani. Dan itu adalah kabar baik untuk semua orang.
Similar Articles
NEWS
Tren Gaming Akhirnya Patah, Gamer Kini Lebih Berani Dukung Game Baru dan Ini Kabar Baik
GAMING
•

NEWS
Akhirnya Steam Deck Verified, Satisfactory Dapat Validasi 7 Tahun Setelah Rilis
GAMING
•

NEWS
EA Tutup Game AAA Secara Permanen dalam 24 Jam, Anthem Resmi Tamat
GAMING
•

NEWS
Mekanik Shooter Paling Berpengaruh di Era Xbox 360 Kini Hampir Punah
GAMING
•

NEWS
Crimson Desert Siap Rilis 2026, Open-World RPG Ini Lebih Besar dari Red Dead Redemption 2
GAMING
•

ALSO READ


Tren Gaming Akhirnya Patah, Gamer Kini Lebih Berani Dukung Game Baru dan Ini Kabar Baik
Nathaniel
Senin, 12 Januari 2026 pukul 13.46
GAMING
|
in this topic.
Ringkasan
Dibuat oleh AI
Data Steam sepanjang 2025 menunjukkan perubahan besar dalam perilaku gamer. Game baru dan IP segar kini mampu bersaing bahkan mengalahkan franchise lama dalam pendapatan, menandai era baru bagi kreativitas industri game.
Selama bertahun-tahun, industri hiburan besar termasuk game didominasi oleh pola yang sama. Franchise raksasa selalu dianggap sebagai mesin uang utama, sementara judul baru sering dicap berisiko. Nama besar dianggap segalanya. Namun, 2025 membuktikan bahwa pola lama ini mulai runtuh dan hasilnya justru sangat positif.
Di dunia gaming, tahun lalu menjadi momen penting ketika game baru dan tim kreatif segar berhasil mencuri perhatian pasar. Analisis terbaru dari GamesDiscoverCo menunjukkan bahwa pemain kini jauh lebih terbuka terhadap judul baru, bahkan tanpa embel-embel franchise terkenal.
Data Steam memperlihatkan lonjakan signifikan. Jumlah game baru yang masuk ke daftar top-grossing Steam naik dari 24 judul di 2024 menjadi 31 judul di 2025. Lebih menarik lagi, dari 12 game kategori “Platinum” alias penghasil uang terbesar, hanya empat yang berusia lebih dari satu tahun, yaitu Dota 2, Counter-Strike 2, PUBG, dan Apex Legends.
Sisanya diisi oleh game yang relatif baru seperti Monster Hunter Wilds, Kingdom Come Deliverance 2, Arc Raiders, Marvel Rivals, Battlefield 6, Schedule 1, hingga REPO. Bahkan Call of Duty masuk kategori ini lewat kombinasi seri lama dan rilisan terbaru Black Ops 7. Di tier Gold dan Silver, situasinya semakin seimbang. Franchise besar seperti Borderlands dan Assassin’s Creed kini harus berbagi panggung dengan IP segar seperti Clair Obscur: Expedition 33, Split Fiction, dan Dispatch.
Fenomena ini terasa kontras jika dibandingkan dengan data konsol seperti PlayStation, yang masih didominasi game lama seperti Fortnite, GTA 5, dan Minecraft. Namun di PC, terutama lewat Steam, gamer tampaknya lebih eksploratif. Ada banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari jadwal rilis 2025 yang sangat kuat, perbedaan model bisnis antara game full-price dan free-to-play, hingga diskon besar untuk game lama.
Namun satu kesimpulan cukup jelas. Gamer tidak lagi membutuhkan nama besar untuk jatuh cinta pada sebuah game. Word-of-mouth, kualitas gameplay, dan antusiasme komunitas kini jauh lebih berpengaruh. Banyak game baru di 2025 juga bersifat “self-contained”, tidak memaksakan diri menjadi franchise panjang, dan justru terasa segar sebagai pengalaman satu kali yang solid.
Perubahan ini sangat penting bagi industri yang sempat terasa stagnan. Keberanian gamer mencoba hal baru memberi ruang bagi developer untuk bereksperimen tanpa harus selalu bergantung pada IP lama. Meski 2026 hampir pasti akan diwarnai raksasa seperti GTA 6, tren 2025 sudah membuktikan bahwa pemain siap menjelajah dunia baru, bukan sekadar mengulang nostalgia.
Jika tren ini berlanjut, masa depan game akan jauh lebih beragam, kreatif, dan berani. Dan itu adalah kabar baik untuk semua orang.
Similar Articles
NEWS
Tren Gaming Akhirnya Patah, Gamer Kini Lebih Berani Dukung Game Baru dan Ini Kabar Baik
GAMING
•

NEWS
Tren Gaming Akhirnya Patah, Gamer Kini Lebih Berani Dukung Game Baru dan Ini Kabar Baik
GAMING
•

NEWS
Akhirnya Steam Deck Verified, Satisfactory Dapat Validasi 7 Tahun Setelah Rilis
GAMING
•

NEWS
Akhirnya Steam Deck Verified, Satisfactory Dapat Validasi 7 Tahun Setelah Rilis
GAMING
•

NEWS
EA Tutup Game AAA Secara Permanen dalam 24 Jam, Anthem Resmi Tamat
GAMING
•

NEWS
EA Tutup Game AAA Secara Permanen dalam 24 Jam, Anthem Resmi Tamat
GAMING
•

NEWS
Mekanik Shooter Paling Berpengaruh di Era Xbox 360 Kini Hampir Punah
GAMING
•

NEWS
Mekanik Shooter Paling Berpengaruh di Era Xbox 360 Kini Hampir Punah
GAMING
•

Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.