Developers
|
in this topic.

Studio MindsEye Umumkan PHK Lagi, CEO Singgung Dugaan Spionase dan Sabotase Kriminal

Nathaniel
Selasa, 10 Maret 2026 pukul 19.06

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Studio Build A Rocket Boy, pengembang game MindsEye, kembali mengumumkan PHK karyawan. CEO mereka, Mark Gerhard, menyebut bahwa kegagalan peluncuran game tersebut tidak hanya disebabkan kondisi industri game yang sulit, tetapi juga dugaan spionase terorganisir dan sabotase perusahaan.

Pernyataan ini langsung memicu reaksi negatif dari banyak developer di industri. Sementara itu, MindsEye sendiri sempat viral karena masalah teknis parah saat rilis dan bahkan sempat mendapatkan refund dari PlayStation.

Studio MindsEye Kembali Lakukan PHK

Studio game Build A Rocket Boy kembali mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap sejumlah karyawannya.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Mark Gerhard melalui posting resmi di LinkedIn.

Menurut Gerhard, keputusan tersebut diambil karena kondisi industri game global yang sedang mengalami masa sulit.

Ia menulis bahwa beberapa tahun terakhir menjadi periode yang sangat berat bagi industri game, dengan banyak studio di seluruh dunia terpaksa melakukan restrukturisasi dan PHK.

Namun ia juga menegaskan bahwa keputusan melepas karyawan tetap menjadi langkah yang sangat menyakitkan bagi studio.

Catatan: PHK massal memang sedang terjadi di banyak perusahaan game sejak 2023 hingga 2026, termasuk di studio besar dan publisher global.

CEO Sebut Ada Aktivitas Kriminal di Balik Kegagalan Game

Hal yang membuat pernyataan ini menjadi kontroversial adalah klaim lanjutan dari Gerhard.

Ia mengatakan bahwa kegagalan peluncuran MindsEye tidak hanya disebabkan oleh tantangan produksi atau persaingan pasar.

Menurutnya, studio saat ini sedang menyelidiki aktivitas kriminal yang terjadi di sekitar peluncuran game tersebut.

Gerhard menyebut adanya dugaan:

  • spionase terorganisir

  • sabotase perusahaan

Ia juga mengatakan bahwa investigasi dilakukan bersama mitra eksternal dan penasihat hukum.

Namun detailnya belum bisa dipublikasikan karena kasus tersebut disebut sedang menuju proses hukum.

Reaksi Developer Justru Negatif

Alih alih mendapat simpati, pernyataan tersebut justru memicu kritik dari banyak developer lain di industri game.

Beberapa komentar di LinkedIn menilai bahwa pengumuman PHK seharusnya tidak digabung dengan klaim konspirasi atau sabotase.

Salah satu environmental artist menulis bahwa:

Mengumumkan PHK bersamaan dengan teori konspirasi seperti ini terasa sangat tidak pantas.

Seorang manajer dari studio lain juga mengatakan bahwa karyawan yang terkena PHK seharusnya mendapatkan penghormatan yang lebih baik daripada dijadikan bagian dari narasi seperti itu.

Kritik utama yang muncul adalah bahwa masalah game kemungkinan lebih berkaitan dengan kualitas produk dan keputusan manajemen, bukan faktor eksternal.

Mantan Engineer Mengaku Pernah Mengalami Serangan Online

Meski banyak kritik muncul, ada juga mantan karyawan studio yang memberikan perspektif berbeda.

Seorang mantan platform engineer bernama Jordan Rey mengatakan bahwa ia pernah mengalami serangan dari pihak luar saat bekerja di studio tersebut.

Ia mengklaim ada kelompok tertentu yang membuat server Discord rahasia untuk:

  • menyebarkan informasi pribadi developer (doxing)

  • menghina studio

Menurutnya, situasinya bahkan sempat sampai pada SWATing terhadap rumah pribadinya di Prancis.

Catatan: SWATing adalah tindakan melaporkan ancaman palsu kepada polisi sehingga tim taktis dikirim ke alamat target. Praktik ini termasuk tindakan kriminal serius.

Peluncuran MindsEye Memang Penuh Masalah

Terlepas dari kontroversi tersebut, peluncuran MindsEye sendiri memang mengalami banyak masalah sejak awal.

Setelah rilis pada Juni tahun lalu, media sosial langsung dipenuhi video yang memperlihatkan berbagai bug dan masalah teknis dalam game tersebut.

Situasinya bahkan menjadi cukup serius sampai Sony melalui platform PlayStation 5 mulai memberikan refund kepada pemain.

Langkah seperti ini sangat jarang terjadi.

Sebelumnya hal serupa pernah terjadi saat peluncuran Cyberpunk 2077, yang bahkan sempat ditarik dari PlayStation Store.

Skor Review Sangat Rendah

Masalah teknis dan kritik terhadap gameplay akhirnya berdampak besar pada reputasi game tersebut.

Menurut situs agregator review Metacritic, skor MindsEye saat ini sangat rendah:

  • versi PC: 38

  • versi PS5: 28

Angka ini membuatnya menjadi game dengan rating terendah di Metacritic sepanjang tahun 2025.

Masa Depan Studio Masih Jadi Tanda Tanya

Dengan PHK tambahan dan kontroversi yang muncul, masa depan Build A Rocket Boy kini menjadi tanda tanya bagi banyak orang di industri.

Studio tersebut masih menyatakan bahwa mereka akan terus mengembangkan proyek baru dan berusaha menjaga kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang.

Namun bagi banyak pengamat industri, kasus MindsEye kini menjadi contoh lain betapa sulitnya meluncurkan IP baru di industri game modern, terutama ketika ekspektasi pemain sudah sangat tinggi.

Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.