Saham Nintendo Naik 15% dalam Dua Hari Berkat Kesuksesan Pokémon Pokopia

Ringkasan
Dibuat oleh AI
Harga saham Nintendo mengalami kenaikan signifikan minggu ini setelah peluncuran game Pokémon terbaru, Pokémon Pokopia. Lonjakan ini dipicu oleh kesuksesan awal game tersebut yang langsung mengalami kehabisan stok fisik di berbagai retailer besar di seluruh dunia.
Saham Nintendo Sempat Turun Tajam
Dalam beberapa bulan terakhir, harga saham Nintendo sebenarnya mengalami penurunan cukup signifikan.
Pada 6 November, saham perusahaan sempat berada di angka sekitar ¥14.105 per lembar.
Namun nilainya terus menurun hingga mencapai titik terendah sekitar ¥8.350 pada 13 Februari, yang berarti turun lebih dari 40 persen dari posisi sebelumnya.
Penurunan ini menjadi salah satu periode paling sulit bagi saham Nintendo dalam beberapa waktu terakhir.
Lonjakan Harga Terjadi Minggu Ini
Situasi mulai berubah minggu ini.
Menurut laporan Bloomberg, harga saham Nintendo naik cukup tajam dalam waktu singkat.
Pergerakan harga sahamnya terlihat seperti ini:
Senin: sekitar ¥8.606
Selasa: naik menjadi ¥9.120
Rabu: sempat mencapai ¥10.075
Pada penutupan perdagangan, saham akhirnya berada di sekitar ¥9.932 per lembar.
Jika dihitung sejak awal minggu, kenaikan tersebut mencapai sekitar 15 persen hanya dalam dua hari.
Pokémon Pokopia Jadi Pemicu Kenaikan
Kenaikan ini banyak dikaitkan dengan kesuksesan awal game baru Pokémon Pokopia.
Game tersebut dilaporkan mengalami kekurangan stok versi fisik di berbagai retailer besar.
Di Amerika Serikat, game ini sudah habis di beberapa toko besar seperti:
Walmart
GameStop
Target
Bahkan toko resmi Nintendo juga disebut kehabisan stok.
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah lain seperti Inggris dan Australia.
Menariknya, game ini saat ini menjadi game Pokémon dengan rating tertinggi di Metacritic.
Game yang Awalnya Tidak Banyak Diperhatikan
Menurut analis Hideki Yasuda, kesuksesan Pokopia cukup mengejutkan.
Ia menyebut game tersebut awalnya tidak banyak diperhitungkan oleh pasar.
Namun popularitasnya yang tiba tiba melonjak justru menjadi kabar positif bagi investor.
Analis lain dari Jefferies, Atul Goyal, juga mengatakan bahwa momentum menuju Nintendo Switch 2 ikut membantu memperkuat sentimen positif terhadap saham Nintendo.
Masih Jauh dari Rekor Tertinggi
Walaupun saham Nintendo kembali naik, nilainya masih jauh dari rekor tertinggi perusahaan.
Pada Agustus 2025, saham Nintendo sempat mencapai sekitar ¥14.795 per lembar, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Mengingat angka tersebut sangat tinggi, sebagian analis menilai akan sulit bagi saham Nintendo untuk kembali mencapai level itu dalam waktu dekat.
Biaya Memori Masih Jadi Kekhawatiran
Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, sebelumnya juga mengingatkan bahwa perusahaan masih menghadapi beberapa tantangan.
Salah satunya adalah kenaikan harga memori serta berbagai tarif perdagangan internasional yang mempengaruhi industri teknologi.
Menurut Furukawa, pasar memori saat ini sangat tidak stabil.
Walaupun dampaknya belum terasa langsung pada pendapatan perusahaan, Nintendo tetap memantau situasi tersebut dengan sangat hati hati.



