
GAMING
|
in this topic.
Pemerintah Tegaskan Semua Platform Game Wajib Patuhi Regulasi Perlindungan Anak
Nathaniel
Sabtu, 10 Januari 2026 pukul 12.52

Ringkasan
Dibuat oleh AI
Kementerian Komunikasi dan Digital menekankan kewajiban semua platform game online untuk mematuhi regulasi perlindungan anak. Langkah utama mencakup verifikasi usia berlapis, pembatasan fitur interaksi, serta moderasi konten yang efektif, terutama pada game berbasis user-generated content.
Pemerintah Indonesia kembali menegaskan sikap tegas terkait perlindungan anak di ruang digital. Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan bahwa seluruh platform game online wajib mematuhi regulasi perlindungan anak, tanpa pengecualian.
Penegasan ini disampaikan oleh Alexander Sabar, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital. Ia menyoroti masih banyaknya anak di bawah umur yang bisa mengakses platform game dengan cara menyamar menggunakan akun orang tua.
Menurut Alexander, pemerintah terus berkomunikasi dengan penyedia platform game untuk mengatasi masalah tersebut. Ia menekankan bahwa perlindungan anak harus dilakukan secara sistematis, bukan sekadar formalitas kebijakan.
Beberapa langkah utama yang diwajibkan antara lain penguatan verifikasi usia, pembatasan fitur interaksi seperti chat dan voice, serta moderasi konten yang aktif dan berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting, terutama untuk menekan risiko paparan konten tidak pantas dan interaksi berbahaya bagi anak.
Terkait game berbasis user-generated content, pemerintah telah menetapkan Indonesian Game Rating System atau IGRS sebagai standar klasifikasi usia dan konten. Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai acuan teknis, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami risiko konten digital.
Alexander menjelaskan bahwa perlindungan anak pada game UGC tidak bisa mengandalkan satu pendekatan saja. Diperlukan kombinasi antara penerapan IGRS dan tata kelola platform, yang mencakup moderasi konten aktif, pembatasan komunikasi, verifikasi usia berlapis, serta sinergi dengan berbagai pihak terkait.
Ia menyebut pendekatan ini sebagai kunci untuk menciptakan ekosistem game yang aman bagi anak-anak. Namun, peran orang tua tetap dianggap sangat krusial.
Pemerintah juga mengimbau orang tua agar lebih aktif memantau aktivitas digital anak. Langkah sederhana seperti mengaktifkan fitur parental control, memastikan akun sesuai usia, serta mengawasi penggunaan fitur komunikasi dinilai sangat membantu. Selain itu, anak perlu diedukasi untuk tidak membagikan data pribadi, tidak meminta data orang lain, dan menolak ajakan interaksi dari pihak asing di luar platform game.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, platform, dan orang tua, pemerintah berharap ruang gaming digital di Indonesia bisa menjadi lebih aman, sehat, dan ramah bagi anak-anak.
Similar Articles
NEWS
ARC Raiders Diserbu Isu Cheater, Komunitas Mulai Kehilangan Kesabaran
GAMING
•

NEWS
Kabar Buruk untuk Fans Nintendo Switch, Baldur’s Gate 3 Disebut Tak Akan Hadir
GAMING
•

NEWS
Subnautica 2 Jadi Petualangan Bawah Laut Paling Dinanti Tahun 2026
GAMING
•

NEWS
Game Sega Tiba-Tiba Hilang dari Library PS Plus Sejumlah Pemain PS4 dan PS5
GAMING
•

NEWS
Divinity Terbaru Terinspirasi Baldur’s Gate 3, Larian Isyaratkan Adegan Dewasa Akan Kembali
GAMING
•

ALSO READ


Pemerintah Tegaskan Semua Platform Game Wajib Patuhi Regulasi Perlindungan Anak
Nathaniel
Sabtu, 10 Januari 2026 pukul 12.52
GAMING
|
in this topic.
Ringkasan
Dibuat oleh AI
Kementerian Komunikasi dan Digital menekankan kewajiban semua platform game online untuk mematuhi regulasi perlindungan anak. Langkah utama mencakup verifikasi usia berlapis, pembatasan fitur interaksi, serta moderasi konten yang efektif, terutama pada game berbasis user-generated content.
Pemerintah Indonesia kembali menegaskan sikap tegas terkait perlindungan anak di ruang digital. Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan bahwa seluruh platform game online wajib mematuhi regulasi perlindungan anak, tanpa pengecualian.
Penegasan ini disampaikan oleh Alexander Sabar, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital. Ia menyoroti masih banyaknya anak di bawah umur yang bisa mengakses platform game dengan cara menyamar menggunakan akun orang tua.
Menurut Alexander, pemerintah terus berkomunikasi dengan penyedia platform game untuk mengatasi masalah tersebut. Ia menekankan bahwa perlindungan anak harus dilakukan secara sistematis, bukan sekadar formalitas kebijakan.
Beberapa langkah utama yang diwajibkan antara lain penguatan verifikasi usia, pembatasan fitur interaksi seperti chat dan voice, serta moderasi konten yang aktif dan berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting, terutama untuk menekan risiko paparan konten tidak pantas dan interaksi berbahaya bagi anak.
Terkait game berbasis user-generated content, pemerintah telah menetapkan Indonesian Game Rating System atau IGRS sebagai standar klasifikasi usia dan konten. Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai acuan teknis, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami risiko konten digital.
Alexander menjelaskan bahwa perlindungan anak pada game UGC tidak bisa mengandalkan satu pendekatan saja. Diperlukan kombinasi antara penerapan IGRS dan tata kelola platform, yang mencakup moderasi konten aktif, pembatasan komunikasi, verifikasi usia berlapis, serta sinergi dengan berbagai pihak terkait.
Ia menyebut pendekatan ini sebagai kunci untuk menciptakan ekosistem game yang aman bagi anak-anak. Namun, peran orang tua tetap dianggap sangat krusial.
Pemerintah juga mengimbau orang tua agar lebih aktif memantau aktivitas digital anak. Langkah sederhana seperti mengaktifkan fitur parental control, memastikan akun sesuai usia, serta mengawasi penggunaan fitur komunikasi dinilai sangat membantu. Selain itu, anak perlu diedukasi untuk tidak membagikan data pribadi, tidak meminta data orang lain, dan menolak ajakan interaksi dari pihak asing di luar platform game.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, platform, dan orang tua, pemerintah berharap ruang gaming digital di Indonesia bisa menjadi lebih aman, sehat, dan ramah bagi anak-anak.
Similar Articles
NEWS
ARC Raiders Diserbu Isu Cheater, Komunitas Mulai Kehilangan Kesabaran
GAMING
•

NEWS
ARC Raiders Diserbu Isu Cheater, Komunitas Mulai Kehilangan Kesabaran
GAMING
•

NEWS
Kabar Buruk untuk Fans Nintendo Switch, Baldur’s Gate 3 Disebut Tak Akan Hadir
GAMING
•

NEWS
Kabar Buruk untuk Fans Nintendo Switch, Baldur’s Gate 3 Disebut Tak Akan Hadir
GAMING
•

NEWS
Subnautica 2 Jadi Petualangan Bawah Laut Paling Dinanti Tahun 2026
GAMING
•

NEWS
Subnautica 2 Jadi Petualangan Bawah Laut Paling Dinanti Tahun 2026
GAMING
•

NEWS
Game Sega Tiba-Tiba Hilang dari Library PS Plus Sejumlah Pemain PS4 dan PS5
GAMING
•

NEWS
Game Sega Tiba-Tiba Hilang dari Library PS Plus Sejumlah Pemain PS4 dan PS5
GAMING
•

Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.