FILM

|

in this topic.

Nostalgia Angkat Layar Lebar, “A Step into the Past” Catat Debut Rekor

Nathaniel

Jumat, 09 Januari 2026 pukul 16.51

Ringkasan

Dibuat oleh AI

“A Step into the Past” versi layar lebar sukses besar saat rilis akhir 2025. Mengandalkan reuni pemain asli dan daya tarik nostalgia, film ini mencetak rekor box office di Hong Kong dan Tiongkok daratan, sekaligus memperkenalkan kisah klasik ke generasi baru.

Judul legendaris dari era televisi awal 2000-an kembali mencuri perhatian publik. A Step into the Past, kelanjutan layar lebar dari serial TV Hong Kong ikonik, tampil sebagai kejutan besar di musim film Tahun Baru Tiongkok. Mengandalkan nostalgia sekaligus sentuhan baru, film ini berhasil menarik penonton lintas generasi.

Dirilis pada 31 Desember 2025, film ini mempertemukan kembali para pemain asli seperti Louis Koo, Raymond Lam, dan Jessica Hsuan. Kisahnya melanjutkan cerita yang pertama kali mencuri hati penonton lebih dari dua dekade lalu.

Serial A Step into the Past dikenal luas karena memadukan drama sejarah, perjalanan waktu, dan elemen fiksi ilmiah. Berlatar periode Negara-Negara Berperang di Tiongkok, cerita ini mengikuti seorang agen modern yang terlempar ke masa lalu dan terjebak dalam intrik kekuasaan yang dapat mengubah sejarah. Saat pertama tayang pada 2001, pendekatan berani dan alur cepatnya menjadikan serial ini tonggak budaya pop di dunia berbahasa Tionghoa.

Respons box office untuk versi filmnya datang sangat cepat. Menurut laporan Headline Daily, film ini memecahkan beberapa rekor lokal pada hari pertama penayangan, termasuk jumlah layar terbanyak untuk rilis perdana. Dalam empat hari, pendapatan lokalnya melampaui HK$30 juta. Di Tiongkok daratan, film ini bahkan menembus 100 juta yuan hanya dalam tiga hari.

Di media sosial, banyak penonton menyebut film ini sebagai “nostalgia murni”. Ungkapan rindu masa kecil dan kenangan menonton serial aslinya ramai dibagikan. Bagi penonton lama, film ini terasa seperti pulang ke rumah. Bagi generasi baru, ini menjadi pintu masuk ke kisah klasik yang dulu dianggap revolusioner.

Adaptasi layar lebar ini berusaha menyeimbangkan elemen familiar dengan twist baru. Perjalanan sang tokoh utama berlanjut, sambil tetap mempertahankan daya tarik yang membuat serialnya dicintai. Hasilnya adalah film yang dapat dinikmati oleh penggemar lama sekaligus relevan untuk penonton masa kini.

Untuk saat ini, A Step into the Past membuktikan bahwa keterikatan emosional masih menjadi mesin kuat box office. Pertanyaannya, apakah nostalgia saja cukup untuk menopang industri perfilman Hong Kong dalam jangka panjang, akan dijawab oleh waktu dan respons pasar ke depan.

Nostalgia Angkat Layar Lebar, “A Step into the Past” Catat Debut Rekor

Nathaniel

Jumat, 09 Januari 2026 pukul 16.51

FILM

|

in this topic.

Ringkasan

Dibuat oleh AI

“A Step into the Past” versi layar lebar sukses besar saat rilis akhir 2025. Mengandalkan reuni pemain asli dan daya tarik nostalgia, film ini mencetak rekor box office di Hong Kong dan Tiongkok daratan, sekaligus memperkenalkan kisah klasik ke generasi baru.

Judul legendaris dari era televisi awal 2000-an kembali mencuri perhatian publik. A Step into the Past, kelanjutan layar lebar dari serial TV Hong Kong ikonik, tampil sebagai kejutan besar di musim film Tahun Baru Tiongkok. Mengandalkan nostalgia sekaligus sentuhan baru, film ini berhasil menarik penonton lintas generasi.

Dirilis pada 31 Desember 2025, film ini mempertemukan kembali para pemain asli seperti Louis Koo, Raymond Lam, dan Jessica Hsuan. Kisahnya melanjutkan cerita yang pertama kali mencuri hati penonton lebih dari dua dekade lalu.

Serial A Step into the Past dikenal luas karena memadukan drama sejarah, perjalanan waktu, dan elemen fiksi ilmiah. Berlatar periode Negara-Negara Berperang di Tiongkok, cerita ini mengikuti seorang agen modern yang terlempar ke masa lalu dan terjebak dalam intrik kekuasaan yang dapat mengubah sejarah. Saat pertama tayang pada 2001, pendekatan berani dan alur cepatnya menjadikan serial ini tonggak budaya pop di dunia berbahasa Tionghoa.

Respons box office untuk versi filmnya datang sangat cepat. Menurut laporan Headline Daily, film ini memecahkan beberapa rekor lokal pada hari pertama penayangan, termasuk jumlah layar terbanyak untuk rilis perdana. Dalam empat hari, pendapatan lokalnya melampaui HK$30 juta. Di Tiongkok daratan, film ini bahkan menembus 100 juta yuan hanya dalam tiga hari.

Di media sosial, banyak penonton menyebut film ini sebagai “nostalgia murni”. Ungkapan rindu masa kecil dan kenangan menonton serial aslinya ramai dibagikan. Bagi penonton lama, film ini terasa seperti pulang ke rumah. Bagi generasi baru, ini menjadi pintu masuk ke kisah klasik yang dulu dianggap revolusioner.

Adaptasi layar lebar ini berusaha menyeimbangkan elemen familiar dengan twist baru. Perjalanan sang tokoh utama berlanjut, sambil tetap mempertahankan daya tarik yang membuat serialnya dicintai. Hasilnya adalah film yang dapat dinikmati oleh penggemar lama sekaligus relevan untuk penonton masa kini.

Untuk saat ini, A Step into the Past membuktikan bahwa keterikatan emosional masih menjadi mesin kuat box office. Pertanyaannya, apakah nostalgia saja cukup untuk menopang industri perfilman Hong Kong dalam jangka panjang, akan dijawab oleh waktu dan respons pasar ke depan.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.