
FILM
|
in this topic.
12 Tahun Berlalu, Interstellar Kini Dianggap Klasik Modern, Kata Christopher Nolan
Nathaniel
Kamis, 12 Februari 2026 pukul 16.28

Ringkasan
Dibuat oleh AI
Christopher Nolan mengungkap bahwa Interstellar dulu mendapat respon campuran saat rilis. Namun 12 tahun kemudian, film ini justru dianggap banyak orang sebagai klasik modern. Nolan menyebut perubahan persepsi ini sangat memuaskan.
Film yang Dulu Bikin Perdebatan
Saat pertama rilis, Interstellar bukan film yang langsung dipuja semua orang.
Menurut Christopher Nolan, respon awal terhadap film tersebut cukup ambigu. Beberapa kritikus dan penonton memberikan reaksi yang terkesan dingin atau ragu.
Meski begitu, secara komersial film ini tetap sukses besar secara global.
Nolan bahkan merasa sebagian orang mungkin belum siap dengan pendekatan film tersebut, terutama karena berbeda dari ekspektasi mereka terhadap karya Nolan sebelumnya.
Lebih Baik Dicintai atau Dibenci, Daripada Biasa Saja
Menariknya, Nolan mengatakan ia tidak keberatan jika ada orang yang benar benar tidak suka Interstellar.
Menurutnya, reaksi yang kuat, baik positif maupun negatif, jauh lebih berharga daripada respons datar.
Ia menyebut bahwa hal terburuk bagi seorang sutradara adalah ketika orang hanya berkata filmnya “biasa saja”.
Reputasi yang Terus Tumbuh
Dalam wawancara bersama Timothée Chalamet, Nolan mengatakan bahwa selama bertahun tahun orang lebih sering membicarakan film Batman miliknya.
Namun dalam satu dekade terakhir, justru Interstellar yang paling sering disebut penggemar ketika bertemu dengannya.
Film ini bahkan dirilis ulang dua tahun lalu dan masih menghasilkan sekitar 5 juta dolar. Itu menunjukkan daya tariknya belum hilang meski sudah lebih dari satu dekade.
Film yang Mungkin Terlalu Cepat untuk Zamannya
Nolan juga merasa Interstellar mungkin memang sedikit “lebih cepat” dari zamannya.
Saat proses penyelesaian film, hampir setiap pemutaran uji coba selalu ada penonton yang menangis atau sangat tersentuh secara emosional.
Bagi Nolan, reaksi personal seperti itu sudah cukup. Ia tidak merasa budaya populer harus langsung menerima sebuah film secara instan.
Menurutnya, jika seseorang bisa terhubung secara mendalam dengan film tersebut, berarti tugasnya sebagai pembuat film sudah selesai.
Dari Film Kontroversial Jadi Klasik Modern
Sekarang, banyak penonton dan kritikus mulai melihat Interstellar dengan perspektif berbeda.
Film ini semakin sering disebut sebagai salah satu film sci fi terbaik sepanjang masa.
Perubahan reputasi seperti ini bukan hal baru dalam dunia film. Beberapa karya memang butuh waktu sebelum benar benar dihargai.
Interstellar membuktikan bahwa penilaian terhadap film bisa berubah seiring waktu.
Apa yang dulu dianggap membingungkan atau terlalu ambisius, sekarang justru dilihat sebagai karya visioner.
Bagi Christopher Nolan, melihat filmnya tumbuh menjadi klasik modern bukan sekadar kesuksesan, tapi bukti bahwa koneksi emosional dengan penonton bisa bertahan jauh lebih lama dari reaksi awal.
Similar Articles
NEWS
Demon Slayer Infinity Castle Part 2 Ternyata Rilis Lebih Lama dari Dugaan
FILM
•

NEWS
12 Tahun Berlalu, Interstellar Kini Dianggap Klasik Modern, Kata Christopher Nolan
FILM
•

NEWS
Avatar 3 Tembus 1,4 Miliar Dolar, Tapi Apakah Dua Sekuel Lagi Masih Masuk Akal?
FILM
•

NEWS
Streaming Asia Tenggara Tumbuh 19 Persen, Konten Indonesia Kini Saingi K Drama
FILM
•

ALSO READ


12 Tahun Berlalu, Interstellar Kini Dianggap Klasik Modern, Kata Christopher Nolan
Nathaniel
Kamis, 12 Februari 2026 pukul 16.28
FILM
|
in this topic.
Ringkasan
Dibuat oleh AI
Christopher Nolan mengungkap bahwa Interstellar dulu mendapat respon campuran saat rilis. Namun 12 tahun kemudian, film ini justru dianggap banyak orang sebagai klasik modern. Nolan menyebut perubahan persepsi ini sangat memuaskan.
Film yang Dulu Bikin Perdebatan
Saat pertama rilis, Interstellar bukan film yang langsung dipuja semua orang.
Menurut Christopher Nolan, respon awal terhadap film tersebut cukup ambigu. Beberapa kritikus dan penonton memberikan reaksi yang terkesan dingin atau ragu.
Meski begitu, secara komersial film ini tetap sukses besar secara global.
Nolan bahkan merasa sebagian orang mungkin belum siap dengan pendekatan film tersebut, terutama karena berbeda dari ekspektasi mereka terhadap karya Nolan sebelumnya.
Lebih Baik Dicintai atau Dibenci, Daripada Biasa Saja
Menariknya, Nolan mengatakan ia tidak keberatan jika ada orang yang benar benar tidak suka Interstellar.
Menurutnya, reaksi yang kuat, baik positif maupun negatif, jauh lebih berharga daripada respons datar.
Ia menyebut bahwa hal terburuk bagi seorang sutradara adalah ketika orang hanya berkata filmnya “biasa saja”.
Reputasi yang Terus Tumbuh
Dalam wawancara bersama Timothée Chalamet, Nolan mengatakan bahwa selama bertahun tahun orang lebih sering membicarakan film Batman miliknya.
Namun dalam satu dekade terakhir, justru Interstellar yang paling sering disebut penggemar ketika bertemu dengannya.
Film ini bahkan dirilis ulang dua tahun lalu dan masih menghasilkan sekitar 5 juta dolar. Itu menunjukkan daya tariknya belum hilang meski sudah lebih dari satu dekade.
Film yang Mungkin Terlalu Cepat untuk Zamannya
Nolan juga merasa Interstellar mungkin memang sedikit “lebih cepat” dari zamannya.
Saat proses penyelesaian film, hampir setiap pemutaran uji coba selalu ada penonton yang menangis atau sangat tersentuh secara emosional.
Bagi Nolan, reaksi personal seperti itu sudah cukup. Ia tidak merasa budaya populer harus langsung menerima sebuah film secara instan.
Menurutnya, jika seseorang bisa terhubung secara mendalam dengan film tersebut, berarti tugasnya sebagai pembuat film sudah selesai.
Dari Film Kontroversial Jadi Klasik Modern
Sekarang, banyak penonton dan kritikus mulai melihat Interstellar dengan perspektif berbeda.
Film ini semakin sering disebut sebagai salah satu film sci fi terbaik sepanjang masa.
Perubahan reputasi seperti ini bukan hal baru dalam dunia film. Beberapa karya memang butuh waktu sebelum benar benar dihargai.
Interstellar membuktikan bahwa penilaian terhadap film bisa berubah seiring waktu.
Apa yang dulu dianggap membingungkan atau terlalu ambisius, sekarang justru dilihat sebagai karya visioner.
Bagi Christopher Nolan, melihat filmnya tumbuh menjadi klasik modern bukan sekadar kesuksesan, tapi bukti bahwa koneksi emosional dengan penonton bisa bertahan jauh lebih lama dari reaksi awal.
Similar Articles
NEWS
Demon Slayer Infinity Castle Part 2 Ternyata Rilis Lebih Lama dari Dugaan
FILM
•

NEWS
Demon Slayer Infinity Castle Part 2 Ternyata Rilis Lebih Lama dari Dugaan
FILM
•

NEWS
12 Tahun Berlalu, Interstellar Kini Dianggap Klasik Modern, Kata Christopher Nolan
FILM
•

NEWS
12 Tahun Berlalu, Interstellar Kini Dianggap Klasik Modern, Kata Christopher Nolan
FILM
•

NEWS
Avatar 3 Tembus 1,4 Miliar Dolar, Tapi Apakah Dua Sekuel Lagi Masih Masuk Akal?
FILM
•

NEWS
Avatar 3 Tembus 1,4 Miliar Dolar, Tapi Apakah Dua Sekuel Lagi Masih Masuk Akal?
FILM
•

NEWS
Streaming Asia Tenggara Tumbuh 19 Persen, Konten Indonesia Kini Saingi K Drama
FILM
•

NEWS
Streaming Asia Tenggara Tumbuh 19 Persen, Konten Indonesia Kini Saingi K Drama
FILM
•

Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
