

TECH
|
in this topic.
Modder Satukan PS5, Xbox Series X, dan Switch 2 dalam Satu Mesin
Nathaniel
Rabu, 21 Januari 2026 pukul 13.23

Ringkasan
Dibuat oleh AI
Seorang modder asal Tiongkok menciptakan konsol unik yang menggabungkan PS5, Xbox Series X, dan Switch 2. Satu tombol memungkinkan pergantian sistem secara instan.
Seorang modder asal Tiongkok bernama XNZ melakukan hal yang jarang terpikirkan. Ia menggabungkan PlayStation 5, Xbox Series X, dan Nintendo Switch 2 ke dalam satu mesin bernama Ningtendo PXBOX 5.
Sekilas, perangkat ini terlihat seperti produk elektronik premium. Kenyataannya, ini adalah casing kustom yang menampung tiga konsol berbeda. Sebuah tombol di bagian atas berfungsi untuk berpindah sistem. Lampu indikator di depan berubah warna biru, hijau, atau merah sesuai konsol yang aktif.
Proyek ini pertama kali ditampilkan lewat video pada November lalu dan kembali disorot oleh Tom's Hardware. Ketiga konsol disusun mengelilingi struktur pendingin aluminium yang terinspirasi dari desain Mac Pro 2013, sering dijuluki trash can.

Semua sistem ditenagai satu power supply PC 250 watt. Daya ini cukup untuk menjalankan satu konsol penuh, sementara dua lainnya berada dalam mode siaga. PS5 dan Xbox Series X dibongkar lalu dipasang motherboard-nya ke rangka utama. Switch 2 ditempatkan pada dock khusus, sehingga tetap bisa dilepas dan dimainkan secara portabel.
Secara teknis, perangkat ini bisa dianggap sebagai HDMI switch yang sangat kompleks. Namun daya tariknya bukan hanya fungsi. Menekan satu tombol dan berpindah antar konsol dalam hitungan detik memberikan sensasi yang tidak biasa dan mengesankan.
XNZ mengaku awalnya proyek ini hanya dibuat sebagai lelucon. Namun hasil akhirnya justru terasa fungsional dan bermakna. Ia berharap mesin ini bisa bertahan lama dan menjadi simbol pesan sederhana kepada industri. Hentikan konflik eksklusivitas. Akhiri perang konsol.
Proyek ini mengingatkan pada eksperimen lama seperti Yoshi’s Boxx yang pernah menggabungkan berbagai konsol era awal 2000-an dalam satu perangkat. Bedanya, Ningtendo PXBOX 5 tampil jauh lebih rapi dan modern, namun membawa semangat yang sama. Gila, tidak praktis, tapi penuh pesona.
Similar Articles
NEWS
Modder Satukan PS5, Xbox Series X, dan Switch 2 dalam Satu Mesin
TECH
•
Yesterday

NEWS
Kolaborasi NVIDIA dan Intel Fokus AI, PC Gaming Terancam Lesu di 2026
TECH
•
2 days ago

NEWS
AMD Ryzen 9 Pro 9965X3D Bocor, CPU 16-Core 170W Siap Jadi Flagship Baru?
TECH
•
13 Jan 2026

NEWS
Intel Siapkan Chip Gaming Handheld Baru, Tak Tertutup Kemungkinan Tanpa Windows
TECH
•
6 Jan 2026

NEWS
Microsoft Edge Hadirkan Mode Copilot: Browser Kini Akan Dilengkapi AI
TECH
•
30 Jul 2025

ALSO READ


Modder Satukan PS5, Xbox Series X, dan Switch 2 dalam Satu Mesin
Nathaniel
Rabu, 21 Januari 2026 pukul 13.23
TECH
|
in this topic.
Ringkasan
Dibuat oleh AI
Seorang modder asal Tiongkok menciptakan konsol unik yang menggabungkan PS5, Xbox Series X, dan Switch 2. Satu tombol memungkinkan pergantian sistem secara instan.
Seorang modder asal Tiongkok bernama XNZ melakukan hal yang jarang terpikirkan. Ia menggabungkan PlayStation 5, Xbox Series X, dan Nintendo Switch 2 ke dalam satu mesin bernama Ningtendo PXBOX 5.
Sekilas, perangkat ini terlihat seperti produk elektronik premium. Kenyataannya, ini adalah casing kustom yang menampung tiga konsol berbeda. Sebuah tombol di bagian atas berfungsi untuk berpindah sistem. Lampu indikator di depan berubah warna biru, hijau, atau merah sesuai konsol yang aktif.
Proyek ini pertama kali ditampilkan lewat video pada November lalu dan kembali disorot oleh Tom's Hardware. Ketiga konsol disusun mengelilingi struktur pendingin aluminium yang terinspirasi dari desain Mac Pro 2013, sering dijuluki trash can.

Semua sistem ditenagai satu power supply PC 250 watt. Daya ini cukup untuk menjalankan satu konsol penuh, sementara dua lainnya berada dalam mode siaga. PS5 dan Xbox Series X dibongkar lalu dipasang motherboard-nya ke rangka utama. Switch 2 ditempatkan pada dock khusus, sehingga tetap bisa dilepas dan dimainkan secara portabel.
Secara teknis, perangkat ini bisa dianggap sebagai HDMI switch yang sangat kompleks. Namun daya tariknya bukan hanya fungsi. Menekan satu tombol dan berpindah antar konsol dalam hitungan detik memberikan sensasi yang tidak biasa dan mengesankan.
XNZ mengaku awalnya proyek ini hanya dibuat sebagai lelucon. Namun hasil akhirnya justru terasa fungsional dan bermakna. Ia berharap mesin ini bisa bertahan lama dan menjadi simbol pesan sederhana kepada industri. Hentikan konflik eksklusivitas. Akhiri perang konsol.
Proyek ini mengingatkan pada eksperimen lama seperti Yoshi’s Boxx yang pernah menggabungkan berbagai konsol era awal 2000-an dalam satu perangkat. Bedanya, Ningtendo PXBOX 5 tampil jauh lebih rapi dan modern, namun membawa semangat yang sama. Gila, tidak praktis, tapi penuh pesona.
Similar Articles
NEWS
Modder Satukan PS5, Xbox Series X, dan Switch 2 dalam Satu Mesin
TECH
•
Yesterday

NEWS
Modder Satukan PS5, Xbox Series X, dan Switch 2 dalam Satu Mesin
TECH
•
Yesterday

NEWS
Kolaborasi NVIDIA dan Intel Fokus AI, PC Gaming Terancam Lesu di 2026
TECH
•
2 days ago

NEWS
Kolaborasi NVIDIA dan Intel Fokus AI, PC Gaming Terancam Lesu di 2026
TECH
•
2 days ago

NEWS
AMD Ryzen 9 Pro 9965X3D Bocor, CPU 16-Core 170W Siap Jadi Flagship Baru?
TECH
•
13 Jan 2026

NEWS
AMD Ryzen 9 Pro 9965X3D Bocor, CPU 16-Core 170W Siap Jadi Flagship Baru?
TECH
•
13 Jan 2026

NEWS
Intel Siapkan Chip Gaming Handheld Baru, Tak Tertutup Kemungkinan Tanpa Windows
TECH
•
6 Jan 2026

NEWS
Intel Siapkan Chip Gaming Handheld Baru, Tak Tertutup Kemungkinan Tanpa Windows
TECH
•
6 Jan 2026

Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.