
FILM
|
in this topic.
Mengapa 'Practical Effects' Kembali Menjadi Primadona di Tengah Gempuran CGI yang Makin Sempurna
Nathaniel
Senin, 09 Februari 2026 pukul 18.33

Ringkasan
Dibuat oleh AI
Practical effects seperti ledakan asli, riasan prostetik, dan aksi akrobat nyata kini kembali jadi standar emas di film blockbuster. Meski teknologi komputer (CGI) sudah hampir sempurna, efek fisik punya bobot realisme yang sulit ditiru piksel. Penonton modern mulai merindukan sensasi nyata di layar, yang akhirnya mendorong para sineas untuk membatasi penggunaan layar hijau demi menjaga kualitas emosi dan visual film.
Efek Komputer Sudah Sempurna, Tapi Kok Terasa "Kosong"?
Kita sekarang berada di zaman di mana CGI bisa menghidupkan lagi aktor yang sudah tiada atau menciptakan perang kolosal hanya lewat beberapa klik. Tapi, pernah nggak kamu merasa kalau sebuah adegan aksi yang sangat megah justru terasa kurang gereget atau tampak seperti gim video?
Rasa "palsu" itulah yang mulai bikin penonton jenuh. Inilah alasan utama kenapa practical effects atau efek yang benar-benar terjadi di depan kamera kini naik daun lagi. Penonton butuh sesuatu yang terasa punya massa dan keberadaan nyata di layar lebar.
Alasan di Balik Kembalinya Efek Fisik
Sutradara kelas dunia sekarang mulai berlomba-lomba meminimalisir penggunaan layar hijau (green screen). Ada beberapa alasan kuat yang mendasarinya:
1. Reaksi Aktor yang Lebih Jujur Bayangkan seorang aktor harus akting ketakutan sambil menatap bola tenis yang digantung di depan layar hijau. Bandingkan kalau mereka benar-benar berhadapan dengan robot animatronik raksasa yang bisa bergerak.
Saat aktor berinteraksi dengan benda fisik, reaksi pupil mata, ketegangan otot, sampai nada suara mereka bakal jauh lebih otentik. Penonton bisa merasakan kejujuran dalam akting tersebut karena sang aktor memang melihat ancaman yang nyata di lokasi syuting.
2. Hukum Fisika yang Sulit Ditiru Komputer CGI sering kali gagal meniru secara sempurna bagaimana cahaya memantul pada benda nyata atau bagaimana debu bertebaran saat ledakan terjadi.
Catatan Teknis: Christopher Nolan dalam film Oppenheimer memilih menciptakan efek ledakan atom pakai reaksi kimia dan teknik perspektif kamera. Hasilnya, kobaran api dan guncangannya punya "bobot" yang sangat terasa karena kejadiannya memang nyata secara fisik.
3. Nilai Seni dan Dedikasi Ada kepuasan tersendiri bagi penonton saat tahu sebuah monster dibuat lewat riasan prostetik selama berjam-jam, atau saat melihat Tom Cruise benar-benar mengemudikan pesawat tempur di Top Gun: Maverick. Ini memberikan nilai eksklusivitas dan rasa kagum atas dedikasi para kru film yang tidak bisa digantikan oleh algoritma komputer.
CGI Sebagai "Pendukung", Bukan "Pemeran Utama"
Tren di industri film tahun 2026 bukan lagi soal membuang CGI sepenuhnya, tapi bagaimana menggunakannya dengan lebih bijak. Teknik terbaik saat ini adalah mencampur keduanya.
Metode ini sering disebut sebagai Invisible VFX. CGI dipakai dengan sangat halus hanya untuk memperluas latar belakang atau merapikan detail kecil, sementara objek utama yang bersentuhan langsung dengan aktor tetap menggunakan barang fisik. Hasilnya, penonton nggak sadar kalau ada campur tangan komputer karena fondasi adegannya tetaplah sesuatu yang nyata.
Rindu pada Realitas
Kembalinya practical effects membuktikan kalau secanggih apa pun teknologi, kita akan selalu merindukan realitas. Kita ingin melihat debu yang asli, api yang panas, dan keringat nyata dari para aktor.
Pada akhirnya, film adalah tentang pengalaman manusia. Sesuatu yang bisa disentuh secara fisik akan selalu punya koneksi emosional yang lebih dalam daripada sekadar kumpulan kode di dalam komputer.
Similar Articles
NEWS
Rahasia di Balik Filter "Kuning-Hijau" yang Mengganggu Psikologi
FILM
•

NEWS
Mengapa 'Practical Effects' Kembali Menjadi Primadona di Tengah Gempuran CGI yang Makin Sempurna
FILM
•

NEWS
AI Voice-Cloning Bikin Aktor Hollywood Bisa "Ngomong" Bahasa Indonesia dengan Emosi Asli
FILM
•

NEWS
Film Iron Lung Garapan Markiplier Meledak di Box Office, Bahkan Dev Gamenya Sampai Kaget
FILM
•

ALSO READ


Mengapa 'Practical Effects' Kembali Menjadi Primadona di Tengah Gempuran CGI yang Makin Sempurna
Nathaniel
Senin, 09 Februari 2026 pukul 18.33
FILM
|
in this topic.
Ringkasan
Dibuat oleh AI
Practical effects seperti ledakan asli, riasan prostetik, dan aksi akrobat nyata kini kembali jadi standar emas di film blockbuster. Meski teknologi komputer (CGI) sudah hampir sempurna, efek fisik punya bobot realisme yang sulit ditiru piksel. Penonton modern mulai merindukan sensasi nyata di layar, yang akhirnya mendorong para sineas untuk membatasi penggunaan layar hijau demi menjaga kualitas emosi dan visual film.
Efek Komputer Sudah Sempurna, Tapi Kok Terasa "Kosong"?
Kita sekarang berada di zaman di mana CGI bisa menghidupkan lagi aktor yang sudah tiada atau menciptakan perang kolosal hanya lewat beberapa klik. Tapi, pernah nggak kamu merasa kalau sebuah adegan aksi yang sangat megah justru terasa kurang gereget atau tampak seperti gim video?
Rasa "palsu" itulah yang mulai bikin penonton jenuh. Inilah alasan utama kenapa practical effects atau efek yang benar-benar terjadi di depan kamera kini naik daun lagi. Penonton butuh sesuatu yang terasa punya massa dan keberadaan nyata di layar lebar.
Alasan di Balik Kembalinya Efek Fisik
Sutradara kelas dunia sekarang mulai berlomba-lomba meminimalisir penggunaan layar hijau (green screen). Ada beberapa alasan kuat yang mendasarinya:
1. Reaksi Aktor yang Lebih Jujur Bayangkan seorang aktor harus akting ketakutan sambil menatap bola tenis yang digantung di depan layar hijau. Bandingkan kalau mereka benar-benar berhadapan dengan robot animatronik raksasa yang bisa bergerak.
Saat aktor berinteraksi dengan benda fisik, reaksi pupil mata, ketegangan otot, sampai nada suara mereka bakal jauh lebih otentik. Penonton bisa merasakan kejujuran dalam akting tersebut karena sang aktor memang melihat ancaman yang nyata di lokasi syuting.
2. Hukum Fisika yang Sulit Ditiru Komputer CGI sering kali gagal meniru secara sempurna bagaimana cahaya memantul pada benda nyata atau bagaimana debu bertebaran saat ledakan terjadi.
Catatan Teknis: Christopher Nolan dalam film Oppenheimer memilih menciptakan efek ledakan atom pakai reaksi kimia dan teknik perspektif kamera. Hasilnya, kobaran api dan guncangannya punya "bobot" yang sangat terasa karena kejadiannya memang nyata secara fisik.
3. Nilai Seni dan Dedikasi Ada kepuasan tersendiri bagi penonton saat tahu sebuah monster dibuat lewat riasan prostetik selama berjam-jam, atau saat melihat Tom Cruise benar-benar mengemudikan pesawat tempur di Top Gun: Maverick. Ini memberikan nilai eksklusivitas dan rasa kagum atas dedikasi para kru film yang tidak bisa digantikan oleh algoritma komputer.
CGI Sebagai "Pendukung", Bukan "Pemeran Utama"
Tren di industri film tahun 2026 bukan lagi soal membuang CGI sepenuhnya, tapi bagaimana menggunakannya dengan lebih bijak. Teknik terbaik saat ini adalah mencampur keduanya.
Metode ini sering disebut sebagai Invisible VFX. CGI dipakai dengan sangat halus hanya untuk memperluas latar belakang atau merapikan detail kecil, sementara objek utama yang bersentuhan langsung dengan aktor tetap menggunakan barang fisik. Hasilnya, penonton nggak sadar kalau ada campur tangan komputer karena fondasi adegannya tetaplah sesuatu yang nyata.
Rindu pada Realitas
Kembalinya practical effects membuktikan kalau secanggih apa pun teknologi, kita akan selalu merindukan realitas. Kita ingin melihat debu yang asli, api yang panas, dan keringat nyata dari para aktor.
Pada akhirnya, film adalah tentang pengalaman manusia. Sesuatu yang bisa disentuh secara fisik akan selalu punya koneksi emosional yang lebih dalam daripada sekadar kumpulan kode di dalam komputer.
Similar Articles
NEWS
Rahasia di Balik Filter "Kuning-Hijau" yang Mengganggu Psikologi
FILM
•

NEWS
Rahasia di Balik Filter "Kuning-Hijau" yang Mengganggu Psikologi
FILM
•

NEWS
Mengapa 'Practical Effects' Kembali Menjadi Primadona di Tengah Gempuran CGI yang Makin Sempurna
FILM
•

NEWS
Mengapa 'Practical Effects' Kembali Menjadi Primadona di Tengah Gempuran CGI yang Makin Sempurna
FILM
•

NEWS
AI Voice-Cloning Bikin Aktor Hollywood Bisa "Ngomong" Bahasa Indonesia dengan Emosi Asli
FILM
•

NEWS
AI Voice-Cloning Bikin Aktor Hollywood Bisa "Ngomong" Bahasa Indonesia dengan Emosi Asli
FILM
•

NEWS
Film Iron Lung Garapan Markiplier Meledak di Box Office, Bahkan Dev Gamenya Sampai Kaget
FILM
•

NEWS
Film Iron Lung Garapan Markiplier Meledak di Box Office, Bahkan Dev Gamenya Sampai Kaget
FILM
•

Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
