CONSOLE

|

in this topic.

Kenapa Disk Drive Mulai Hilang dari Konsol Terbaru? Ini Rahasia di Baliknya

Nathaniel

Selasa, 10 Februari 2026 pukul 14.33

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Industri game sedang bergerak menuju masa depan yang sepenuhnya digital. Produsen besar seperti Sony dan Microsoft mulai membuang disk drive demi efisiensi biaya dan desain. Perubahan perilaku kita yang lebih suka langganan model Game Pass serta kecepatan internet yang makin ngebut jadi pendorong utamanya. Artikel ini bakal bahas kenapa kaset mulai punah dan apa dampaknya buat kamu yang hobi koleksi fisik.

Akhir dari Ritual Buka Plastik Kaset

Buat banyak gamer, ada kepuasan yang susah dijelaskan saat beli kaset baru, merobek plastiknya, lalu memasukkannya ke mesin konsol. Tapi di tahun 2026, ritual ini makin langka. PlayStation 6 atau Xbox seri terbaru sekarang tampil lebih polos tanpa celah buat masukin piringan disk.

Fenomena ini sering disebut sebagai Kiamat Konsol Fisik. Tapi sebenarnya apa sih yang bikin perusahaan raksasa ini tega menghilangkan fitur yang sudah ada puluhan tahun?

Alasan di Balik Hilangnya Lubang Kaset

Ada beberapa faktor utama yang bikin produsen konsol lebih memilih jalan digital:

  • Keuntungan Maksimal buat Produsen: Menjual game secara digital itu jauh lebih murah. Mereka nggak perlu lagi keluar duit buat cetak kepingan disk, bikin kotak plastik, sampai bayar ongkos kirim ke toko-toko. Plus, mereka nggak perlu bagi hasil sama toko kaset fisik.

  • Pasar Game Bekas Mulai Dimatikan: Ini rahasia umum yang jarang dibahas blak-blakan. Kalau kamu beli game digital, kamu nggak bisa pinjamkan ke teman atau jual lagi ke toko game bekas kalau sudah tamat. Artinya, semua orang harus beli langsung dari toko resmi kalau mau main.

  • Internet yang Makin Gahar: Dulu, instal game dari disk itu jauh lebih cepat daripada download. Tapi di tahun 2026, internet fiber optik dan Wi-Fi 7 sudah di mana-mana. Download game 100 GB bukan lagi masalah yang bikin emosi.

Catatan Teknis: Secara internal, SSD (penyimpanan) konsol zaman sekarang jauh lebih kencang dibanding kecepatan baca disk drive. Jadi meskipun kamu pakai kaset, konsol tetap bakal menyalin data ke SSD supaya game-nya bisa jalan lancar tanpa lag.

Untung Ruginya Buat Kita sebagai Pemain

Peralihan ke full digital ini punya dua sisi mata uang yang perlu kamu pertimbangkan:

Sisi Praktisnya: Kamu nggak perlu bangun dari sofa cuma buat ganti game. Semua koleksi rapi di layar dan bisa pindah-pindah judul dalam hitungan detik. Benar-benar definisi gaming antiribet.

Sisi Kepemilikannya: Ini yang agak ngeri. Secara hukum, kamu nggak benar-benar memiliki game digital. Kamu cuma beli lisensi buat memainkannya. Kalau suatu saat server ditutup atau akunmu bermasalah, koleksi game itu bisa hilang begitu saja. Hal ini nggak bakal terjadi kalau kamu punya disk fisiknya di tangan.

Kutipan Komunitas Kolektor: "Kaset fisik itu bukti nyata kepemilikan. Digital memang praktis, tapi ada rasa was-was kalau tiba-tiba lisensinya ditarik atau server toko ditutup." — Budi, Kolektor Game Retro.

Koleksi Fisik Bakal Jadi Barang Mewah

Mirip seperti piringan hitam (vinyl) di dunia musik, kaset game kemungkinan nggak akan hilang 100 persen. Mereka bakal berubah jadi barang koleksi yang eksklusif, mahal, dan cuma buat mereka yang rela bayar lebih. Beberapa produsen bahkan sudah mulai menjual disk drive secara terpisah sebagai aksesori tambahan.

Image 1

Digital adalah Masa Depan

Kiamat konsol fisik mungkin terdengar sedih buat para kolektor tua, tapi ini adalah evolusi yang nggak bisa dihindari. Kepraktisan dan kecepatan sekarang jadi prioritas utama. Walaupun rak buku kita mungkin bakal kosong dari kotak plastik, perpustakaan digital kita bakal makin penuh dengan ribuan judul yang siap dimainkan kapan saja.

Kenapa Disk Drive Mulai Hilang dari Konsol Terbaru? Ini Rahasia di Baliknya

Nathaniel

Selasa, 10 Februari 2026 pukul 14.33

CONSOLE

|

in this topic.

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Industri game sedang bergerak menuju masa depan yang sepenuhnya digital. Produsen besar seperti Sony dan Microsoft mulai membuang disk drive demi efisiensi biaya dan desain. Perubahan perilaku kita yang lebih suka langganan model Game Pass serta kecepatan internet yang makin ngebut jadi pendorong utamanya. Artikel ini bakal bahas kenapa kaset mulai punah dan apa dampaknya buat kamu yang hobi koleksi fisik.

Akhir dari Ritual Buka Plastik Kaset

Buat banyak gamer, ada kepuasan yang susah dijelaskan saat beli kaset baru, merobek plastiknya, lalu memasukkannya ke mesin konsol. Tapi di tahun 2026, ritual ini makin langka. PlayStation 6 atau Xbox seri terbaru sekarang tampil lebih polos tanpa celah buat masukin piringan disk.

Fenomena ini sering disebut sebagai Kiamat Konsol Fisik. Tapi sebenarnya apa sih yang bikin perusahaan raksasa ini tega menghilangkan fitur yang sudah ada puluhan tahun?

Alasan di Balik Hilangnya Lubang Kaset

Ada beberapa faktor utama yang bikin produsen konsol lebih memilih jalan digital:

  • Keuntungan Maksimal buat Produsen: Menjual game secara digital itu jauh lebih murah. Mereka nggak perlu lagi keluar duit buat cetak kepingan disk, bikin kotak plastik, sampai bayar ongkos kirim ke toko-toko. Plus, mereka nggak perlu bagi hasil sama toko kaset fisik.

  • Pasar Game Bekas Mulai Dimatikan: Ini rahasia umum yang jarang dibahas blak-blakan. Kalau kamu beli game digital, kamu nggak bisa pinjamkan ke teman atau jual lagi ke toko game bekas kalau sudah tamat. Artinya, semua orang harus beli langsung dari toko resmi kalau mau main.

  • Internet yang Makin Gahar: Dulu, instal game dari disk itu jauh lebih cepat daripada download. Tapi di tahun 2026, internet fiber optik dan Wi-Fi 7 sudah di mana-mana. Download game 100 GB bukan lagi masalah yang bikin emosi.

Catatan Teknis: Secara internal, SSD (penyimpanan) konsol zaman sekarang jauh lebih kencang dibanding kecepatan baca disk drive. Jadi meskipun kamu pakai kaset, konsol tetap bakal menyalin data ke SSD supaya game-nya bisa jalan lancar tanpa lag.

Untung Ruginya Buat Kita sebagai Pemain

Peralihan ke full digital ini punya dua sisi mata uang yang perlu kamu pertimbangkan:

Sisi Praktisnya: Kamu nggak perlu bangun dari sofa cuma buat ganti game. Semua koleksi rapi di layar dan bisa pindah-pindah judul dalam hitungan detik. Benar-benar definisi gaming antiribet.

Sisi Kepemilikannya: Ini yang agak ngeri. Secara hukum, kamu nggak benar-benar memiliki game digital. Kamu cuma beli lisensi buat memainkannya. Kalau suatu saat server ditutup atau akunmu bermasalah, koleksi game itu bisa hilang begitu saja. Hal ini nggak bakal terjadi kalau kamu punya disk fisiknya di tangan.

Kutipan Komunitas Kolektor: "Kaset fisik itu bukti nyata kepemilikan. Digital memang praktis, tapi ada rasa was-was kalau tiba-tiba lisensinya ditarik atau server toko ditutup." — Budi, Kolektor Game Retro.

Koleksi Fisik Bakal Jadi Barang Mewah

Mirip seperti piringan hitam (vinyl) di dunia musik, kaset game kemungkinan nggak akan hilang 100 persen. Mereka bakal berubah jadi barang koleksi yang eksklusif, mahal, dan cuma buat mereka yang rela bayar lebih. Beberapa produsen bahkan sudah mulai menjual disk drive secara terpisah sebagai aksesori tambahan.

Digital adalah Masa Depan

Kiamat konsol fisik mungkin terdengar sedih buat para kolektor tua, tapi ini adalah evolusi yang nggak bisa dihindari. Kepraktisan dan kecepatan sekarang jadi prioritas utama. Walaupun rak buku kita mungkin bakal kosong dari kotak plastik, perpustakaan digital kita bakal makin penuh dengan ribuan judul yang siap dimainkan kapan saja.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.