
|
Mekanik Shooter Paling Berpengaruh di Era Xbox 360 Kini Hampir Punah

Ringkasan
Dibuat oleh AI
Era Xbox 360 melahirkan mekanik cover-based shooting yang membentuk identitas shooter modern. Namun di tengah tren game cepat dan mobilitas tinggi, gaya bermain taktis ini perlahan ditinggalkan.
Era Xbox 360 sering dianggap sebagai masa keemasan game shooter. Bukan hanya karena banyak judul legendaris lahir di periode ini, tetapi juga karena satu mekanik gameplay yang sangat berpengaruh: cover-based shooting. Sayangnya, mekanik tersebut kini hampir sepenuhnya menghilang dari game shooter modern.
Di masa itu, shooter terasa lebih berat, lambat, dan penuh perhitungan. Gerakan tidak serba cepat, tembakan tidak asal spam, dan setiap keputusan punya konsekuensi. Pemain dipaksa berhenti sejenak, membaca situasi, lalu bergerak dengan penuh komitmen. Ketegangan dibangun dari posisi dan timing, bukan sekadar refleks super cepat.
Game seperti Gears of War menjadi simbol utama pendekatan ini. Pertarungan multiplayer-nya terasa seperti duel. Bukan soal siapa paling lincah, tetapi siapa yang paling sabar dan pintar membaca celah. Berlindung di balik tembok, menunggu musuh lengah, lalu berpindah cover dengan risiko tinggi, itulah inti permainannya.
Pengaruh cover-based shooting menyebar luas. Mass Effect memadukannya dengan elemen RPG, memungkinkan pemain mengatur posisi tim dan mengontrol ruang pertempuran. Bahkan game yang tidak sepenuhnya shooter taktis seperti Max Payne 3 dan Uncharted tetap mengandalkan sistem cover untuk menciptakan pacing sinematik dan dramatis.
Pendekatan ini sangat masuk akal pada masanya. Keterbatasan hardware dan kontrol analog membuat aiming presisi sulit dilakukan. Cover memberi struktur, memperlambat tempo, dan membuat pertempuran lebih mudah dibaca. Banyak pemain mengenang era ini sebagai masa ketika shooter terasa lebih strategis dan penuh tensi.
Namun, tren industri berubah. Shooter modern kini didominasi mobilitas tinggi, sliding, wall-running, grappling hook, dan tempo super cepat. Cover dianggap memperlambat ritme dan menghambat flow. Akibatnya, mekanik yang dulu mendefinisikan satu generasi kini tersingkir, tersisa hanya sebagai jejak sejarah desain game.
Ironisnya, ketika cover-based shooting menghilang, sebagian pemain justru merindukan sensasi taktis dan ketegangan yang dulu ditawarkannya. Sebuah pengingat bahwa evolusi game tidak selalu berarti semua yang lama layak ditinggalkan.
Developer The Witcher Tak Sengaja “Menghapus” Karakter Penting, Tester Harus Main Ulang dari Awal

Player Dune: Awakening Buktikan Dungeon Bisa Ditamatkan Sendirian – Bahkan Tanpa Armor

Mario Kart Arcade yang Terlupakan Akhirnya Bisa Dimainkan Lagi Setelah 21 Tahun

Assassin’s Creed Black Flag Resynced Dikabarkan Akan Diungkap April 2026



Mekanik Shooter Paling Berpengaruh di Era Xbox 360 Kini Hampir Punah
Nathaniel
Senin, 12 Januari 2026 pukul 13.35
GAMING
|
in this topic.
Ringkasan
Dibuat oleh AI
Era Xbox 360 melahirkan mekanik cover-based shooting yang membentuk identitas shooter modern. Namun di tengah tren game cepat dan mobilitas tinggi, gaya bermain taktis ini perlahan ditinggalkan.
Era Xbox 360 sering dianggap sebagai masa keemasan game shooter. Bukan hanya karena banyak judul legendaris lahir di periode ini, tetapi juga karena satu mekanik gameplay yang sangat berpengaruh: cover-based shooting. Sayangnya, mekanik tersebut kini hampir sepenuhnya menghilang dari game shooter modern.
Di masa itu, shooter terasa lebih berat, lambat, dan penuh perhitungan. Gerakan tidak serba cepat, tembakan tidak asal spam, dan setiap keputusan punya konsekuensi. Pemain dipaksa berhenti sejenak, membaca situasi, lalu bergerak dengan penuh komitmen. Ketegangan dibangun dari posisi dan timing, bukan sekadar refleks super cepat.
Game seperti Gears of War menjadi simbol utama pendekatan ini. Pertarungan multiplayer-nya terasa seperti duel. Bukan soal siapa paling lincah, tetapi siapa yang paling sabar dan pintar membaca celah. Berlindung di balik tembok, menunggu musuh lengah, lalu berpindah cover dengan risiko tinggi, itulah inti permainannya.
Pengaruh cover-based shooting menyebar luas. Mass Effect memadukannya dengan elemen RPG, memungkinkan pemain mengatur posisi tim dan mengontrol ruang pertempuran. Bahkan game yang tidak sepenuhnya shooter taktis seperti Max Payne 3 dan Uncharted tetap mengandalkan sistem cover untuk menciptakan pacing sinematik dan dramatis.
Pendekatan ini sangat masuk akal pada masanya. Keterbatasan hardware dan kontrol analog membuat aiming presisi sulit dilakukan. Cover memberi struktur, memperlambat tempo, dan membuat pertempuran lebih mudah dibaca. Banyak pemain mengenang era ini sebagai masa ketika shooter terasa lebih strategis dan penuh tensi.
Namun, tren industri berubah. Shooter modern kini didominasi mobilitas tinggi, sliding, wall-running, grappling hook, dan tempo super cepat. Cover dianggap memperlambat ritme dan menghambat flow. Akibatnya, mekanik yang dulu mendefinisikan satu generasi kini tersingkir, tersisa hanya sebagai jejak sejarah desain game.
Ironisnya, ketika cover-based shooting menghilang, sebagian pemain justru merindukan sensasi taktis dan ketegangan yang dulu ditawarkannya. Sebuah pengingat bahwa evolusi game tidak selalu berarti semua yang lama layak ditinggalkan.
Similar Articles
Developer The Witcher Tak Sengaja “Menghapus” Karakter Penting, Tester Harus Main Ulang dari Awal

Player Dune: Awakening Buktikan Dungeon Bisa Ditamatkan Sendirian – Bahkan Tanpa Armor

Mario Kart Arcade yang Terlupakan Akhirnya Bisa Dimainkan Lagi Setelah 21 Tahun

Assassin’s Creed Black Flag Resynced Dikabarkan Akan Diungkap April 2026

