GAMING

|

in this topic.

Mantan Bos Assassin’s Creed Gugat Ubisoft Hampir 1 Juta Dolar, Klaim Pemecatan Terselubung

Nathaniel

Selasa, 20 Januari 2026 pukul 12.20

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Marc-Alexis Côté, figur kunci di balik kesuksesan Assassin’s Creed, menggugat Ubisoft di Quebec dengan klaim pemecatan terselubung. Ia menilai perannya dipangkas signifikan setelah pembentukan Vantage Studios, sehingga pengunduran dirinya tidak sepenuhnya sukarela.

Mantan pimpinan waralaba Assassin’s Creed, Marc-Alexis Côté, resmi menggugat Ubisoft dengan tuntutan ganti rugi 1,3 juta dolar Kanada, setara hampir 1 juta dolar AS. Gugatan ini diajukan ke Pengadilan Tinggi Quebec dan pertama kali dilaporkan oleh Radio-Canada.

Côté meninggalkan Ubisoft hanya tujuh bulan setelah rilis Assassin’s Creed Shadows, salah satu judul tersukses dalam sejarah seri tersebut. Sehari setelah Ubisoft mengumumkan kepergiannya, Côté menegaskan bahwa keputusannya bukan pilihan pribadi. Sebelumnya, ia juga tampil membela game tersebut saat mendapat kritik keras dari figur publik, termasuk Elon Musk.

Dalam pernyataan LinkedIn pada Oktober lalu, Côté mengungkap bahwa Ubisoft menawarinya peran di studio baru bernama Vantage Studios. Namun posisi itu, menurutnya, tidak memiliki cakupan, mandat, atau kesinambungan dengan tanggung jawab besar yang ia emban selama bertahun-tahun. Ia menyiratkan kekecewaan mendalam dan menyebut dirinya sebagai kapten kapal Assassin’s Creed yang baru pergi ketika semua awak aman.

Gugatan hukum menyatakan bahwa pengaruh Côté menyusut drastis setelah Vantage Studios mengambil alih kendali Assassin’s Creed. Sebelumnya, ia melapor langsung kepada CEO Yves Guillemot. Struktur baru menempatkannya sebagai kepala produksi yang harus melapor kepada kepala waralaba, sebuah posisi yang mengawasi Assassin’s Creed, Far Cry, dan Rainbow Six.

Côté tidak dipertimbangkan untuk posisi kepala waralaba karena jabatan tersebut berbasis di Prancis, bukan Quebec. Ia menilai pilihannya hanya dua, menerima penurunan peran yang signifikan atau mengundurkan diri. Dalam gugatan, kondisi ini dikategorikan sebagai pemecatan terselubung, yaitu situasi ketika lingkungan kerja berubah menjadi tidak dapat diterima sehingga pengunduran diri dianggap tidak sukarela.

Konsistensi sikap Côté terlihat dari pernyataannya sejak Oktober, saat ia menulis bahwa dirinya tidak pergi begitu saja dan tetap bertahan sampai Ubisoft memintanya menepi. Côté telah terlibat dalam Assassin’s Creed sejak 2010, dimulai dari pengembangan Assassin’s Creed: Brotherhood.

Kasus ini menambah sorotan pada dinamika internal Ubisoft di tengah restrukturisasi besar. Hasil gugatan berpotensi berdampak luas, bukan hanya bagi Côté, tetapi juga bagi cara perusahaan game besar mengelola talenta senior dan perubahan struktur kepemimpinan.

Mantan Bos Assassin’s Creed Gugat Ubisoft Hampir 1 Juta Dolar, Klaim Pemecatan Terselubung

Nathaniel

Selasa, 20 Januari 2026 pukul 12.20

GAMING

|

in this topic.

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Marc-Alexis Côté, figur kunci di balik kesuksesan Assassin’s Creed, menggugat Ubisoft di Quebec dengan klaim pemecatan terselubung. Ia menilai perannya dipangkas signifikan setelah pembentukan Vantage Studios, sehingga pengunduran dirinya tidak sepenuhnya sukarela.

Mantan pimpinan waralaba Assassin’s Creed, Marc-Alexis Côté, resmi menggugat Ubisoft dengan tuntutan ganti rugi 1,3 juta dolar Kanada, setara hampir 1 juta dolar AS. Gugatan ini diajukan ke Pengadilan Tinggi Quebec dan pertama kali dilaporkan oleh Radio-Canada.

Côté meninggalkan Ubisoft hanya tujuh bulan setelah rilis Assassin’s Creed Shadows, salah satu judul tersukses dalam sejarah seri tersebut. Sehari setelah Ubisoft mengumumkan kepergiannya, Côté menegaskan bahwa keputusannya bukan pilihan pribadi. Sebelumnya, ia juga tampil membela game tersebut saat mendapat kritik keras dari figur publik, termasuk Elon Musk.

Dalam pernyataan LinkedIn pada Oktober lalu, Côté mengungkap bahwa Ubisoft menawarinya peran di studio baru bernama Vantage Studios. Namun posisi itu, menurutnya, tidak memiliki cakupan, mandat, atau kesinambungan dengan tanggung jawab besar yang ia emban selama bertahun-tahun. Ia menyiratkan kekecewaan mendalam dan menyebut dirinya sebagai kapten kapal Assassin’s Creed yang baru pergi ketika semua awak aman.

Gugatan hukum menyatakan bahwa pengaruh Côté menyusut drastis setelah Vantage Studios mengambil alih kendali Assassin’s Creed. Sebelumnya, ia melapor langsung kepada CEO Yves Guillemot. Struktur baru menempatkannya sebagai kepala produksi yang harus melapor kepada kepala waralaba, sebuah posisi yang mengawasi Assassin’s Creed, Far Cry, dan Rainbow Six.

Côté tidak dipertimbangkan untuk posisi kepala waralaba karena jabatan tersebut berbasis di Prancis, bukan Quebec. Ia menilai pilihannya hanya dua, menerima penurunan peran yang signifikan atau mengundurkan diri. Dalam gugatan, kondisi ini dikategorikan sebagai pemecatan terselubung, yaitu situasi ketika lingkungan kerja berubah menjadi tidak dapat diterima sehingga pengunduran diri dianggap tidak sukarela.

Konsistensi sikap Côté terlihat dari pernyataannya sejak Oktober, saat ia menulis bahwa dirinya tidak pergi begitu saja dan tetap bertahan sampai Ubisoft memintanya menepi. Côté telah terlibat dalam Assassin’s Creed sejak 2010, dimulai dari pengembangan Assassin’s Creed: Brotherhood.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.