
GAMING
|
in this topic.
Hero Shooter Highguard Disorot di Game Awards, Ternyata Tidak Bayar Slot Trailer
Nathaniel
Selasa, 20 Januari 2026 pukul 12.33

Ringkasan
Dibuat oleh AI
Highguard menjadi sasaran kritik setelah tampil sebagai penutup Game Awards. Menariknya, laporan menyebut pengembang tidak membayar slot tersebut. Keputusan itu datang dari penyelenggara yang menilai Highguard pantas mendapat panggung besar, meski reaksi publik justru berbalik tajam.
Hero shooter Highguard mendadak menjadi bahan perbincangan panas setelah tampil sebagai pengumuman terakhir di The Game Awards. Bukan karena hype positif, melainkan gelombang kritik dan ejekan yang langsung membanjiri media sosial dan YouTube.
Banyak penonton merasa pengumuman penutup seharusnya diisi game berskala besar, seperti Monster Hunter Wilds atau demo teknologi ambisius ala Unreal Engine. Ketika Highguard muncul, ekspektasi tersebut runtuh. Trailer perdananya langsung diserbu komentar bernada sinis, dengan lebih dari 2.400 dislike berbanding sekitar 500 like di jam-jam awal.
Sebagian kritik berangkat dari asumsi bahwa studio Highguard telah membayar mahal demi mendapatkan slot prestisius tersebut. Di industri, biaya enam digit dolar AS untuk trailer berdurasi satu menit bukan hal aneh. Namun laporan dari Forbes justru mengungkap fakta sebaliknya.
Menurut laporan tersebut, Highguard tidak membayar apa pun untuk tampil di posisi penutup. Slot itu diberikan langsung oleh showrunner Geoff Keighley, yang disebut benar-benar menyukai game tersebut dan merasa Highguard layak mendapat sorotan utama.
Situasi ini jelas bukan hasil yang diharapkan. Alih-alih dorongan pemasaran besar, sorotan tersebut malah membuat Highguard menghadapi opini publik yang jauh lebih keras. Banyak komentar menyebut game ini memiliki “vibes Concord”, merujuk pada Concord yang gagal total hanya beberapa minggu setelah rilis.
Padahal, menurut analisis Andy Chalk dari PC Gamer, Highguard tidak tampak sebagai game yang buruk. Masalah utamanya adalah kesan terlalu umum dan kurang menonjol. Ironisnya, game dengan masalah desain yang lebih serius justru sering lolos dari hujatan sekeras ini.
Perbandingan dengan pendekatan Apex Legends pun mencuat. Apex memilih strategi shadow drop tanpa promosi awal dan membiarkan gameplay berbicara sendiri. Strategi itu berhasil menghindari prasangka terhadap genre hero shooter yang sudah jenuh. Highguard justru mendapat sorotan maksimal di momen yang salah.
Kini, Highguard tidak lagi dipandang sekadar sebagai satu dari banyak hero shooter. Ia menjadi “hero shooter itu”, simbol kejenuhan genre di mata sebagian gamer. Beban ini membuat perjalanan Highguard untuk membuktikan kualitasnya menjadi jauh lebih berat.
Meski begitu, tidak sedikit yang menilai Highguard menjadi target empuk kebencian berbasis tren dan meme, sesuatu yang juga pernah dialami game lain seperti Assassin’s Creed Shadows atau Star Wars Outlaws. Apakah Highguard mampu membalikkan persepsi ini, jawabannya baru akan terlihat saat game tersebut benar-benar bisa dimainkan.
Similar Articles
NEWS
Valve Perjelas Kebijakan AI di Steam, Fokus ke Konten yang Dikonsumsi Pemain
GAMING
•

NEWS
Hill Climb Racing Tembus 2 Miliar Unduhan di Seluruh Dunia
GAMING
•

NEWS
M7 World Championship Pecahkan Rekor dengan Lebih dari 4,8 Juta Penonton
GAMING
•

NEWS
Capcom Dikabarkan Siapkan Remake Resident Evil Code Veronica
GAMING
•

NEWS
RuneScape Siap Buang Treasure Hunter, Rombak Combat di Perayaan 25 Tahun
GAMING
•

ALSO READ


Hero Shooter Highguard Disorot di Game Awards, Ternyata Tidak Bayar Slot Trailer
Nathaniel
Selasa, 20 Januari 2026 pukul 12.33
GAMING
|
in this topic.
Ringkasan
Dibuat oleh AI
Highguard menjadi sasaran kritik setelah tampil sebagai penutup Game Awards. Menariknya, laporan menyebut pengembang tidak membayar slot tersebut. Keputusan itu datang dari penyelenggara yang menilai Highguard pantas mendapat panggung besar, meski reaksi publik justru berbalik tajam.
Hero shooter Highguard mendadak menjadi bahan perbincangan panas setelah tampil sebagai pengumuman terakhir di The Game Awards. Bukan karena hype positif, melainkan gelombang kritik dan ejekan yang langsung membanjiri media sosial dan YouTube.
Banyak penonton merasa pengumuman penutup seharusnya diisi game berskala besar, seperti Monster Hunter Wilds atau demo teknologi ambisius ala Unreal Engine. Ketika Highguard muncul, ekspektasi tersebut runtuh. Trailer perdananya langsung diserbu komentar bernada sinis, dengan lebih dari 2.400 dislike berbanding sekitar 500 like di jam-jam awal.
Sebagian kritik berangkat dari asumsi bahwa studio Highguard telah membayar mahal demi mendapatkan slot prestisius tersebut. Di industri, biaya enam digit dolar AS untuk trailer berdurasi satu menit bukan hal aneh. Namun laporan dari Forbes justru mengungkap fakta sebaliknya.
Menurut laporan tersebut, Highguard tidak membayar apa pun untuk tampil di posisi penutup. Slot itu diberikan langsung oleh showrunner Geoff Keighley, yang disebut benar-benar menyukai game tersebut dan merasa Highguard layak mendapat sorotan utama.
Situasi ini jelas bukan hasil yang diharapkan. Alih-alih dorongan pemasaran besar, sorotan tersebut malah membuat Highguard menghadapi opini publik yang jauh lebih keras. Banyak komentar menyebut game ini memiliki “vibes Concord”, merujuk pada Concord yang gagal total hanya beberapa minggu setelah rilis.
Padahal, menurut analisis Andy Chalk dari PC Gamer, Highguard tidak tampak sebagai game yang buruk. Masalah utamanya adalah kesan terlalu umum dan kurang menonjol. Ironisnya, game dengan masalah desain yang lebih serius justru sering lolos dari hujatan sekeras ini.
Perbandingan dengan pendekatan Apex Legends pun mencuat. Apex memilih strategi shadow drop tanpa promosi awal dan membiarkan gameplay berbicara sendiri. Strategi itu berhasil menghindari prasangka terhadap genre hero shooter yang sudah jenuh. Highguard justru mendapat sorotan maksimal di momen yang salah.
Kini, Highguard tidak lagi dipandang sekadar sebagai satu dari banyak hero shooter. Ia menjadi “hero shooter itu”, simbol kejenuhan genre di mata sebagian gamer. Beban ini membuat perjalanan Highguard untuk membuktikan kualitasnya menjadi jauh lebih berat.
Meski begitu, tidak sedikit yang menilai Highguard menjadi target empuk kebencian berbasis tren dan meme, sesuatu yang juga pernah dialami game lain seperti Assassin’s Creed Shadows atau Star Wars Outlaws. Apakah Highguard mampu membalikkan persepsi ini, jawabannya baru akan terlihat saat game tersebut benar-benar bisa dimainkan.
Similar Articles
NEWS
Valve Perjelas Kebijakan AI di Steam, Fokus ke Konten yang Dikonsumsi Pemain
GAMING
•

NEWS
Valve Perjelas Kebijakan AI di Steam, Fokus ke Konten yang Dikonsumsi Pemain
GAMING
•

NEWS
Hill Climb Racing Tembus 2 Miliar Unduhan di Seluruh Dunia
GAMING
•

NEWS
Hill Climb Racing Tembus 2 Miliar Unduhan di Seluruh Dunia
GAMING
•

NEWS
M7 World Championship Pecahkan Rekor dengan Lebih dari 4,8 Juta Penonton
GAMING
•

NEWS
M7 World Championship Pecahkan Rekor dengan Lebih dari 4,8 Juta Penonton
GAMING
•

NEWS
Capcom Dikabarkan Siapkan Remake Resident Evil Code Veronica
GAMING
•

NEWS
Capcom Dikabarkan Siapkan Remake Resident Evil Code Veronica
GAMING
•

Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.