GAMING

|

in this topic.

Final Fantasy 7 Remake Part 3 Tetap Pakai Unreal Engine 4, Ini Alasan Square Enix

Nathaniel

Kamis, 29 Januari 2026 pukul 11.34

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Co-director Final Fantasy 7 Remake trilogy mengonfirmasi bahwa game ketiga tetap dikembangkan dengan Unreal Engine 4. Keputusan ini diambil karena tim sudah memodifikasi engine tersebut secara mendalam dan ingin menjaga proses produksi tetap stabil.

Square Enix akhirnya mengonfirmasi teknologi yang akan digunakan untuk game ketiga dalam trilogi Final Fantasy 7 Remake. Meski banyak penggemar berharap studio beralih ke Unreal Engine 5, kenyataannya proyek penutup ini tetap dikembangkan menggunakan Unreal Engine 4.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh co-director trilogi tersebut, Naoki Hamaguchi, dalam wawancara terbarunya bersama Gamespot. Dua game sebelumnya, yaitu Final Fantasy 7 Remake dan Final Fantasy 7 Rebirth, memang sudah menggunakan Unreal Engine 4. Sejak lama muncul spekulasi apakah Square Enix akan memanfaatkan Unreal Engine 5 yang menawarkan teknologi grafis lebih mutakhir untuk chapter terakhir.

Pada 2024 lalu, Hamaguchi sempat mengungkap bahwa tim pengembang sedang mempertimbangkan kemungkinan berpindah ke Unreal Engine 5. Saat itu, Square Enix menimbang kelebihan dan kekurangannya, termasuk apakah perubahan engine justru bisa mempercepat produksi atau malah memperlambat.

Namun kini keputusan sudah final. Menurut Hamaguchi, meskipun Unreal Engine 4 tergolong lebih lama dibanding versi terbaru, tim Square Enix telah melakukan banyak modifikasi pada engine tersebut agar sesuai dengan kebutuhan pengembangan Final Fantasy 7 Remake.

Ia menjelaskan bahwa menggunakan teknologi yang sudah mereka kuasai sepenuhnya jauh lebih menguntungkan dibanding harus beradaptasi ulang dengan engine baru. Banyak sistem internal sudah disesuaikan, mulai dari pipeline grafis, manajemen dunia game, hingga tools khusus untuk storytelling dan pertarungan. Berpindah ke Unreal Engine 5 justru berisiko menciptakan hambatan teknis baru. Dengan tetap menggunakan Unreal Engine 4, proses transisi dari Rebirth ke Part 3 bisa berjalan lebih mulus dan efisien.

Selain membahas engine, Hamaguchi juga mengonfirmasi bahwa judul resmi game ketiga sudah ditentukan. Keputusan akhir berada di tangan creative director Tetsuya Nomura dan dipilih setelah diskusi panjang sejak Paris Games Week tahun lalu. Meski belum diumumkan ke publik, Square Enix memastikan nama tersebut sudah dikunci dan siap diperkenalkan di waktu yang tepat.

Keputusan mempertahankan Unreal Engine 4 juga membawa kabar baik bagi pemilik Nintendo Switch 2. Final Fantasy 7 Remake baru saja dirilis di konsol handheld terbaru Nintendo tersebut, dan Hamaguchi kembali menegaskan bahwa Rebirth serta Part 3 juga akan menyusul. Dengan engine yang konsisten di seluruh trilogi, peluang porting ke Switch 2 dinilai lebih realistis dan stabil dari sisi performa.

Bagi penggemar, langkah ini mungkin terasa konservatif, tetapi dari sisi pengembangan, keputusan tersebut masuk akal. Fokus utama Square Enix saat ini tampaknya adalah menyelesaikan trilogi secepat mungkin tanpa mengorbankan kualitas. Dengan fondasi teknologi yang sudah matang, game ketiga diharapkan bisa menghadirkan penutup epik bagi kisah Cloud dan kawan-kawan.

Final Fantasy 7 Remake Part 3 Tetap Pakai Unreal Engine 4, Ini Alasan Square Enix

Nathaniel

Kamis, 29 Januari 2026 pukul 11.34

GAMING

|

in this topic.

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Co-director Final Fantasy 7 Remake trilogy mengonfirmasi bahwa game ketiga tetap dikembangkan dengan Unreal Engine 4. Keputusan ini diambil karena tim sudah memodifikasi engine tersebut secara mendalam dan ingin menjaga proses produksi tetap stabil.

Square Enix akhirnya mengonfirmasi teknologi yang akan digunakan untuk game ketiga dalam trilogi Final Fantasy 7 Remake. Meski banyak penggemar berharap studio beralih ke Unreal Engine 5, kenyataannya proyek penutup ini tetap dikembangkan menggunakan Unreal Engine 4.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh co-director trilogi tersebut, Naoki Hamaguchi, dalam wawancara terbarunya bersama Gamespot. Dua game sebelumnya, yaitu Final Fantasy 7 Remake dan Final Fantasy 7 Rebirth, memang sudah menggunakan Unreal Engine 4. Sejak lama muncul spekulasi apakah Square Enix akan memanfaatkan Unreal Engine 5 yang menawarkan teknologi grafis lebih mutakhir untuk chapter terakhir.

Pada 2024 lalu, Hamaguchi sempat mengungkap bahwa tim pengembang sedang mempertimbangkan kemungkinan berpindah ke Unreal Engine 5. Saat itu, Square Enix menimbang kelebihan dan kekurangannya, termasuk apakah perubahan engine justru bisa mempercepat produksi atau malah memperlambat.

Namun kini keputusan sudah final. Menurut Hamaguchi, meskipun Unreal Engine 4 tergolong lebih lama dibanding versi terbaru, tim Square Enix telah melakukan banyak modifikasi pada engine tersebut agar sesuai dengan kebutuhan pengembangan Final Fantasy 7 Remake.

Ia menjelaskan bahwa menggunakan teknologi yang sudah mereka kuasai sepenuhnya jauh lebih menguntungkan dibanding harus beradaptasi ulang dengan engine baru. Banyak sistem internal sudah disesuaikan, mulai dari pipeline grafis, manajemen dunia game, hingga tools khusus untuk storytelling dan pertarungan. Berpindah ke Unreal Engine 5 justru berisiko menciptakan hambatan teknis baru. Dengan tetap menggunakan Unreal Engine 4, proses transisi dari Rebirth ke Part 3 bisa berjalan lebih mulus dan efisien.

Selain membahas engine, Hamaguchi juga mengonfirmasi bahwa judul resmi game ketiga sudah ditentukan. Keputusan akhir berada di tangan creative director Tetsuya Nomura dan dipilih setelah diskusi panjang sejak Paris Games Week tahun lalu. Meski belum diumumkan ke publik, Square Enix memastikan nama tersebut sudah dikunci dan siap diperkenalkan di waktu yang tepat.

Keputusan mempertahankan Unreal Engine 4 juga membawa kabar baik bagi pemilik Nintendo Switch 2. Final Fantasy 7 Remake baru saja dirilis di konsol handheld terbaru Nintendo tersebut, dan Hamaguchi kembali menegaskan bahwa Rebirth serta Part 3 juga akan menyusul. Dengan engine yang konsisten di seluruh trilogi, peluang porting ke Switch 2 dinilai lebih realistis dan stabil dari sisi performa.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.