
GAMING
|
in this topic.
Eks Produser World of Warcraft Gabung MMO League of Legends, Riot Isyaratkan Pengembangan Lebih Cepat
Nathaniel
Rabu, 21 Januari 2026 pukul 13.15

Ringkasan
Dibuat oleh AI
Raymond Bartos, mantan produser World of Warcraft, resmi bergabung dengan proyek MMO League of Legends. Ia kembali bekerja dengan sesama veteran WoW dan memberi sinyal progres pengembangan akan berjalan lebih cepat.
Proyek MMO League of Legends kembali menunjukkan tanda kehidupan. Riot Games mengumumkan bergabungnya Raymond Bartos, mantan produser World of Warcraft, ke dalam tim MMO mereka.
Bartos mengumumkan kabar ini melalui media sosial dan mengungkapkan kesan positif sejak proses rekrutmen awal. Ia menilai nilai kerja Riot bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam budaya tim. Kini, Bartos memegang peran sebagai senior game producer di proyek MMO tersebut.
Sebelumnya, Bartos dikenal sebagai lead producer di World of Warcraft. Ia terlibat dalam sejumlah fitur yang cukup diapresiasi pemain, termasuk Plunderstorm, sistem Gear Update, berbagai Remix, hingga event besar seperti ulang tahun ke 20 WoW.
Yang membuat kabar ini makin menarik adalah reuni Bartos dengan Orlando Salvatore, mantan lead software engineer World of Warcraft. Keduanya pernah bekerja bersama dalam pengembangan fitur-fitur modern WoW. Bartos menyebut rekam jejak kerja mereka membuatnya optimistis pengembangan MMO Riot bisa bergerak cepat sejak hari pertama.
Proyek MMO League of Legends sendiri sudah lama menjadi bahan candaan komunitas karena minimnya update konkret. Setiap tahun, Riot sekadar mengingatkan bahwa proyek ini masih hidup, tanpa banyak detail soal progres atau jadwal rilis.
Masuknya figur senior seperti Bartos dan Salvatore memberi sinyal bahwa Riot mulai memperkuat fondasi tim inti. Meski belum ada cuplikan gameplay atau target rilis, kombinasi pengalaman MMO skala besar dan budaya kerja Riot membuat sebagian pemain kembali berharap.
Untuk saat ini, MMO League of Legends masih menjadi proyek jangka panjang. Namun dengan masuknya veteran World of Warcraft, setidaknya arah pengembangannya kini terasa lebih serius dan terstruktur.
Similar Articles
NEWS
Pendapatan Game Mobile Global Capai 81,8 Miliar Dolar di 2025, App Non-Game Melaju Lebih Kencang
GAMING
•

NEWS
Netflix Fokus ke Cloud Gaming, Co-CEO Akui Masih Banyak PR Jelang 2026
GAMING
•

NEWS
Riot Games Gandeng Movember, Kesehatan Mental Jadi Fokus Esports EMEA
GAMING
•

NEWS
GTA 6 Terancam Dilarang di Rusia, Seruan Larangan Picu Kontroversi
GAMING
•

NEWS
ARC Raiders Tutup Eksploit Penting, Pemain Masih Simpan Kekhawatiran
GAMING
•

ALSO READ


Eks Produser World of Warcraft Gabung MMO League of Legends, Riot Isyaratkan Pengembangan Lebih Cepat
Nathaniel
Rabu, 21 Januari 2026 pukul 13.15
GAMING
|
in this topic.
Ringkasan
Dibuat oleh AI
Raymond Bartos, mantan produser World of Warcraft, resmi bergabung dengan proyek MMO League of Legends. Ia kembali bekerja dengan sesama veteran WoW dan memberi sinyal progres pengembangan akan berjalan lebih cepat.
Proyek MMO League of Legends kembali menunjukkan tanda kehidupan. Riot Games mengumumkan bergabungnya Raymond Bartos, mantan produser World of Warcraft, ke dalam tim MMO mereka.
Bartos mengumumkan kabar ini melalui media sosial dan mengungkapkan kesan positif sejak proses rekrutmen awal. Ia menilai nilai kerja Riot bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam budaya tim. Kini, Bartos memegang peran sebagai senior game producer di proyek MMO tersebut.
Sebelumnya, Bartos dikenal sebagai lead producer di World of Warcraft. Ia terlibat dalam sejumlah fitur yang cukup diapresiasi pemain, termasuk Plunderstorm, sistem Gear Update, berbagai Remix, hingga event besar seperti ulang tahun ke 20 WoW.
Yang membuat kabar ini makin menarik adalah reuni Bartos dengan Orlando Salvatore, mantan lead software engineer World of Warcraft. Keduanya pernah bekerja bersama dalam pengembangan fitur-fitur modern WoW. Bartos menyebut rekam jejak kerja mereka membuatnya optimistis pengembangan MMO Riot bisa bergerak cepat sejak hari pertama.
Proyek MMO League of Legends sendiri sudah lama menjadi bahan candaan komunitas karena minimnya update konkret. Setiap tahun, Riot sekadar mengingatkan bahwa proyek ini masih hidup, tanpa banyak detail soal progres atau jadwal rilis.
Masuknya figur senior seperti Bartos dan Salvatore memberi sinyal bahwa Riot mulai memperkuat fondasi tim inti. Meski belum ada cuplikan gameplay atau target rilis, kombinasi pengalaman MMO skala besar dan budaya kerja Riot membuat sebagian pemain kembali berharap.
Untuk saat ini, MMO League of Legends masih menjadi proyek jangka panjang. Namun dengan masuknya veteran World of Warcraft, setidaknya arah pengembangannya kini terasa lebih serius dan terstruktur.
Similar Articles
NEWS
Pendapatan Game Mobile Global Capai 81,8 Miliar Dolar di 2025, App Non-Game Melaju Lebih Kencang
GAMING
•

NEWS
Pendapatan Game Mobile Global Capai 81,8 Miliar Dolar di 2025, App Non-Game Melaju Lebih Kencang
GAMING
•

NEWS
Netflix Fokus ke Cloud Gaming, Co-CEO Akui Masih Banyak PR Jelang 2026
GAMING
•

NEWS
Netflix Fokus ke Cloud Gaming, Co-CEO Akui Masih Banyak PR Jelang 2026
GAMING
•

NEWS
Riot Games Gandeng Movember, Kesehatan Mental Jadi Fokus Esports EMEA
GAMING
•

NEWS
Riot Games Gandeng Movember, Kesehatan Mental Jadi Fokus Esports EMEA
GAMING
•

NEWS
GTA 6 Terancam Dilarang di Rusia, Seruan Larangan Picu Kontroversi
GAMING
•

NEWS
GTA 6 Terancam Dilarang di Rusia, Seruan Larangan Picu Kontroversi
GAMING
•

Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.