GAMING

|

in this topic.

Disamakan dengan Concord, Mantan Art Director Marathon Tetap Teguh pada Karya

Nathaniel

Rabu, 21 Januari 2026 pukul 13.19

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Joseph Cross mengakui perbandingan Marathon dengan Concord terasa tidak menyenangkan. Ia memilih fokus pada seni yang ia kerjakan dan melihat Marathon sebagai risiko kreatif yang layak diperjuangkan.

Mantan art director Marathon, Joseph Cross, berbicara terbuka soal tekanan publik yang menyamakan proyeknya dengan kegagalan live service Concord. Perbandingan itu muncul saat Marathon menghadapi tantangan pengembangan dan reaksi beragam dari komunitas.

Dalam wawancara, Cross menegaskan ia tidak mengambil kritik tersebut secara personal. Alasannya sederhana. Ia percaya pada kualitas seni yang dikerjakan tim. Ia menyebut hanya mengendalikan aspek yang berada dalam tanggung jawabnya. Desain visual dan identitas artistik. Di area itu, ia merasa puas dengan hasilnya, terlepas dari opini online.

Cross juga menyinggung fase sulit akibat isu plagiarisme visual yang sempat mencuat dan kemudian diselesaikan. Masa itu memicu ejekan luas. Namun tidak semua respons negatif. Berbeda dengan Concord yang kerap dikritik karena visualnya yang generik, Marathon justru memancing reaksi kuat. Ada yang menolak, ada yang langsung terhubung. Bagi Cross, dampak dan identitas lebih baik daripada ketidakpedulian.

Ia menyebut situasi Bungie seperti nasib sial berada di waktu dan tempat yang salah. Proyek berbeda, namun bayangan kegagalan lain ikut menyeret persepsi publik. Meski begitu, Cross memandang Marathon sebagai risiko besar yang perlu diambil. Studio seperti Bungie pernah melakukan hal serupa dengan Destiny dan berhasil membangunnya menjadi waralaba jangka panjang.

Cross mengungkap ia menghabiskan sekitar enam tahun di Marathon. Tim berkembang dari belasan orang menjadi ratusan. Biaya terbesar datang dari tenaga kerja selama bertahun tahun. Ia menilai proyek ini berbiaya sangat besar dan menuntut keberanian. Setiap hari pengembangan berarti biaya terus berjalan tanpa pemasukan.

Menurutnya, tantangan terbesar adalah menjaga ruang untuk risiko kreatif ketika tekanan finansial makin besar. Pertanyaannya kini bukan hanya soal Marathon. Tetapi sampai kapan industri masih mau membiayai proyek besar yang belum terbukti selama bertahun tahun.

Disamakan dengan Concord, Mantan Art Director Marathon Tetap Teguh pada Karya

Nathaniel

Rabu, 21 Januari 2026 pukul 13.19

GAMING

|

in this topic.

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Joseph Cross mengakui perbandingan Marathon dengan Concord terasa tidak menyenangkan. Ia memilih fokus pada seni yang ia kerjakan dan melihat Marathon sebagai risiko kreatif yang layak diperjuangkan.

Mantan art director Marathon, Joseph Cross, berbicara terbuka soal tekanan publik yang menyamakan proyeknya dengan kegagalan live service Concord. Perbandingan itu muncul saat Marathon menghadapi tantangan pengembangan dan reaksi beragam dari komunitas.

Dalam wawancara, Cross menegaskan ia tidak mengambil kritik tersebut secara personal. Alasannya sederhana. Ia percaya pada kualitas seni yang dikerjakan tim. Ia menyebut hanya mengendalikan aspek yang berada dalam tanggung jawabnya. Desain visual dan identitas artistik. Di area itu, ia merasa puas dengan hasilnya, terlepas dari opini online.

Cross juga menyinggung fase sulit akibat isu plagiarisme visual yang sempat mencuat dan kemudian diselesaikan. Masa itu memicu ejekan luas. Namun tidak semua respons negatif. Berbeda dengan Concord yang kerap dikritik karena visualnya yang generik, Marathon justru memancing reaksi kuat. Ada yang menolak, ada yang langsung terhubung. Bagi Cross, dampak dan identitas lebih baik daripada ketidakpedulian.

Ia menyebut situasi Bungie seperti nasib sial berada di waktu dan tempat yang salah. Proyek berbeda, namun bayangan kegagalan lain ikut menyeret persepsi publik. Meski begitu, Cross memandang Marathon sebagai risiko besar yang perlu diambil. Studio seperti Bungie pernah melakukan hal serupa dengan Destiny dan berhasil membangunnya menjadi waralaba jangka panjang.

Cross mengungkap ia menghabiskan sekitar enam tahun di Marathon. Tim berkembang dari belasan orang menjadi ratusan. Biaya terbesar datang dari tenaga kerja selama bertahun tahun. Ia menilai proyek ini berbiaya sangat besar dan menuntut keberanian. Setiap hari pengembangan berarti biaya terus berjalan tanpa pemasukan.

Menurutnya, tantangan terbesar adalah menjaga ruang untuk risiko kreatif ketika tekanan finansial makin besar. Pertanyaannya kini bukan hanya soal Marathon. Tetapi sampai kapan industri masih mau membiayai proyek besar yang belum terbukti selama bertahun tahun.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.