GAMING

|

in this topic.

Co-Creator Fallout Ungkap Kerja 12 Jam Sehari Bukan Karena Crunch, Tapi Karena Cinta Proyeknya

Nathaniel

Kamis, 29 Januari 2026 pukul 11.38

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Tim Cain, salah satu pencipta Fallout, mengungkap bahwa ia dan timnya bekerja hingga 12 jam sehari selama pengembangan game pertama. Namun, hal itu dilakukan secara sukarela karena mereka sangat menikmati proses kreatifnya.

Tim Cain, co-creator dari seri legendaris Fallout, baru-baru ini membagikan cerita menarik tentang masa pengembangan Fallout pertama di Interplay Entertainment. Dalam sebuah video di kanal YouTube pribadinya, Cain mengungkap bahwa ia bekerja lebih dari 70 jam per minggu, bukan karena tekanan perusahaan, melainkan karena kecintaan mendalam terhadap proyek tersebut.

Cain menceritakan rutinitas hariannya yang dimulai sekitar pukul enam pagi. Setelah memberi makan kucingnya, ia berangkat ke kantor dan biasanya tiba antara pukul tujuh hingga delapan pagi. Ia bahkan sering membawa roti kayu manis yang dibuat sendiri semalaman menggunakan bread machine, yang akhirnya selalu habis dimakan rekan kerja.

Jam makan siangnya pun dihabiskan di rumah. Selain karena harus menemani kucingnya bermain, alasan utama adalah kondisi finansial saat itu. Cain mengaku hidup pas-pasan dan memasak di rumah jauh lebih hemat dibanding makan di luar.

Setelah makan siang, ia kembali ke kantor dan melanjutkan pekerjaan hingga menyelesaikan hari kerja sekitar 12 jam. Setelah pulang, Cain mencatat berbagai kejadian hari itu, kebiasaan yang menurutnya menjadi alasan ia masih memiliki dokumentasi kenangan pengembangan Fallout hingga sekarang. Ia bahkan sering berangkat kerja saat masih gelap dan pulang juga dalam kondisi gelap.

Pada hari Sabtu, Cain biasanya tetap masuk kerja meski dengan jam sedikit lebih singkat. Menariknya, banyak rekan developer datang bukan untuk lembur terpaksa, tetapi untuk bermain Fallout versi internal karena mereka begitu menikmati game yang sedang dibuat.

Menjelang akhir pengembangan, periode yang biasanya identik dengan crunch berat di industri game, Cain justru bekerja 12 jam sehari selama tujuh hari penuh dalam seminggu. Ia mengenang momen saat sering berbelanja kebutuhan di supermarket pukul dua atau tiga pagi hingga para pegawai toko mulai mengenalinya.

Namun Cain menegaskan bahwa semua itu bukan bentuk eksploitasi. Ia menyadari banyak orang mungkin menganggap jam kerja tersebut sebagai crunch berlebihan. Tapi menurutnya, tidak ada atasan yang memaksa. Mereka bekerja sepanjang itu karena benar-benar mencintai apa yang sedang mereka ciptakan. Cain berharap suatu hari banyak orang bisa merasakan pengalaman menciptakan sesuatu yang begitu mereka cintai hingga rela menghabiskan waktu untuknya secara sukarela, bukan karena tekanan.

Meski demikian, Cain juga menegaskan bahwa ia tidak mendukung budaya crunch di industri game modern. Ia mengaku senang melihat kondisi kerja developer kini jauh lebih diperhatikan.

Namun ia tak bisa menyangkal bahwa masa itu, meski tidak berkelanjutan, merupakan periode yang luar biasa dalam hidupnya. Cerita ini memberi gambaran unik tentang bagaimana Fallout lahir dari semangat kreatif murni, jauh sebelum industri game modern dipenuhi tenggat ketat dan tekanan produksi besar.

Co-Creator Fallout Ungkap Kerja 12 Jam Sehari Bukan Karena Crunch, Tapi Karena Cinta Proyeknya

Nathaniel

Kamis, 29 Januari 2026 pukul 11.38

GAMING

|

in this topic.

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Tim Cain, salah satu pencipta Fallout, mengungkap bahwa ia dan timnya bekerja hingga 12 jam sehari selama pengembangan game pertama. Namun, hal itu dilakukan secara sukarela karena mereka sangat menikmati proses kreatifnya.

Tim Cain, co-creator dari seri legendaris Fallout, baru-baru ini membagikan cerita menarik tentang masa pengembangan Fallout pertama di Interplay Entertainment. Dalam sebuah video di kanal YouTube pribadinya, Cain mengungkap bahwa ia bekerja lebih dari 70 jam per minggu, bukan karena tekanan perusahaan, melainkan karena kecintaan mendalam terhadap proyek tersebut.

Cain menceritakan rutinitas hariannya yang dimulai sekitar pukul enam pagi. Setelah memberi makan kucingnya, ia berangkat ke kantor dan biasanya tiba antara pukul tujuh hingga delapan pagi. Ia bahkan sering membawa roti kayu manis yang dibuat sendiri semalaman menggunakan bread machine, yang akhirnya selalu habis dimakan rekan kerja.

Jam makan siangnya pun dihabiskan di rumah. Selain karena harus menemani kucingnya bermain, alasan utama adalah kondisi finansial saat itu. Cain mengaku hidup pas-pasan dan memasak di rumah jauh lebih hemat dibanding makan di luar.

Setelah makan siang, ia kembali ke kantor dan melanjutkan pekerjaan hingga menyelesaikan hari kerja sekitar 12 jam. Setelah pulang, Cain mencatat berbagai kejadian hari itu, kebiasaan yang menurutnya menjadi alasan ia masih memiliki dokumentasi kenangan pengembangan Fallout hingga sekarang. Ia bahkan sering berangkat kerja saat masih gelap dan pulang juga dalam kondisi gelap.

Pada hari Sabtu, Cain biasanya tetap masuk kerja meski dengan jam sedikit lebih singkat. Menariknya, banyak rekan developer datang bukan untuk lembur terpaksa, tetapi untuk bermain Fallout versi internal karena mereka begitu menikmati game yang sedang dibuat.

Menjelang akhir pengembangan, periode yang biasanya identik dengan crunch berat di industri game, Cain justru bekerja 12 jam sehari selama tujuh hari penuh dalam seminggu. Ia mengenang momen saat sering berbelanja kebutuhan di supermarket pukul dua atau tiga pagi hingga para pegawai toko mulai mengenalinya.

Namun Cain menegaskan bahwa semua itu bukan bentuk eksploitasi. Ia menyadari banyak orang mungkin menganggap jam kerja tersebut sebagai crunch berlebihan. Tapi menurutnya, tidak ada atasan yang memaksa. Mereka bekerja sepanjang itu karena benar-benar mencintai apa yang sedang mereka ciptakan. Cain berharap suatu hari banyak orang bisa merasakan pengalaman menciptakan sesuatu yang begitu mereka cintai hingga rela menghabiskan waktu untuknya secara sukarela, bukan karena tekanan.

Meski demikian, Cain juga menegaskan bahwa ia tidak mendukung budaya crunch di industri game modern. Ia mengaku senang melihat kondisi kerja developer kini jauh lebih diperhatikan.

Namun ia tak bisa menyangkal bahwa masa itu, meski tidak berkelanjutan, merupakan periode yang luar biasa dalam hidupnya. Cerita ini memberi gambaran unik tentang bagaimana Fallout lahir dari semangat kreatif murni, jauh sebelum industri game modern dipenuhi tenggat ketat dan tekanan produksi besar.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.