

Gaming
|
in this topic.
Bandai Namco Ungkap Mode Team Up Mission dan Hero’s Diary di My Hero Academia: All’s Justice
Nathaniel
Selasa, 13 Januari 2026 pukul 13.41

Ringkasan
Dibuat oleh AI
My Hero Academia: All’s Justice menghadirkan dua mode eksklusif buatan game, Team Up Mission dan Hero’s Diary. Mode ini memperluas pengalaman pemain dengan aktivitas hero, kehidupan sekolah, serta cerita orisinal yang diawasi langsung oleh tim manga dan anime, memberikan sudut pandang baru pada Class 1-A.
Meski kisah utama animenya telah mencapai akhir, dunia My Hero Academia belum benar-benar selesai. Bandai Namco kembali mengajak penggemar masuk ke semesta para hero lewat My Hero Academia: All’s Justice, yang akan rilis pada 6 Februari. Selain mode cerita yang mengadaptasi musim terakhir anime, game ini membawa dua mode orisinal yang jadi daya tarik utama.

Team Up Mission, Jadi Murid Class 1-A
Mode Team Up Mission menempatkan pemain sebagai murid Class 1-A di U.A. High School, lengkap dengan aktivitas khas calon hero. Di sini, pemain tidak hanya bertarung, tetapi juga menjalani misi latihan, eksplorasi area, hingga parkour menggunakan Quirk masing-masing karakter.
Setiap misi dirancang untuk menunjukkan perkembangan siswa Class 1-A menjelang pertempuran terakhir, termasuk kejadian-kejadian yang tidak pernah ditampilkan secara detail di manga maupun anime. Fokusnya bukan hanya aksi, tetapi juga bagaimana Quirk digunakan untuk bergerak, memecahkan masalah, dan berinteraksi dengan lingkungan.
Hero’s Diary, Sisi Santai Para Hero
Setelah menyelesaikan Team Up Mission, pemain akan membuka mode Hero’s Diary. Mode ini berisi cerita harian orisinal yang menampilkan kehidupan sehari-hari para siswa Class 1-A. Total ada 20 karakter, masing-masing dengan tiga episode unik.
Di sinilah pemain bisa melihat momen-momen ringan yang jarang disorot, seperti Bakugo makan bersama Iida di restoran keluarga, atau Kirishima dan Koda mencari hewan bersama. Semua cerita ini diseleksi dan diawasi secara rutin oleh tim produksi manga dan anime, sehingga tetap terasa “kanon” meski bersifat orisinal.
Kustomisasi dan Koleksi Bernuansa Fan Culture
Bandai Namco juga menanamkan budaya fan customization ke dalam game. Pemain bisa mengoleksi berbagai item kosmetik, kartu adegan ikonik, hingga HUD bertema karakter favorit. Konsep ini terinspirasi dari budaya itasha dan itabag di Jepang, di mana penggemar memamerkan kecintaan mereka pada karakter favorit secara visual.
Item-item ini tidak hanya berguna di mode online, tetapi juga menambah keseruan saat bermain offline, memberi rasa kepemilikan dan identitas pada setiap pemain.
Quirk Tidak Hanya untuk Bertarung
Salah satu fokus utama All’s Justice adalah bagaimana Quirk terasa hidup di luar arena pertarungan. Setiap karakter memiliki gaya gerak yang disesuaikan dengan kemampuan mereka. Misalnya, Deku dirancang dengan parkour ringan namun terkontrol, sementara Iida secara natural terasa lebih cepat karena karakteristik Quirk-nya.
Pendekatan ini membuat eksplorasi kota dan misi terasa lebih imersif, seolah pemain benar-benar hidup di dunia My Hero Academia.
Dengan kombinasi cerita orisinal, eksplorasi, dan kustomisasi, My Hero Academia: All’s Justice mencoba menawarkan pengalaman yang lebih personal bagi pemain, terutama untuk penggemar usia 17–35 tahun yang ingin lebih dari sekadar game pertarungan berbasis anime.
Similar Articles
NEWS
Developer The Witcher Tak Sengaja “Menghapus” Karakter Penting, Tester Harus Main Ulang dari Awal
Gaming
•
19 Feb 2026

NEWS
Player Dune: Awakening Buktikan Dungeon Bisa Ditamatkan Sendirian – Bahkan Tanpa Armor
Gaming
•
19 Feb 2026

NEWS
Mario Kart Arcade yang Terlupakan Akhirnya Bisa Dimainkan Lagi Setelah 21 Tahun
Gaming
•
19 Feb 2026

NEWS
Assassin’s Creed Black Flag Resynced Dikabarkan Akan Diungkap April 2026
Gaming
•
19 Feb 2026

Also Read


Bandai Namco Ungkap Mode Team Up Mission dan Hero’s Diary di My Hero Academia: All’s Justice
Nathaniel
Selasa, 13 Januari 2026 pukul 13.41
Gaming
|
in this topic.
Ringkasan
Dibuat oleh AI
My Hero Academia: All’s Justice menghadirkan dua mode eksklusif buatan game, Team Up Mission dan Hero’s Diary. Mode ini memperluas pengalaman pemain dengan aktivitas hero, kehidupan sekolah, serta cerita orisinal yang diawasi langsung oleh tim manga dan anime, memberikan sudut pandang baru pada Class 1-A.
Meski kisah utama animenya telah mencapai akhir, dunia My Hero Academia belum benar-benar selesai. Bandai Namco kembali mengajak penggemar masuk ke semesta para hero lewat My Hero Academia: All’s Justice, yang akan rilis pada 6 Februari. Selain mode cerita yang mengadaptasi musim terakhir anime, game ini membawa dua mode orisinal yang jadi daya tarik utama.

Team Up Mission, Jadi Murid Class 1-A
Mode Team Up Mission menempatkan pemain sebagai murid Class 1-A di U.A. High School, lengkap dengan aktivitas khas calon hero. Di sini, pemain tidak hanya bertarung, tetapi juga menjalani misi latihan, eksplorasi area, hingga parkour menggunakan Quirk masing-masing karakter.
Setiap misi dirancang untuk menunjukkan perkembangan siswa Class 1-A menjelang pertempuran terakhir, termasuk kejadian-kejadian yang tidak pernah ditampilkan secara detail di manga maupun anime. Fokusnya bukan hanya aksi, tetapi juga bagaimana Quirk digunakan untuk bergerak, memecahkan masalah, dan berinteraksi dengan lingkungan.
Hero’s Diary, Sisi Santai Para Hero
Setelah menyelesaikan Team Up Mission, pemain akan membuka mode Hero’s Diary. Mode ini berisi cerita harian orisinal yang menampilkan kehidupan sehari-hari para siswa Class 1-A. Total ada 20 karakter, masing-masing dengan tiga episode unik.
Di sinilah pemain bisa melihat momen-momen ringan yang jarang disorot, seperti Bakugo makan bersama Iida di restoran keluarga, atau Kirishima dan Koda mencari hewan bersama. Semua cerita ini diseleksi dan diawasi secara rutin oleh tim produksi manga dan anime, sehingga tetap terasa “kanon” meski bersifat orisinal.
Kustomisasi dan Koleksi Bernuansa Fan Culture
Bandai Namco juga menanamkan budaya fan customization ke dalam game. Pemain bisa mengoleksi berbagai item kosmetik, kartu adegan ikonik, hingga HUD bertema karakter favorit. Konsep ini terinspirasi dari budaya itasha dan itabag di Jepang, di mana penggemar memamerkan kecintaan mereka pada karakter favorit secara visual.
Item-item ini tidak hanya berguna di mode online, tetapi juga menambah keseruan saat bermain offline, memberi rasa kepemilikan dan identitas pada setiap pemain.
Quirk Tidak Hanya untuk Bertarung
Salah satu fokus utama All’s Justice adalah bagaimana Quirk terasa hidup di luar arena pertarungan. Setiap karakter memiliki gaya gerak yang disesuaikan dengan kemampuan mereka. Misalnya, Deku dirancang dengan parkour ringan namun terkontrol, sementara Iida secara natural terasa lebih cepat karena karakteristik Quirk-nya.
Pendekatan ini membuat eksplorasi kota dan misi terasa lebih imersif, seolah pemain benar-benar hidup di dunia My Hero Academia.
Dengan kombinasi cerita orisinal, eksplorasi, dan kustomisasi, My Hero Academia: All’s Justice mencoba menawarkan pengalaman yang lebih personal bagi pemain, terutama untuk penggemar usia 17–35 tahun yang ingin lebih dari sekadar game pertarungan berbasis anime.
Similar Articles
NEWS
Developer The Witcher Tak Sengaja “Menghapus” Karakter Penting, Tester Harus Main Ulang dari Awal
Gaming
•
19 Feb 2026

NEWS
Player Dune: Awakening Buktikan Dungeon Bisa Ditamatkan Sendirian – Bahkan Tanpa Armor
Gaming
•
19 Feb 2026

NEWS
Mario Kart Arcade yang Terlupakan Akhirnya Bisa Dimainkan Lagi Setelah 21 Tahun
Gaming
•
19 Feb 2026

NEWS
Assassin’s Creed Black Flag Resynced Dikabarkan Akan Diungkap April 2026
Gaming
•
19 Feb 2026

Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
