GAMING

|

in this topic.

Apakah Mata Manusia Benar-benar Bisa Melihat Perbedaan Monitor dengan Refresh Rate Super Tinggi?

Nathaniel

Minggu, 08 Februari 2026 pukul 17.46

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Mata manusia tidak bekerja dalam satuan FPS seperti kamera. Refresh rate super tinggi seperti 540Hz bukan soal melihat frame satu per satu, melainkan mengurangi motion blur dan input latency ke level paling rendah. Artikel ini menjelaskan mengapa 540Hz tetap memberi keuntungan kompetitif, meski perbedaannya makin sulit dirasakan secara kasat mata.

“Mata Manusia Cuma Bisa Melihat 60 FPS”, Mitos Klasik

Pernyataan ini sering diulang, tapi secara teknis keliru. Mata dan otak manusia tidak memproses dunia seperti video digital yang terbagi per frame.

Yang dilakukan otak adalah menangkap aliran cahaya dan perubahan gerakan secara kontinu. Jadi meskipun kita tidak bisa menunjuk dan berkata “ini 540 FPS”, sistem saraf kita tetap bisa merasakan perbedaan dalam kejernihan gerak dan respons.

Itulah kenapa refresh rate tinggi tetap terasa, terutama saat bermain game cepat.

Kenapa 540Hz Masih Punya Dampak Nyata


1. Motion Blur Jauh Lebih Minim

Di refresh rate rendah, objek yang bergerak cepat sering terlihat berbayang atau kabur.

Ini terjadi karena karakteristik panel modern yang menahan satu gambar sampai frame berikutnya muncul. Semakin lama gambar ditahan, semakin besar efek blur.

Di 540Hz, durasi gambar bertahan di layar sangat singkat. Akibatnya, objek bergerak terlihat lebih tajam dan posisi musuh lebih mudah dilacak, terutama di game FPS kompetitif.


2. Input Latency Turun ke Level Mikro

Ini alasan utama kenapa atlet esport peduli dengan angka besar.

Monitor 60Hz memperbarui layar setiap sekitar 16,6 milidetik.
Monitor 240Hz sekitar 4,1 milidetik.
Monitor 540Hz hanya sekitar 1,8 milidetik.

Selisih beberapa milidetik ini mungkin terasa sepele, tapi di level tinggi seperti Valorant atau CS2, itu bisa jadi pembeda antara kill dan miss.

Catatan: Bukan cuma refleks, tapi konsistensi timing yang jadi kunci.


3. Frame ke Cahaya Jadi Lebih Cepat

GPU modern sudah mampu menghasilkan ratusan FPS. Masalahnya, kalau monitor tidak cukup cepat, banyak frame terbuang.

Dengan 540Hz, data visual dari GPU bisa hampir langsung ditampilkan ke layar. Jeda dari perintah ke cahaya yang masuk ke mata jadi makin kecil.

Inilah yang disebut pengalaman terasa lebih “nempel” dan responsif, meski sulit dijelaskan dengan kata kata.

Tapi Ada Batasnya, Ini Hukum Diminishing Returns

Peningkatan refresh rate tidak selalu terasa sama besar.

Lompatan dari 60Hz ke 144Hz terasa drastis.
Dari 144Hz ke 240Hz masih jelas.
Dari 240Hz ke 540Hz, manfaatnya jauh lebih kecil dan halus.

Bagi pemain kasual, perbedaannya hampir tidak terasa. Bagi pro player dengan refleks terlatih, selisih mikro ini tetap bernilai.

Syarat Wajib Kalau Mau Pakai 540Hz

Monitor 540Hz bukan plug and play untuk semua orang.

  • FPS game harus stabil di atas 500

  • PC harus sangat kuat, CPU dan GPU sama sama penting

  • Panel monitor harus ultra cepat agar tidak ghosting

  • Kabel DisplayPort modern wajib, bandwidth besar itu mutlak

Tanpa ini semua, 540Hz cuma jadi angka di spesifikasi.

Apa Frame Rate Super Tinggi Perlu?

Untuk sekitar 90 sampai 95 persen pengguna, monitor 240Hz sudah lebih dari cukup dan sangat nyaman.

Tapi untuk pemain profesional yang mengejar setiap milidetik, 540Hz bukan mitos. Ini evolusi alami dari kompetisi tingkat tinggi.

Mata manusia memang tidak menghitung frame. Tapi saraf dan otak kita bisa merasakan kecepatan, ketajaman, dan respons yang tidak bisa diberikan teknologi lama.

Apakah Mata Manusia Benar-benar Bisa Melihat Perbedaan Monitor dengan Refresh Rate Super Tinggi?

Nathaniel

Minggu, 08 Februari 2026 pukul 17.46

GAMING

|

in this topic.

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Mata manusia tidak bekerja dalam satuan FPS seperti kamera. Refresh rate super tinggi seperti 540Hz bukan soal melihat frame satu per satu, melainkan mengurangi motion blur dan input latency ke level paling rendah. Artikel ini menjelaskan mengapa 540Hz tetap memberi keuntungan kompetitif, meski perbedaannya makin sulit dirasakan secara kasat mata.

“Mata Manusia Cuma Bisa Melihat 60 FPS”, Mitos Klasik

Pernyataan ini sering diulang, tapi secara teknis keliru. Mata dan otak manusia tidak memproses dunia seperti video digital yang terbagi per frame.

Yang dilakukan otak adalah menangkap aliran cahaya dan perubahan gerakan secara kontinu. Jadi meskipun kita tidak bisa menunjuk dan berkata “ini 540 FPS”, sistem saraf kita tetap bisa merasakan perbedaan dalam kejernihan gerak dan respons.

Itulah kenapa refresh rate tinggi tetap terasa, terutama saat bermain game cepat.

Kenapa 540Hz Masih Punya Dampak Nyata


1. Motion Blur Jauh Lebih Minim

Di refresh rate rendah, objek yang bergerak cepat sering terlihat berbayang atau kabur.

Ini terjadi karena karakteristik panel modern yang menahan satu gambar sampai frame berikutnya muncul. Semakin lama gambar ditahan, semakin besar efek blur.

Di 540Hz, durasi gambar bertahan di layar sangat singkat. Akibatnya, objek bergerak terlihat lebih tajam dan posisi musuh lebih mudah dilacak, terutama di game FPS kompetitif.


2. Input Latency Turun ke Level Mikro

Ini alasan utama kenapa atlet esport peduli dengan angka besar.

Monitor 60Hz memperbarui layar setiap sekitar 16,6 milidetik.
Monitor 240Hz sekitar 4,1 milidetik.
Monitor 540Hz hanya sekitar 1,8 milidetik.

Selisih beberapa milidetik ini mungkin terasa sepele, tapi di level tinggi seperti Valorant atau CS2, itu bisa jadi pembeda antara kill dan miss.

Catatan: Bukan cuma refleks, tapi konsistensi timing yang jadi kunci.


3. Frame ke Cahaya Jadi Lebih Cepat

GPU modern sudah mampu menghasilkan ratusan FPS. Masalahnya, kalau monitor tidak cukup cepat, banyak frame terbuang.

Dengan 540Hz, data visual dari GPU bisa hampir langsung ditampilkan ke layar. Jeda dari perintah ke cahaya yang masuk ke mata jadi makin kecil.

Inilah yang disebut pengalaman terasa lebih “nempel” dan responsif, meski sulit dijelaskan dengan kata kata.

Tapi Ada Batasnya, Ini Hukum Diminishing Returns

Peningkatan refresh rate tidak selalu terasa sama besar.

Lompatan dari 60Hz ke 144Hz terasa drastis.
Dari 144Hz ke 240Hz masih jelas.
Dari 240Hz ke 540Hz, manfaatnya jauh lebih kecil dan halus.

Bagi pemain kasual, perbedaannya hampir tidak terasa. Bagi pro player dengan refleks terlatih, selisih mikro ini tetap bernilai.

Syarat Wajib Kalau Mau Pakai 540Hz

Monitor 540Hz bukan plug and play untuk semua orang.

  • FPS game harus stabil di atas 500

  • PC harus sangat kuat, CPU dan GPU sama sama penting

  • Panel monitor harus ultra cepat agar tidak ghosting

  • Kabel DisplayPort modern wajib, bandwidth besar itu mutlak

Tanpa ini semua, 540Hz cuma jadi angka di spesifikasi.

Apa Frame Rate Super Tinggi Perlu?

Untuk sekitar 90 sampai 95 persen pengguna, monitor 240Hz sudah lebih dari cukup dan sangat nyaman.

Tapi untuk pemain profesional yang mengejar setiap milidetik, 540Hz bukan mitos. Ini evolusi alami dari kompetisi tingkat tinggi.

Mata manusia memang tidak menghitung frame. Tapi saraf dan otak kita bisa merasakan kecepatan, ketajaman, dan respons yang tidak bisa diberikan teknologi lama.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.