Cutting-Edge

|

Premium

Reanimal

Josias Lois Rufus

2026-02-23 11:57:00

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Reanimal ini jadi evolusi paling berani dari Tarsier Studios setelah game buatan mereka "Little Nightmares" sukses di pasaran. Dengan pendekatan unik yaitu co-op, buat game ini cukup kuat antar karakter. Game ini menghadirin tema horror adventure horor yang ga cuma menyeremin secara visual, tapi juga emosional player. Kita bisa bilang ceritanya lebih gelap, lebih personal, dan lebih menusuk dibanding Little Nightmares.

Durasi 3–5 jam mungkin bisa kerasa singkat, tapi pacing yang dihadirin di game ini buat vibesnya terasa padat dan intens. Ini bukan cuma horror penuh jumpscare chessy, ini horor yang pelan-pelan bisa ngerayap masuk ke kepala player.

Singkatnya, bayangin kamu lagi lari di lorong gelap bareng partner mu, sambil bawa roda yang harus dipasang ke gerobak supaya bisa kabur. Di belakang, ada monster dengan wujud kayak kulit manusia kosong, berlendir dan parahnya merayap cepat banget.

Cuma butuh satu gigitan kecil untuk bikin kamu mati dan ulang dari checkpoint, walau respawn-nya memang murah hati. Tapi jantung tetap deg-degan. Kita yang mainin sampai ngerasa telapak tangan basah, karena saking fokusnya player biar nggak ketangkep.

Di situ Reanimal langsung kasih tahu, secara ga langsung kalau game ini dibuat bukan cuman soal kesulitan teknis. Ini juga bisa soal rasa takut yang ditanemin pelan-pelan ke player.

Reanimal menempatin kamu sebagai dua saudara yatim piatu yang berusaha menyelamatin tiga teman mereka yang hilang. Semuanya dimulai dari adegan sederhana, Kita (sebagai player) sendirian di atas perahu, perlahan menarik tubuh adikmu keluar dari air.

Sejak saat itu, kalau kita menjauh terlalu jauh dari satu sama lain, sama aja mati.

Narasinya fragmentaris banget, persis seperti Little Nightmares. Lore sebenarnya ga dijelasin secara gamblang. Jadi, kita harus ngerangkai sendiri potongan cerita dari simbol, metafora, dan implikasi visual yang tersebar di berbagai pulau yang kita jelajahi.

Dan percayalah, realita yang bakal terungkap terasa jauh lebih gelap dari yang kita duga.

Aspek Visual

Secara artistik dan visual, ini mungkin karya paling matang dari Tarsier Studios.

Dunia Reanimal dibalut palet coloring abu-abu kusam yang cukup berasa damned atau hollow, seolah-olah warna kehidupan udah disedot habis. Setiap ada warna muncul, hampir selalu punya merah pekat dengan tujuan sebagai penunjuk arah, sinyal bahaya, atau tanda kalau bakal ada sesuatu salah/miss.

Semakin dominan merahnya, berarti semakin tinggi ancamannya.

Set piece-nya punya vibes grotesk tapi indah dengan caranya sendiri, berasa nge-blend aja gitu. Monster-mutasi digambarin dengan bentuk raksasa, arsitektur rusak, ruang sempit yang bikin sesak. Bahkan saat gaada musuh pun, kita bisa aja merasa kaya diawasin. Dan itu disengaja dibuat biar vibes game ini selalu terasa mencekam

Aspek Audio

Kalau visualnya bisa buat kita waspada, sound design-nya bikin kita cukup paranoid.

Tetesan air dari pipa bocor di telinga kanan. Di telinga lain, suara napas singkat atau langkah kaki samar yang hampir terasa mirip halusinasi. Reanimal berhasil bangun rasa tegang bukan cuman lewat jumpscare, tapi lewat suara-suara kecil yang bikin kita ragu sama keadaan.

Sepanjang permainan ada rasa impending doom yang nggak pernah benar-benar pergi. Dan itu luar biasa efektif.

Akting & Chemistry

Karena fokusnya ke karakter utama yaitu dua saudara, chemistry antar player jadi elemen penting di Reanimal. Dan sistem single camera perspective maksa kita buat terus bersama. Kita nggak bisa egois kalau main game ini, bukan di design buat jalan sendiri".

Menariknya, ketegangan nggak cuma datang dari game, tapi bisa jadi dari partner co-op kita sendiri. Berapa banyak secret door yang nanti mau dicari & dibuka? Mau cari collectibles dulu atau langsung lanjut? Diskusi kecil itu bisa obrolan yang butuh kesepakatan bersama sih.

Dan di Reanimal terasa banget tema utamanya yaitu Companionship.

Kalau main solo, AI companion bakal mengisi slot kosong, tapi pengalaman paling enak tetap terasa kalau dimainin bareng orang lain atau temen.

Cerita & Naskah

Kalau game sebelumnya yaitu Little Nightmares bicara tentang perspektif anak kecil yang ngelihat dunia yang absurd. Reanimal bawain cerita tentang trauma masa kecil yang dibawa karakter sampai dia dewasa.

Jadi punya vibes yang Lebih personal. Lebih Original dan cukup kebawa secara psikologis.

Simbolisme di game ini tersebar di mana-mana. Kita bisa punya interpretasi berbeda dari pemain lain, dan semuanya bisa tetap terasa valid. Gaada jawaban pasti karena setiap player mungkin punya persepsi masing".

Masalahnya? Setelah tamat, masih banyak pertanyaan yang cukup gantung. DLC sih udah dijanjiin sama developer, tapi tanggal rilis masih belum jelas, seolah dikasih ruang limbo buat player nunggu dan mikir apa cerita pelengkapnya.

Walau begitu, mungkin itu sengaja dibuat sebagai bagian dari pengalaman.

Pacing & Durasi

Durasi 3–5 jam menurut kita berasa pas, bahkan saat lagi fokus"nya.. berasa terlalu cepat. Game ini cukup berhasil sih, buat bawain gameplay yang ga bosenin di setiap chapter.

Pacing-nya hampir tanpa jeda. Intens, punya alur yang secara emosional naik turun. Seperti kasih harapan di suatu momen, tapi lanjutannya balik sedih lagi.

Sayangnya menurut kita, puzzle terasa agak terlalu gampang buat dipecahin. Hanya beberapa momen aja yang bisa bikin berhenti buat mikir beberapa detik.

Kalau aja game ini dibuat sedikit lebih nantang dikit, mungkin akan buat kita sebagai player dapetin rasa "rewarding" yang lebih.

Tapi secara keseluruhan, flow-nya nyaris tanpa cacat.

Cocok ga buat kamu?

Cocok kalau kamu:

  • Suka horor psikologis dibanding jumpscare

  • Menikmati simbolisme dan teori lore

  • Punya partner co-op yang sabar

  • Nggak keberatan tema trauma yang cukup berat

Kurang cocok kalau kamu:

  • Cari horor kasual yang ringan

  • Nggak nyaman dengan atmosfer muram tanpa banyak penjelasan

  • Butuh gameplay yang sangat menantang secara puzzle

Ini bukan game untuk semua orang. Tapi buat yang klik, ini bisa buat nempel lama di kepala.

Kesimpulan

Menurut Kita, Reanimal bukan cuma jadi penerus Little Nightmares, ada beberapa aspek yang berhasil dilampauin.

Punya vibes yang Lebih gelap. Lebih dewasa. Lebih personal. Disini kebukti kalau horor terbaik bukan yang cuma buat player lompat dari kursi, tapi yang buat kita duduk diam terpaku sama cerita yang dibawain. Kombinasi visual, story dan audio buat kita cukup merinding bahkan sehabis main game ini.

Di balik dunia yang dibawain, digambarin kalau Reanimal dipenuhin dengan wujud busuk dan penuh mutasi. Dari game ini kita nangkep pesan sederhana: Player mungkin takut, mungkin tersesat, mungkin trauma… tapi at least nggak sendirian. Dan kadang, itu yang paling penting.

8,8

GREAT

The Good

Curated by Veirn

  • Truly haunting character design

  • Environments that feel eerily empty yet still contribute to the story

  • Surprising narrative changes keep you engaged

  • Co-op is essential to survival, making for more strategic tandem gameplay

The Bad

Curated by Veirn

  • Puzzles are rarely challenging

  • The narrative feels incomplete

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.