Cutting-Edge

|

Premium

Dragon Quest VII : Reimagined

Josias

2026-02-21 17:03:00

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Dragon Quest VII Reimagined adalah remake yang fokus ngebenerin pacing dari salah satu Dragon Quest paling lambat. Ceritanya masih kuat dan menurut kita jadi salah satu yang terbaik di seri ini, dengan struktur episodik dan tema time travel yang bikin dunia terasa pelan-pelan kebangun.

Secara gameplay, banyak fitur baru yang fun, Moonlighting (dua vocation sekaligus), Let Loose Attacks, dan build yang fleksibel bikin party gampang jadi overpowered. Sayangnya, semua ini datang barengan dengan tingkat kesulitan yang terlalu jinak: healing berlimpah, minim penalti, eksplorasi dipandu ikon, dan hampir nggak ada rasa bahaya.

Hasilnya, Reimagined terasa kayak “My First Dragon Quest”. Cocok buat pemain baru yang pengen masuk ke seri ini tanpa stres, tapi kurang nendang buat fans lama yang cari tantangan dan rasa discovery. Gua nikmatin perjalanannya, tapi ini bukan versi Dragon Quest VII yang bakal gua pilih buat nostalgia total.

Reimajinasi klasik PlayStation yang ngebut, ramah pemula, tapi agak terlalu jinak

Gua ini gampang banget kena nostalgia. Jadi sejauh ini, tren remaster, remake, dan enhanced port masih gua nikmatin tanpa rasa capek. Balik ke game lama dengan tampilan lebih kinclong dan fitur modern tuh rasanya kayak buka album foto lama, tapi versi HD. Tapi di sisi lain, gua juga seneng kalau developer berani ngasih pendekatan baru yang sama sekali nggak gua duga.

Dragon Quest VII sebenernya udah pernah dapet reimajinasi lewat versi 3DS sekitar sepuluh tahun lalu. Sekarang, Dragon Quest VII Reimagined hadir sebagai iterasi ketiga buat ngerayain ulang tahun ke-40 seri ini. Versi ini jelas punya satu fokus utama: ngebenerin pacing dari salah satu Dragon Quest paling terkenal lambat. Dan iya, Square Enix berhasil soal itu. Tapi sayangnya, beberapa perubahan demi menarik pemain baru justru kerasa ngorbanin hal-hal yang dicintai fans lama.

Ceritanya Pelan, Terpisah, Tapi Ujungnya Ngena

Dragon Quest VII Reimagined ngangkat kisah anak seorang nelayan yang tinggal di pulau kecil super terpencil, bareng dua sahabat masa kecilnya: Maribelle yang bawel dan tajem, serta Pangeran Keifer yang rebel tapi setia (dan kelak… ninggalin trauma).

Misi mereka sederhana tapi ambisius: ngumpulin 17 tablet magis buat mengembalikan dunia yang hilang. Dari situ, petualangan ngebawa lu ke mana-mana, gunung berapi, dasar laut, langit, sampai lompat-lompat waktu.

Yang bikin Dragon Quest VII beda dari seri lain adalah cara ceritanya disajiin. Bukan satu plot gede yang langsung kebuka, tapi kumpulan kisah kecil yang awalnya kayak berdiri sendiri. Tapi makin jauh lu main, makin kerasa semuanya nyambung. Dunia yang tadinya terpisah-pisah pelan-pelan kebangun lagi, dan tema isolasi yang diangkat jadi makin kena karena lu beneran “ngebalikin” dunia itu satu per satu.

Ditambah lagi, ngeliat efek dari tindakan lu di masa lalu ke masa kini masih terasa satisfying banget. Buat gua pribadi, ini tetep salah satu cerita terbaik di seluruh seri Dragon Quest.

Visual: Mungkin Nggak Untuk Semua Orang

Buat ngebawa Dragon Quest VII ke era HD, Reimagined pakai gaya visual baru dengan vibe boneka dan diorama. Karakter-karakternya kelihatan lebih kecil dan imut, dengan detail kain dan tekstur yang kelihatan jelas. Tapi di sisi lain, warna-warnanya lebih kalem dan nggak secerah Dragon Quest yang biasanya penuh warna dan garis anime tebal.

Gua agak sedih karena fitur ganti kostum berdasarkan vocation di versi 3DS dihapus di sini. Itu dulu salah satu hal kecil yang bikin tiap job terasa beda. Jujur, di awal gua agak susah nerima gaya visual ini, tapi makin lama dimainkan, makin terbiasa juga. Bahkan istri gua dan anak gua yang masih dua tahun sering ikut nimbrung karena katanya “lucu”.

Tetep aja, kalau gaya visual ini cuma dipakai buat Reimagined doang dan nggak jadi arah baru Dragon Quest ke depannya, gua bakal fine-fine aja.

Gameplay: Banyak Mainan Baru, Build Bebas, Kombonya Bisa Ngaco

Untungnya, dari sisi gameplay, Dragon Quest VII Reimagined masih ngejaga inti RPG klasiknya. Tapi bukan cuma facelift, banyak fitur baru yang beneran ngubah cara main.

Sekarang ada Monster Heart, aksesori dengan efek ekstrem, kayak MP jadi nol tapi Strength dobel, atau damage yang makin sakit tiap kali nyerang. Monster lemah juga bisa langsung lu hajar di map tanpa masuk battle, jadi grinding kerasa lebih cepet dan nggak ribet.

Yang paling seru buat gua adalah:

  • Let Loose Attacks, super move ala Limit Break

  • Moonlighting, fitur yang bikin satu karakter bisa pakai dua vocation sekaligus

Dua fitur ini bikin eksperimen build jadi liar banget. Kombinasi tertentu bisa bikin party lu absurd kuat. Misalnya:

  • Priest yang bisa heal dan revive seluruh party

  • Troubadour yang bikin MP party jadi nol sementara

  • Monk dengan guaranteed critical yang dipadu Multifist tujuh pukulan, musuh bisa ilang dalam satu turn

Moonlighting juga super ramah. Nggak ada penalti, EXP vocation jalan bareng, dan progres buat buka advanced vocation jadi jauh lebih cepet dibanding versi lama. Buat yang suka ngulik job system, ini jelas salah satu highlight terbesar Reimagined.

Pacing: Masalah Lama Hilang, Tapi Rasa Tantangan Ikut Kebawa

Dragon Quest VII versi lama terkenal lambatnya kebangetan. Reimagined beneran ngebut dibanding itu.

  • ±30 menit udah combat

  • ±11 jam vocation kebuka

  • Tamat di sekitar 46 jam (tanpa post-game)

Secara waktu, ini peningkatan besar. Tapi tentu aja, ada harga yang harus dibayar.

Beberapa lokasi dan dungeon dipotong atau diperkecil, kayak El Ciclo, Gröndal, dan Providence yang sepenuhnya dihapus. Dungeon tertentu juga disederhanakan banget. Walaupun begitu, alur ceritanya tetap ngalir mulus dan jarang kerasa ada konten yang “bolong”.

Masalah utamanya justru bukan di konten, tapi di tingkat kesulitan.

Terlalu Ramah Sampai Kehilangan Identitas

Reimagined kayak nggak mau bikin pemain ngerasa susah sama sekali:

  • Healing gratis ada di mana-mana

  • Naik level langsung full HP & MP

  • Karakter mati hidup lagi setelah battle

  • Game over cuma potong 1.000 gold

  • Inventory digabung jadi satu

  • Item terkutuk dihapus

  • Weakness musuh langsung dikasih ikon

Manajemen resource yang biasanya jadi ciri khas Dragon Quest nyaris nggak relevan. Rasa eksplorasi juga kena imbas—nyari tablet sekarang lebih kayak nyelesain checklist karena semuanya ditandain jelas di map.

Habis main remake HD-2D Dragon Quest I & II yang justru nambah tantangan, Reimagined kerasa kayak ngambil arah yang 180 derajat berbeda. Tantangan baru beneran kerasa di satu jam terakhir dan konten post-game.

Verdict

Dragon Quest VII Reimagined adalah remake yang rapi, niat, dan super ramah buat pemain baru, tapi terlalu banyak mengorbankan tantangan, keunikan, dan rasa eksplorasi yang jadi ciri khas seri ini. Buat newcomer, ini entry point yang oke banget. Buat fans lama, ini tetap worth dimainkan, asal ekspektasinya disesuaikan.

Mungkin ini bukan versi Dragon Quest VII yang bakal gua ulang berkali-kali, tapi petualangan ini tetap layak ditamatkan. Kalau nggak buat apa-apa, setidaknya buat satu hal penting: mengagumi dagu Keifer yang tetap nggak masuk akal sampai sekarang.

Kesimpulan: “My First Dragon Quest” Versi Paling Harfiah

Makin lama gua main, makin jelas kalau Reimagined ini emang bukan ditujukan buat fans lama yang cari struggle. Ini Dragon Quest VII versi entry-level. Dan begitu gua nerima itu, gua bisa nikmatin gamenya apa adanya—ceritanya masih kuat, karakternya masih lovable.

Tapi kalau gua lagi pengen Dragon Quest yang bikin mikir, kepepet resource, dan ngerasa was-was tiap masuk dungeon? Reimagined bukan versi yang bakal gua pilih.

8,3

GREAT

The Good

Curated by Veirn

  • Environments that feel eerily empty yet still contribute to the story

  • Surprising narrative changes keep you engaged

  • Co-op is essential to survival, making for more strategic tandem gameplay

  • Truly haunting character design

The Bad

Curated by Veirn

  • Puzzles are rarely challenging

  • The narrative feels incomplete

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.