
GAMING
|
in this topic.
Slay the Spire 2 Bikin Studio Indie Percepat Rilis Game Demi Hindari “Raksasa Roguelike”
Nathaniel
Kamis, 29 Januari 2026 pukul 11.50

Ringkasan
Dibuat oleh AI
Tak ingin kalah sorotan dari Slay the Spire 2, studio indie SchuBox Games mempercepat rilis Omelet You Cook ke Februari. Mereka khawatir game raksasa roguelike itu akan menyedot seluruh perhatian pemain dan streamer.
Di industri game yang sering dipenuhi penundaan, jarang ada game yang justru dimajukan jadwal rilisnya. Namun itulah yang terjadi pada game roguelike bertema memasak Omelet You Cook. Publisher sekaligus developer SchuBox Games memutuskan untuk merilis game ini lebih cepat pada Februari, demi menghindari bentrokan langsung dengan Slay the Spire 2 yang dijadwalkan meluncur Maret mendatang.
Dan Schumacher, kreator SchuBox Games sekaligus co-developer Omelet You Cook, mengaku awalnya tidak menyangka Slay the Spire 2 akan menjadi ancaman besar dalam waktu dekat. Mereka sempat mengira sekuel roguelike populer tersebut masih akan rilis akhir 2025. Namun setelah mengetahui adanya penundaan yang memajukan rilis ke Maret, kekhawatiran langsung muncul.
Menurut Schumacher, merilis game kecil di waktu yang sama dengan Slay the Spire 2 sama saja seperti bunuh diri pemasaran. Ia menyebut Slay the Spire 2 sebagai “juggernaut absolut” dalam genre roguelike. Hampir semua streamer pasti akan memainkannya, semua penggemar roguelike akan mencobanya, dan perhatian publik akan tersedot sepenuhnya ke sana.
Bahkan Schumacher sendiri mengaku kemungkinan besar akan sibuk memainkan Slay the Spire 2 sampai lupa menyelesaikan gamenya sendiri. Keputusan memajukan rilis tidak hanya soal jadwal internal. SchuBox Games juga harus menyesuaikan kesepakatan dengan Steam. Untungnya, mereka berhasil mengamankan slot Steam Daily Deal, yang dianggap sangat menguntungkan untuk visibilitas game.
Slot tersebut memberi waktu cukup untuk menyelesaikan versi 1.0 tanpa tekanan berlebihan, berada di antara event besar Steam, dan bertepatan dengan festival game yang sebelumnya sudah mereka daftarkan. Meski Februari juga bukan bulan yang sepi, dengan adanya Steam Next Fest dan rilis game lain seperti Mewgenics, SchuBox tetap memilihnya sebagai waktu paling realistis.
Tim pun bekerja ekstra keras untuk mengejar deadline baru. Schumacher menggambarkan proses ini sebagai bulan penuh kerja tujuh hari seminggu dan menolak banyak ajakan dari teman demi memastikan game siap rilis.
Ia membandingkan situasi ini dengan fenomena Silksong, di mana kehadiran game yang sangat dinanti membuat banyak developer enggan merilis proyek mereka di waktu berdekatan. Menariknya, Schumacher bahkan menyebut Slay the Spire 2 sendiri kabarnya sempat menggeser jadwal rilis untuk menghindari bentrokan dengan Silksong.
Kini, pola serupa juga terlihat dengan GTA 6, di mana banyak publisher besar menunggu kepastian jadwal Rockstar sebelum menentukan tanggal rilis game mereka.
Bagi game indie seperti Omelet You Cook, ruang bernapas di pasar sangatlah penting. Apalagi mereka baru saja keluar dari fase Early Access menuju rilis penuh 1.0, di mana ekspektasi pemain dan kritik akan jauh lebih ketat. Meski begitu, Schumacher mengaku bangga dengan perkembangan game mereka dan optimistis langkah berani ini akan membuka kesempatan menjangkau audiens lebih luas.
Similar Articles
NEWS
Bocoran Tomb Raider Terbaru Isyaratkan Open World Besar di Game Mendatang
GAMING
•

NEWS
Gorgon Resmi Rilis Versi 1.0 Setelah 8 Tahun di Early Access Steam
GAMING
•

NEWS
Pemain The Sims 4 Disarankan Backup Save Sebelum 3 Februari, Ini Alasannya
GAMING
•

NEWS
Setelah PHK 30 Ribu Karyawan dan MMO Gagal, Amazon Kehilangan Bos Game yang Pernah Meremehkan Akting di Game
GAMING
•

NEWS
Slay the Spire 2 Bikin Studio Indie Percepat Rilis Game Demi Hindari “Raksasa Roguelike”
GAMING
•

ALSO READ


Slay the Spire 2 Bikin Studio Indie Percepat Rilis Game Demi Hindari “Raksasa Roguelike”
Nathaniel
Kamis, 29 Januari 2026 pukul 11.50
GAMING
|
in this topic.
Ringkasan
Dibuat oleh AI
Tak ingin kalah sorotan dari Slay the Spire 2, studio indie SchuBox Games mempercepat rilis Omelet You Cook ke Februari. Mereka khawatir game raksasa roguelike itu akan menyedot seluruh perhatian pemain dan streamer.
Di industri game yang sering dipenuhi penundaan, jarang ada game yang justru dimajukan jadwal rilisnya. Namun itulah yang terjadi pada game roguelike bertema memasak Omelet You Cook. Publisher sekaligus developer SchuBox Games memutuskan untuk merilis game ini lebih cepat pada Februari, demi menghindari bentrokan langsung dengan Slay the Spire 2 yang dijadwalkan meluncur Maret mendatang.
Dan Schumacher, kreator SchuBox Games sekaligus co-developer Omelet You Cook, mengaku awalnya tidak menyangka Slay the Spire 2 akan menjadi ancaman besar dalam waktu dekat. Mereka sempat mengira sekuel roguelike populer tersebut masih akan rilis akhir 2025. Namun setelah mengetahui adanya penundaan yang memajukan rilis ke Maret, kekhawatiran langsung muncul.
Menurut Schumacher, merilis game kecil di waktu yang sama dengan Slay the Spire 2 sama saja seperti bunuh diri pemasaran. Ia menyebut Slay the Spire 2 sebagai “juggernaut absolut” dalam genre roguelike. Hampir semua streamer pasti akan memainkannya, semua penggemar roguelike akan mencobanya, dan perhatian publik akan tersedot sepenuhnya ke sana.
Bahkan Schumacher sendiri mengaku kemungkinan besar akan sibuk memainkan Slay the Spire 2 sampai lupa menyelesaikan gamenya sendiri. Keputusan memajukan rilis tidak hanya soal jadwal internal. SchuBox Games juga harus menyesuaikan kesepakatan dengan Steam. Untungnya, mereka berhasil mengamankan slot Steam Daily Deal, yang dianggap sangat menguntungkan untuk visibilitas game.
Slot tersebut memberi waktu cukup untuk menyelesaikan versi 1.0 tanpa tekanan berlebihan, berada di antara event besar Steam, dan bertepatan dengan festival game yang sebelumnya sudah mereka daftarkan. Meski Februari juga bukan bulan yang sepi, dengan adanya Steam Next Fest dan rilis game lain seperti Mewgenics, SchuBox tetap memilihnya sebagai waktu paling realistis.
Tim pun bekerja ekstra keras untuk mengejar deadline baru. Schumacher menggambarkan proses ini sebagai bulan penuh kerja tujuh hari seminggu dan menolak banyak ajakan dari teman demi memastikan game siap rilis.
Ia membandingkan situasi ini dengan fenomena Silksong, di mana kehadiran game yang sangat dinanti membuat banyak developer enggan merilis proyek mereka di waktu berdekatan. Menariknya, Schumacher bahkan menyebut Slay the Spire 2 sendiri kabarnya sempat menggeser jadwal rilis untuk menghindari bentrokan dengan Silksong.
Kini, pola serupa juga terlihat dengan GTA 6, di mana banyak publisher besar menunggu kepastian jadwal Rockstar sebelum menentukan tanggal rilis game mereka.
Bagi game indie seperti Omelet You Cook, ruang bernapas di pasar sangatlah penting. Apalagi mereka baru saja keluar dari fase Early Access menuju rilis penuh 1.0, di mana ekspektasi pemain dan kritik akan jauh lebih ketat. Meski begitu, Schumacher mengaku bangga dengan perkembangan game mereka dan optimistis langkah berani ini akan membuka kesempatan menjangkau audiens lebih luas.
Similar Articles
NEWS
Bocoran Tomb Raider Terbaru Isyaratkan Open World Besar di Game Mendatang
GAMING
•

NEWS
Bocoran Tomb Raider Terbaru Isyaratkan Open World Besar di Game Mendatang
GAMING
•

NEWS
Gorgon Resmi Rilis Versi 1.0 Setelah 8 Tahun di Early Access Steam
GAMING
•

NEWS
Gorgon Resmi Rilis Versi 1.0 Setelah 8 Tahun di Early Access Steam
GAMING
•

NEWS
Pemain The Sims 4 Disarankan Backup Save Sebelum 3 Februari, Ini Alasannya
GAMING
•

NEWS
Pemain The Sims 4 Disarankan Backup Save Sebelum 3 Februari, Ini Alasannya
GAMING
•

NEWS
Setelah PHK 30 Ribu Karyawan dan MMO Gagal, Amazon Kehilangan Bos Game yang Pernah Meremehkan Akting di Game
GAMING
•

NEWS
Setelah PHK 30 Ribu Karyawan dan MMO Gagal, Amazon Kehilangan Bos Game yang Pernah Meremehkan Akting di Game
GAMING
•

Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.