
GAMING
|
in this topic.
Nintendo Kembali Serang Emulator Switch Lewat DMCA, Salah Satu Proyek Pilih Melawan
Nathaniel
Rabu, 18 Februari 2026 pukul 09.05

Ringkasan
Dibuat oleh AI
Nintendo kembali mengajukan DMCA ke GitHub untuk menghapus repository yang memuat emulator Nintendo Switch seperti Yuzu, Ryujinx, Skyline, dan lainnya. Beberapa proyek sudah diturunkan, namun emulator Eden menyatakan kode sumbernya tetap aman dan pengembangan akan terus berjalan di luar GitHub.
Nintendo Perluas Aksi Hukum ke Emulator Switch
Setelah pada Mei 2024 menurunkan lebih dari 8.500 repository kloning Yuzu lewat satu notifikasi DMCA, Nintendo kini kembali mengambil langkah serupa.
Perusahaan mengirim pemberitahuan ke GitHub yang menargetkan setidaknya 13 emulator Nintendo Switch, termasuk:
Yuzu
Ryujinx
Skyline
Suyu
Citron
Eden
MeloNX
Kenji NX
Pomelo
Dalam dokumen DMCA, Nintendo menyatakan emulator tersebut dirancang untuk menjalankan game Switch dan dianggap melanggar perlindungan teknologi mereka.
Argumen Nintendo Soal Kunci Enkripsi
Nintendo menegaskan bahwa game Switch dilindungi oleh kunci kriptografi khusus bernama prod.keys. Menurut perusahaan, emulator membutuhkan salinan tidak sah dari kunci tersebut untuk mendekripsi game, sehingga dianggap melanggar DMCA karena menghindari sistem perlindungan akses.
Distribusi emulator dalam konteks ini disebut sebagai bentuk trafficking teknologi yang dirancang untuk melewati perlindungan hak cipta.
Beberapa Proyek Tumbang, Eden Bertahan
Sejumlah repository sudah dihapus dan situs emulator seperti Citron serta MeloNX tampak berhenti beroperasi. Namun emulator Eden memilih jalur berbeda.
Melalui Discord, tim pengembang menyatakan bahwa yang ditargetkan hanya halaman rilis GitHub, bukan kode sumber utama. Mereka mengklaim source code tetap tersedia di server yang mereka kelola sendiri.
Pendiri Eden, Camille LaVey, mengatakan proyek ini bertujuan mendukung preservasi game dan membantu pemilik game mendapatkan pengalaman lebih dari perangkat asli.
Meski demikian, penggunaan emulator Switch selama ini memang sering dikaitkan dengan pembajakan.
Perdebatan Lama Soal Emulator
Kasus ini kembali membuka diskusi klasik antara hak cipta dan preservasi digital. Di satu sisi, Nintendo konsisten melindungi IP dan sistemnya secara hukum. Di sisi lain, komunitas emulator berargumen bahwa mereka mendukung pelestarian game dan kompatibilitas jangka panjang.
Namun dari sisi hukum, DMCA memberi landasan kuat bagi Nintendo untuk menindak proyek yang dianggap melanggar sistem proteksi.
Pertarungan Emulator vs Nintendo Belum Usai
Langkah Nintendo menunjukkan bahwa perusahaan masih agresif dalam menindak emulator Switch. Meski beberapa proyek tumbang, ada juga yang memilih bertahan di luar platform besar seperti GitHub.
Selama ada permintaan dan celah teknis, perdebatan soal emulator kemungkinan besar belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Similar Articles
NEWS
Sutradara Weapons Diberi Kebebasan Penuh Garap Reboot Resident Evil
GAMING
•

NEWS
Marvel Tokon Fighting Souls Umumkan Tanggal Rilis dan 4 X-Men Baru
GAMING
•

NEWS
Crimson Desert Dipastikan Tidak Mudah, Tanpa Opsi Difficulty Saat Rilis
GAMING
•

NEWS
Season 2 Sempat Mundur, Developer Battlefield 6 Janji Jadwal Berikutnya Lebih Tepat Waktu
GAMING
•

ALSO READ


Nintendo Kembali Serang Emulator Switch Lewat DMCA, Salah Satu Proyek Pilih Melawan
Nathaniel
Rabu, 18 Februari 2026 pukul 09.05
GAMING
|
in this topic.
Ringkasan
Dibuat oleh AI
Nintendo kembali mengajukan DMCA ke GitHub untuk menghapus repository yang memuat emulator Nintendo Switch seperti Yuzu, Ryujinx, Skyline, dan lainnya. Beberapa proyek sudah diturunkan, namun emulator Eden menyatakan kode sumbernya tetap aman dan pengembangan akan terus berjalan di luar GitHub.
Nintendo Perluas Aksi Hukum ke Emulator Switch
Setelah pada Mei 2024 menurunkan lebih dari 8.500 repository kloning Yuzu lewat satu notifikasi DMCA, Nintendo kini kembali mengambil langkah serupa.
Perusahaan mengirim pemberitahuan ke GitHub yang menargetkan setidaknya 13 emulator Nintendo Switch, termasuk:
Yuzu
Ryujinx
Skyline
Suyu
Citron
Eden
MeloNX
Kenji NX
Pomelo
Dalam dokumen DMCA, Nintendo menyatakan emulator tersebut dirancang untuk menjalankan game Switch dan dianggap melanggar perlindungan teknologi mereka.
Argumen Nintendo Soal Kunci Enkripsi
Nintendo menegaskan bahwa game Switch dilindungi oleh kunci kriptografi khusus bernama prod.keys. Menurut perusahaan, emulator membutuhkan salinan tidak sah dari kunci tersebut untuk mendekripsi game, sehingga dianggap melanggar DMCA karena menghindari sistem perlindungan akses.
Distribusi emulator dalam konteks ini disebut sebagai bentuk trafficking teknologi yang dirancang untuk melewati perlindungan hak cipta.
Beberapa Proyek Tumbang, Eden Bertahan
Sejumlah repository sudah dihapus dan situs emulator seperti Citron serta MeloNX tampak berhenti beroperasi. Namun emulator Eden memilih jalur berbeda.
Melalui Discord, tim pengembang menyatakan bahwa yang ditargetkan hanya halaman rilis GitHub, bukan kode sumber utama. Mereka mengklaim source code tetap tersedia di server yang mereka kelola sendiri.
Pendiri Eden, Camille LaVey, mengatakan proyek ini bertujuan mendukung preservasi game dan membantu pemilik game mendapatkan pengalaman lebih dari perangkat asli.
Meski demikian, penggunaan emulator Switch selama ini memang sering dikaitkan dengan pembajakan.
Perdebatan Lama Soal Emulator
Kasus ini kembali membuka diskusi klasik antara hak cipta dan preservasi digital. Di satu sisi, Nintendo konsisten melindungi IP dan sistemnya secara hukum. Di sisi lain, komunitas emulator berargumen bahwa mereka mendukung pelestarian game dan kompatibilitas jangka panjang.
Namun dari sisi hukum, DMCA memberi landasan kuat bagi Nintendo untuk menindak proyek yang dianggap melanggar sistem proteksi.
Pertarungan Emulator vs Nintendo Belum Usai
Langkah Nintendo menunjukkan bahwa perusahaan masih agresif dalam menindak emulator Switch. Meski beberapa proyek tumbang, ada juga yang memilih bertahan di luar platform besar seperti GitHub.
Selama ada permintaan dan celah teknis, perdebatan soal emulator kemungkinan besar belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Similar Articles
NEWS
Crimson Desert Dipastikan Tidak Mudah, Tanpa Opsi Difficulty Saat Rilis
GAMING
•

NEWS
Crimson Desert Dipastikan Tidak Mudah, Tanpa Opsi Difficulty Saat Rilis
GAMING
•

NEWS
Season 2 Sempat Mundur, Developer Battlefield 6 Janji Jadwal Berikutnya Lebih Tepat Waktu
GAMING
•

NEWS
Season 2 Sempat Mundur, Developer Battlefield 6 Janji Jadwal Berikutnya Lebih Tepat Waktu
GAMING
•

NEWS
Aplikasi Virtual Boy Resmi Hadir di Switch Online, 7 Game Langsung Bisa Dimainkan
GAMING
•

NEWS
Aplikasi Virtual Boy Resmi Hadir di Switch Online, 7 Game Langsung Bisa Dimainkan
GAMING
•

NEWS
Sutradara Final Fantasy 7 Remake Tegaskan Part 3 Multiplatform Tak Turunkan Kualitas
GAMING
•

NEWS
Sutradara Final Fantasy 7 Remake Tegaskan Part 3 Multiplatform Tak Turunkan Kualitas
GAMING
•

Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
