
GAMING
|
in this topic.
Crimson Desert Dipastikan Tidak Mudah, Tanpa Opsi Difficulty Saat Rilis
Nathaniel
Rabu, 18 Februari 2026 pukul 14.57

Ringkasan
Dibuat oleh AI
Crimson Desert dipastikan hadir tanpa pilihan difficulty saat peluncuran dan tidak dirancang sebagai game yang mudah. Meski bukan Soulslike, Pearl Abyss menyebut tantangan tetap tinggi. Namun dunia open world yang sangat luas memberi pemain kebebasan untuk memperkuat karakter sebelum menghadapi pertarungan sulit.
Pearl Abyss akhirnya menjawab salah satu pertanyaan besar soal Crimson Desert, yaitu tingkat kesulitannya.
Dalam wawancara terbaru, Director of Marketing dan Public Relations Will Powers menegaskan bahwa game ini bukan Soulslike. Namun ia juga langsung menambahkan bahwa bukan berarti gamenya mudah.
Jawabannya tegas. Tidak akan jadi permainan santai.
Lebih lanjut, dalam wawancara terpisah dengan Gamereactor, salah satu developer mengonfirmasi bahwa saat rilis nanti, Crimson Desert tidak akan memiliki opsi pengaturan tingkat kesulitan.
Setidaknya untuk saat ini, tidak ada rencana menghadirkan mode easy, normal, atau hard.
Pendekatan Berbasis Kebebasan Pemain
Pearl Abyss menyebut bahwa alih alih mengandalkan slider difficulty, game ini memberikan banyak cara bagi pemain untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi tantangan berat.
Jika satu boss terasa terlalu sulit, pemain bisa menjelajah area lain, meningkatkan kemampuan, memperkuat equipment, lalu kembali mencoba.
Pendekatan ini mengingatkan pada sistem open world modern yang memberi kebebasan progresi, bukan jalur linear ketat.
Dunia yang Sangat Luas
Pearl Abyss sebelumnya mengklaim bahwa dunia Crimson Desert dua kali lebih besar dari peta Skyrim dan bahkan melampaui ukuran Red Dead Redemption 2.
Dengan skala sebesar itu, konten sampingan dan eksplorasi kemungkinan besar menjadi alat utama untuk membantu pemain mengatasi rintangan sulit.
Model ini mirip dengan pendekatan yang membuat Breath of the Wild terasa fleksibel, di mana pemain bebas menentukan urutan progresi.
Perdebatan Soal Difficulty
Isu kesulitan memang selalu memicu perdebatan.
Beberapa pemain merasa game seperti Elden Ring atau Hollow Knight terlalu menantang bagi pemula. Di sisi lain, banyak yang justru menikmati rasa puas setelah menaklukkan tantangan berat.
Crimson Desert tampaknya mengambil jalur tengah. Tidak ada pilihan difficulty eksplisit, tetapi struktur dunia terbuka memberi ruang adaptasi.
Antusiasme Tetap Tinggi
Terlepas dari perdebatan soal tingkat kesulitan, minat terhadap game ini tetap besar.
Lebih dari dua juta pengguna Steam telah memasukkan Crimson Desert ke wishlist, menjadikannya salah satu game paling dinanti di platform tersebut.
Dengan jadwal rilis 19 Maret 2026, pemain tidak perlu menunggu lama untuk menguji sendiri apakah tingkat kesulitannya terasa seimbang atau justru terlalu berat.
Tantangan Jadi Identitas, Kebebasan Jadi Penyeimbang
Crimson Desert tidak menjanjikan pengalaman yang mudah, tetapi juga tidak mengunci pemain dalam jalur progresi sempit.
Tanpa opsi difficulty tradisional, game ini mengandalkan kebebasan eksplorasi sebagai solusi bagi pemain yang menemui hambatan.
Sekarang tinggal melihat apakah pendekatan ini akan terasa adil atau justru memecah opini saat akhirnya dirilis nanti.
Similar Articles
NEWS
Sutradara Weapons Diberi Kebebasan Penuh Garap Reboot Resident Evil
GAMING
•

NEWS
Marvel Tokon Fighting Souls Umumkan Tanggal Rilis dan 4 X-Men Baru
GAMING
•

NEWS
Crimson Desert Dipastikan Tidak Mudah, Tanpa Opsi Difficulty Saat Rilis
GAMING
•

NEWS
Season 2 Sempat Mundur, Developer Battlefield 6 Janji Jadwal Berikutnya Lebih Tepat Waktu
GAMING
•

ALSO READ


Crimson Desert Dipastikan Tidak Mudah, Tanpa Opsi Difficulty Saat Rilis
Nathaniel
Rabu, 18 Februari 2026 pukul 14.57
GAMING
|
in this topic.
Ringkasan
Dibuat oleh AI
Crimson Desert dipastikan hadir tanpa pilihan difficulty saat peluncuran dan tidak dirancang sebagai game yang mudah. Meski bukan Soulslike, Pearl Abyss menyebut tantangan tetap tinggi. Namun dunia open world yang sangat luas memberi pemain kebebasan untuk memperkuat karakter sebelum menghadapi pertarungan sulit.
Pearl Abyss akhirnya menjawab salah satu pertanyaan besar soal Crimson Desert, yaitu tingkat kesulitannya.
Dalam wawancara terbaru, Director of Marketing dan Public Relations Will Powers menegaskan bahwa game ini bukan Soulslike. Namun ia juga langsung menambahkan bahwa bukan berarti gamenya mudah.
Jawabannya tegas. Tidak akan jadi permainan santai.
Lebih lanjut, dalam wawancara terpisah dengan Gamereactor, salah satu developer mengonfirmasi bahwa saat rilis nanti, Crimson Desert tidak akan memiliki opsi pengaturan tingkat kesulitan.
Setidaknya untuk saat ini, tidak ada rencana menghadirkan mode easy, normal, atau hard.
Pendekatan Berbasis Kebebasan Pemain
Pearl Abyss menyebut bahwa alih alih mengandalkan slider difficulty, game ini memberikan banyak cara bagi pemain untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi tantangan berat.
Jika satu boss terasa terlalu sulit, pemain bisa menjelajah area lain, meningkatkan kemampuan, memperkuat equipment, lalu kembali mencoba.
Pendekatan ini mengingatkan pada sistem open world modern yang memberi kebebasan progresi, bukan jalur linear ketat.
Dunia yang Sangat Luas
Pearl Abyss sebelumnya mengklaim bahwa dunia Crimson Desert dua kali lebih besar dari peta Skyrim dan bahkan melampaui ukuran Red Dead Redemption 2.
Dengan skala sebesar itu, konten sampingan dan eksplorasi kemungkinan besar menjadi alat utama untuk membantu pemain mengatasi rintangan sulit.
Model ini mirip dengan pendekatan yang membuat Breath of the Wild terasa fleksibel, di mana pemain bebas menentukan urutan progresi.
Perdebatan Soal Difficulty
Isu kesulitan memang selalu memicu perdebatan.
Beberapa pemain merasa game seperti Elden Ring atau Hollow Knight terlalu menantang bagi pemula. Di sisi lain, banyak yang justru menikmati rasa puas setelah menaklukkan tantangan berat.
Crimson Desert tampaknya mengambil jalur tengah. Tidak ada pilihan difficulty eksplisit, tetapi struktur dunia terbuka memberi ruang adaptasi.
Antusiasme Tetap Tinggi
Terlepas dari perdebatan soal tingkat kesulitan, minat terhadap game ini tetap besar.
Lebih dari dua juta pengguna Steam telah memasukkan Crimson Desert ke wishlist, menjadikannya salah satu game paling dinanti di platform tersebut.
Dengan jadwal rilis 19 Maret 2026, pemain tidak perlu menunggu lama untuk menguji sendiri apakah tingkat kesulitannya terasa seimbang atau justru terlalu berat.
Tantangan Jadi Identitas, Kebebasan Jadi Penyeimbang
Crimson Desert tidak menjanjikan pengalaman yang mudah, tetapi juga tidak mengunci pemain dalam jalur progresi sempit.
Tanpa opsi difficulty tradisional, game ini mengandalkan kebebasan eksplorasi sebagai solusi bagi pemain yang menemui hambatan.
Sekarang tinggal melihat apakah pendekatan ini akan terasa adil atau justru memecah opini saat akhirnya dirilis nanti.
Similar Articles
NEWS
Crimson Desert Dipastikan Tidak Mudah, Tanpa Opsi Difficulty Saat Rilis
GAMING
•

NEWS
Crimson Desert Dipastikan Tidak Mudah, Tanpa Opsi Difficulty Saat Rilis
GAMING
•

NEWS
Season 2 Sempat Mundur, Developer Battlefield 6 Janji Jadwal Berikutnya Lebih Tepat Waktu
GAMING
•

NEWS
Season 2 Sempat Mundur, Developer Battlefield 6 Janji Jadwal Berikutnya Lebih Tepat Waktu
GAMING
•

NEWS
Aplikasi Virtual Boy Resmi Hadir di Switch Online, 7 Game Langsung Bisa Dimainkan
GAMING
•

NEWS
Aplikasi Virtual Boy Resmi Hadir di Switch Online, 7 Game Langsung Bisa Dimainkan
GAMING
•

NEWS
Sutradara Final Fantasy 7 Remake Tegaskan Part 3 Multiplatform Tak Turunkan Kualitas
GAMING
•

NEWS
Sutradara Final Fantasy 7 Remake Tegaskan Part 3 Multiplatform Tak Turunkan Kualitas
GAMING
•

Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
