GAMING

|

in this topic.

Kreator God of War Kritik Sons of Sparta, Sebut Tak Menghormati Karakter Kratos

Nathaniel

Rabu, 18 Februari 2026 pukul 08.59

Ringkasan

Dibuat oleh AI

God of War Sons of Sparta mendapat kritik keras dari David Jaffe, kreator seri aslinya. Ia menilai pendekatan 2D retro dan penggambaran Kratos muda terasa generik serta tidak menghormati identitas franchise. Meski gameplay disebut layak, Jaffe merasa game ini kurang punya kepribadian dan produksi yang kuat dibanding game 2D modern lain.

God of War Sons of Sparta memang langsung rilis lewat format shadow drop di State of Play minggu lalu. Namun tidak semua orang menyambutnya dengan antusias.

David Jaffe, kreator God of War pertama sekaligus sutradara game aslinya, mengunggah monolog YouTube berdurasi sembilan menit yang berisi kritik tajam terhadap spin off 2D tersebut.

Ia mengaku membeli game seharga 30 dolar itu, memainkannya sekitar satu jam, lalu memutuskan tidak akan kembali.

Menurutnya, masalah utama bukan hanya gameplay, tetapi arah kreatifnya.

Kratos Muda Dianggap Terlalu Generik

Kritik paling keras datang dari cara karakter Kratos ditampilkan.

Jaffe berpendapat bahwa mengubah Kratos menjadi sosok yang terasa seperti remaja generik justru menghilangkan identitas yang sudah membangun franchise bernilai miliaran dolar.

Ia menilai penggambaran ini tidak menghormati lisensi dan brand God of War.

Sebagai perbandingan, ia menyebut fans mungkin lebih berharap pendekatan seperti Blasphemous yang penuh kekerasan dan atmosfer gelap.

Image 1

Dibandingkan Game 2D Modern Lain

Di luar soal cerita, Jaffe juga membandingkan kualitas produksi dengan game 2D modern lain seperti:

  • Ninja Gaiden Ragebound

  • Neon Inferno

  • Shinobi Art of Vengeance

Menurutnya, dari sisi animasi, detail visual, dan variasi gameplay, Sons of Sparta masih tertinggal.

Meski begitu, ia mengakui gameplay dasarnya tidak buruk. Ia menyebutnya serviceable atau layak, hanya saja terasa generik dan kurang punya karakter kuat.

Perdebatan Soal Arah Franchise

Komentar Jaffe memicu diskusi di kalangan fans.

Sebagian setuju bahwa Kratos identik dengan kekerasan dan intensitas tinggi. Sebagian lain melihat spin off 2D sebagai eksperimen yang sah dalam memperluas semesta.

Sons of Sparta sendiri diklaim memiliki cerita kanon dalam timeline resmi.

Eksperimen Berani atau Salah Arah

God of War Sons of Sparta jelas bukan proyek utama, melainkan spin off retro yang mencoba pendekatan berbeda.

Namun kritik dari kreator aslinya menunjukkan betapa sensitifnya perubahan arah pada franchise sebesar God of War.

Apakah ini sekadar eksperimen kecil yang tidak mengganggu seri utama, atau langkah yang berisiko merusak citra karakter, jawabannya kini ada di tangan pemain.

Kreator God of War Kritik Sons of Sparta, Sebut Tak Menghormati Karakter Kratos

Nathaniel

Rabu, 18 Februari 2026 pukul 08.59

GAMING

|

in this topic.

Ringkasan

Dibuat oleh AI

God of War Sons of Sparta mendapat kritik keras dari David Jaffe, kreator seri aslinya. Ia menilai pendekatan 2D retro dan penggambaran Kratos muda terasa generik serta tidak menghormati identitas franchise. Meski gameplay disebut layak, Jaffe merasa game ini kurang punya kepribadian dan produksi yang kuat dibanding game 2D modern lain.

God of War Sons of Sparta memang langsung rilis lewat format shadow drop di State of Play minggu lalu. Namun tidak semua orang menyambutnya dengan antusias.

David Jaffe, kreator God of War pertama sekaligus sutradara game aslinya, mengunggah monolog YouTube berdurasi sembilan menit yang berisi kritik tajam terhadap spin off 2D tersebut.

Ia mengaku membeli game seharga 30 dolar itu, memainkannya sekitar satu jam, lalu memutuskan tidak akan kembali.

Menurutnya, masalah utama bukan hanya gameplay, tetapi arah kreatifnya.

Kratos Muda Dianggap Terlalu Generik

Kritik paling keras datang dari cara karakter Kratos ditampilkan.

Jaffe berpendapat bahwa mengubah Kratos menjadi sosok yang terasa seperti remaja generik justru menghilangkan identitas yang sudah membangun franchise bernilai miliaran dolar.

Ia menilai penggambaran ini tidak menghormati lisensi dan brand God of War.

Sebagai perbandingan, ia menyebut fans mungkin lebih berharap pendekatan seperti Blasphemous yang penuh kekerasan dan atmosfer gelap.

Image 1

Dibandingkan Game 2D Modern Lain

Di luar soal cerita, Jaffe juga membandingkan kualitas produksi dengan game 2D modern lain seperti:

  • Ninja Gaiden Ragebound

  • Neon Inferno

  • Shinobi Art of Vengeance

Menurutnya, dari sisi animasi, detail visual, dan variasi gameplay, Sons of Sparta masih tertinggal.

Meski begitu, ia mengakui gameplay dasarnya tidak buruk. Ia menyebutnya serviceable atau layak, hanya saja terasa generik dan kurang punya karakter kuat.

Perdebatan Soal Arah Franchise

Komentar Jaffe memicu diskusi di kalangan fans.

Sebagian setuju bahwa Kratos identik dengan kekerasan dan intensitas tinggi. Sebagian lain melihat spin off 2D sebagai eksperimen yang sah dalam memperluas semesta.

Sons of Sparta sendiri diklaim memiliki cerita kanon dalam timeline resmi.

Eksperimen Berani atau Salah Arah

God of War Sons of Sparta jelas bukan proyek utama, melainkan spin off retro yang mencoba pendekatan berbeda.

Namun kritik dari kreator aslinya menunjukkan betapa sensitifnya perubahan arah pada franchise sebesar God of War.

Apakah ini sekadar eksperimen kecil yang tidak mengganggu seri utama, atau langkah yang berisiko merusak citra karakter, jawabannya kini ada di tangan pemain.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.