Cutting-Edge

|

Review

Yakuza Kimawi 3 & Dark Ties

Josias

2026-02-23 17:07:00

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties merupakan remake paling krusial dalam fase Kiwami. Nggak cuma upgrade grafis aja, tapi juga reinvent ulang dengan skala besar terhadap cerita, sistem, dan nuansa di Yakuza 3.

Beberapa aspek terasa lebih modern dan accessible. Tapi ada harga yang dikorbanin dari remake ini yaitu grit, identitas, dan beberapa momen emosional khas versi original lumayan terkikis.

Hasil akhirnya terasa seperti game yang terus tarik-ulur antara menghormati masa lalu dan menulis ulang warisannya sendiri.

Introduction

Salah satu adegan awal ngelihatin Kazuma Kiryu berdiri di pemakaman. Kita bisa lakuin beberapa interaksi dengan setiap batu nisan, dan Kiryu nanti bakal mengenang orang-orang yang pernah berarti dalam hidupnya.

Di versi original, berasa kaya refleksi.
Di Kiwami 3, adegan itu jadi sedikit lebih deklaratif.

Potongan recap yang muncul di game ini berasal dari game-game Kiwami sebelumnya, seolah kasih kita sinyal kalau inilah versi cerita yang “resmi” sekarang.

Masalahnya, kalau remake mulai dirombak terlalu banyak, pertanyaannya sederhana.. ini masih Yakuza 3 yang sama, atau sudah jadi sesuatu yang beda?

Sinopsis

Cerita utama tetap berpusat pada seorang bernama Kiryu yang mencoba ninggalin dunia yakuza dan mengelola panti asuhan Morning Glory di pantai Okinawa. Simpelnya dia pingin hidup tenang. Dia pingin jadi “uncle” buat anak-anak yatim piatu itu.

Tapi seperti biasa dalam seri game ini, masa lalu nggak pernah benar-benar beres. Dunia bawah tanah kembali narik, dan Kiryu sekali lagi terjebak dalam konflik yang lebih besar dalam dirinya.

Dark Ties, yang jadi bagian tambahan baru, menggeser fokus dari Kiryu ke antagonis Yoshitaka Mine dan Tsuyoshi Kanda. Kayaknya sih Dark Ties memang dibuat untuk memperluas latar belakang mereka.

Aspek Visual

Lonjakan teknologi terasa signifikan dan manjain banget secara estetika grafisnya.

Lingkungan Kamurocho dan Okinawa dibangun ulang pakai engine modern yang dipakai dalam ekosistem Like a Dragon terbaru. Detailnya jadi lebih bersih. Lighting lebih smooth. Animasi lebih realistis.

Tapi justru di situ masalahnya.

Versi original punya grit. Kontras antara dua wilayah cukup kuat, dengan perbandingan antara kota penuh neon dan pantai Okinawa yang hangat. Di Kiwami 3, semuanya terasa lebih “dipoles”, lebih homogen, lebih sama.

Gaya visual mulai terasa seragam dengan remake-remake sebelumnya. Mood unik tiap game cukup berhasil buat nyatu jadi satu. Secara teknis lebih bagus. Secara atmosfer, berbeda dari versi originalnya.

Aspek Audio

Musik dan ambience tetap mempertahankan identitas seri Yakuza. Tema emosional Kiryu masih bekerja. Sound Effect dari pukulan atau benturan tetap berat dan sesuai ciri khas yakuza.

Namun perubahan aktor dan mocap di beberapa karakter terasa mencolok. Beberapa model baru juga dinilai terlalu modern dan kurang punya “jiwa” seperti versi lama.

Ketika nostalgia bertabrakan dengan interpretasi baru, suara dan performa kadang terasa nggak sinkron dengan versi originalnya.

Akting & Chemistry

Hubungan Kiryu dengan anak-anak Morning Glory kini diperkuat lewat sistem baru yaitu bond dan Daddy Rank. Disini kita bisa masak, jahit, bertani, bahkan sampai bantu PR.

Secara konsep menarik sih, Kiryu benar-benar jadi father figure sesuai keinginannya.

Tapi eksekusinya kurang tidak konsisten. Banyak minigame terasa monoton dari seri sebelumnya. Momen hangat beberapa kali ada, cuman berasa kurang kuat buat numbuhin bagian ini biar terasa esensial di game Yakuza.

Dark Ties justru punya presentasi cutscene yang lebih sinematik. Mine terasa lebih lincah secara battle-style, lebih agresif, combo-heavy, bahkan bisa juggling musuh seperti Yagami di Lost Judgment.

Sayangnya, eksplorasi karakter Mine masih penuh tanda tanya.

Akting & Chemistry

Disini kontroversi terbesar muncul.

Beberapa perubahan ending dan nasib karakter terasa cukup drastis. Tanpa spoiler, jelas bahwa Ryu Ga Gotoku Studio nggak sekadar “memperbaiki” cerita lama, mereka seolah membentuk ulang arah Canon/cerita dari Yakuza ini.

Ada juga isu casting yang problematik dan perubahan model karakter yang terasa terlalu blunt.

Dark Ties sendiri udah coba buat memperluas latar Mine. Sosok Mine digambarin sebagai seorang yang nggak sepenuhnya memahami kode kehormatan yakuza. Walau terdengar cukup menarik buat plot ini, tapi karakter Mine masih ada di tahap ekspansi yang aman, bukan eksplorasi aggresive.

Secara keseluruhan, naskah yang di adopsi Yakuza 3 terasa seperti sedang arah cerita baru, walau masih abu-abu.

Pacing & Durasi

Game utama dibagi jadi 12 chapter.

Morning Glory kini jadi lebih opsional dan dijadikan side activity. Ironisnya, dua aktivitas lain justru diluar Morning Glory diwajibkan biar cerita bisa lanjut seperti

  • Training gaya bertarung baru berbasis Ryukyu martial arts

  • Baddies Battles dengan skala battle yang gede banget ala Dynasty Warriors

Ini pilihan desain cerita yang aneh menurut kita. Game pada umumnya, side content itu terkunci sampai progress cerita tertentu diselesaikan. Di sini justru kita dipaksa main minigame untuk lanjutin main storynya.

Beberapa bagian terasa seperti filler yang manjangin durasi game aja, yang sebenarnya bisa dipakai buat memperdalam narasi.

Dark Ties lebih singkat, tapi threshold aktivitasnya masuk akal untuk memperpanjang konten.

Cocok ga untuk kamu?

Cocok kalau kamu:

  • Pemain baru yang ingin versi modern Yakuza 3

  • Ingin konten tambahan lewat Dark Ties

  • Suka sistem bond dan aktivitas sampingan

Kurang cocok kalau kamu:

  • Fans berat versi original yang menghargai nuansa lamanya

  • Sensitif terhadap perubahan cerita besar

  • Sudah mulai lelah dengan pola minigame daur ulang

Ini remake yang berani. Tapi keberaniannya tidak selalu terasa tepat.

Kesimpulan

Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties merupakan remake yang cukup ambisius dan kontroversial sih.

Secara teknis lebih oke. Secara sistem didevelop lebih modern.
Tapi secara jiwa dari Yakuza itu sendiri? cukup jadi perdebatan.

Game ini seperti Kiryu yang berdiri pemakaman pada awal cerita, sambil ngenang masa lalu, tapi juga secara perlahan coba nulis ulang sejarahnya sendiri ke arah yang berbeda.

Buat sebagian orang, ini evolusi.
Buat yang lain, bisa jadi krisis identitas buat Yakuza.

Yang jelas, seri ini sedang berada di persimpangan antara suka atau gasuka.

6.2

GREAT

The Good

Curated by Veirn

  • Combat isn't as sluggish anymore

  • Yoshitaka Mine's fighting style in Dark Ties feels quite good

The Bad

Curated by Veirn

  • Tainting casting choices

  • Heavy-handed story changes

  • Atmosphere is becoming homogenized

  • Uneven minigame choices and main story segways with them

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.

Veirn.

Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.