Cutting-Edge
|
Review
Arc Raiders
Josias
2026-02-24 10:58:00
Ringkasan
Dibuat oleh AI
Secara sistem, Arc Raiders itu extraction shooter klasik dimana kita main dengan urutan masuk map, loot, survive, pulang. Kalau mati sebelum sampai extraction? Semua bisa ilang.
Tapi yang bikin beda, bukan cuma robot ARC yang galak atau gunplay yang satisfying. Yang bikin beda justru player dan komunitasnya yang dikenal solid.
Di genre yang biasanya bikin paranoid dan backstab, di sini justru lebih sering nemuin orang yang nolongin daripada nembak duluan. Kalau di game lain, udah pasti kita dibunuh dan dicuri semua loot kita. Dan itu jujur bikin pengalaman mainnya beda banget.
Introduction
“Don't Shoot!” Kalimat itu keluar refleks waktu kita ketemu raider lain deket elevator ekstraksi, dia udah siap pulang, loot juga udah penuh, tinggal lanjutin turun elevator dan selamat deh.
Tapi, bayangin kalau satu peluru kena ke kepala? semua barang yang udah kita loot susah payah bisa pindah tangan gitu aja.
Di game kayak Escape from Tarkov, itu almost guaranteed bakal kejadian sih. Tapi di Arc Raiders? Belum tentu, karena komunitas yang kita temuin lumayan helpful dan solid. Hal itu nyadarin kita sesuatu, kalau game ini lagi nyoba sesuatu yang jarang banget dilakuin genre-nya yaitu bikin kita percaya sama orang asing.
Sinopsis
SIngkatnya game ini punya setting yang nampilin bumi udah hancur, dan akhirnya dikuasain AI yang bernama ARC. Kita sebagai player sebagai manusia sekarang tinggal di bawah tanah, di koloni bernama Speranza.
Sebagian orang punya kelas sebagai Raider. Role yang tugasnya buat raiding.. singkatnya mereka naik ke atas, cari resource, ambil relic dunia lama, lalu balik sebelum dibantai robot atau bahkan pemain lain demi curi loot.
Strukturnya simpel, kita bakal di drop ke map PvPvE, dapet quest buat dikerjain, cari loot, dan balik ke ekstraksi sebelum mati. Sayangnya sih, kalau mati semua item kita ilang. Taruhannya real. Dan itu bikin tiap langkah kita main game ini, cukup buat tegang.
Aspek Visual
Secara gaya, ini kayak space western campur NASA-punk. Helm astronot ketemu coat koboi. Outfit-nya kadang aneh, tapi justru punya karakter.
Empat map-nya juga beda vibe:
Dam Battlegrounds – rawa & pepohonan, enak buat stealth
Buried City – kota ketimbun pasir, rooftop jadi jalur utama
Spaceport – luas & flat, rawan disniper
The Blue Gate – lembah hijau cakep banget, vibes Endor
Dunianya nggak cuma cantik, tapi punya sejarah. Bekas perang manusia vs mesin kelihatan di mana-mana. Rasanya kayak dunia yang pernah hidup, bukan sekadar arena tembak-tembakan.
Aspek Audio
Menurut kita visualnya bagus, audionya lebih gila lagi bagusnya. Serius.
Kita bahkan bisa bedain PvP sama PvE cuma dari suara tembakan, suara effect drone yang lagi lewat ngelintas di sekeliling kita kalau lagi mengintai, dan kita bisa denger Bastion yang ribut di kejauhan.
Audio designnya punya depth, punya tujuan yang bikin Arc Raiders top banget secara design. Audio di sini bukan tempelan sepele aja sih, tapi ada kegunaannya juga buat hindarin bahaya atau sekedar pastiin situasi sekitar. Main pake headset itu mandatory kalau mau enjoy game ini lebih.
Chemistry Antar Player
Ini bagian paling unik. Arc Raiders kasih kita semua alat buat jadi bajingan atau preman game. Tapi seperti yang kita sebutin diawal, banyak player dan komunitas justru milih jadi baik, saling kerjasama.
Kebiasaan voice juga punya setting proximity, chat bikin interaksi jadi real. Kita bisa negosiasi sama player lain buat cari jalan tengahnya kalau ada konflik, tukeran info quest dan bisa revive orang asing juga.
Kita jarang banget dibunuh pemain lain dibanding yang dibayangin. Dan kita sendiri belum pernah juga bunuh pemain lain. Ini semua terjadi karena player-player pada baik banget.
Tapi bisa apa ngga sebenernya jadi jahat? Bisa banget. Tapi seringnya sih… nggak tega. Dan anehnya selama kita main game ini, kolaborasi itu malah kasih feeling rewarding.
Game Worldbulding
Narasinya jujur nggak maksa sama sekali, nggak banyak cutscene lebay. Cerita game ini dibangun lewat quest yang ngarahin kita (walau petunjuknya atau tipsnya cukup minim), broadcast di Speranza dan lingkungan yang punya setting ancur kaya bekas perang.
Ada satu detail kecil yang gue suka banget, pengumuman bahwa literasi itu wajib karena itu jadi bekal kita mainin game ini dengan teliti.
Di dunia post-apocalyptic biasanya orang jadi brutal, chaos dan kanibal. Uniknya disini, manusia masih pengen jadi manusia, dan desain gamenya sinkron sama itu.
Combat & Sistem
Third-person shooter-nya solid banget, beberapa hal yang bikin game ini unik dan enganging buat player baru.
Robot punya kelemahan spesifik, tapi lo harus nemuin sendiri
Senjata punya efektifitas yang berbeda ke manusia vs mesin
Reload agak lama, jadi kita nggak bisa asal spray and pray kalau main
AI dibuat pinter banget sih, mereka ngeri konsep flanking, bisa cari angle battle yang pas, nggak cuma kaya bot NPC yang jalan lurus dan nembak ngawur ke arah kita
Tools di game ini juga kreatif:
Zipline deployable
Door jammer
Banyak tipe granat
Manual flare buat mind game
Ini bukan shooter lari-tembak doang, tapi punya taktik main.
Cocok Ga Untuk Kamu?
Lo bakal suka kalau:
Suka extraction shooter tapi capek sama toxic culture
Suka AI musuh yang serius
Suka stealth & taktik
Kurang cocok kalau:
Lo maunya PvP brutal nonstop
Lo nggak sabaran
Lo pengen hub sosial ala MMO besar
Kesimpulan
Arc Raiders game yang lumayan unik karena komunitasnya.
Game ini kasih kita kebebasan buat jadi jahat. Tapi secara desain, dia bikin jadi baik atau kolaboratif antar player terasa lebih masuk akal dan rewarding secara gameplay.
Dengan AI yang disetting jago, audio design yang oke banget, mekanisme combat yang tactical dan komunitas yang surprisingly solid, ini salah satu multiplayer paling fresh yang kita mainin belakangan ini.
Di dunia yang udah hancur, ternyata masih ada ruang buat percaya sama orang asing dan mungkin itu yang bikin Arc Raiders beda.
9.3
GREAT
The Good
Curated by Veirn
Moments of unpredictable and thrilling cooperation are punctuated with spontaneous and rewarding gunplay in every round
Impressive meshing of lore and gameplay that encourages players to fight with guerrilla tactics and scrappy DIY solutions
Gratifying loot chase with upgrade systems incentivizes you to commit to just one more round
A visually diverse, yet cohesive, NASA-Punk universe is brought to life with world-class audio design
Fun endgame systems and challenges encourage you to keep playing
Quest design and mechanics promote and reinforce a more hopeful, collaborative, and thus novel, post-apocalyptic setting
The Bad
Curated by Veirn
Character creator doesn't have many options to begin with
The hub space is limited to menus, removing a layer of would-be community-building












