Gaming
|
in this topic.

Yakuza Kiwami 3 Jadi Penutup Era Remake, Franchise 21 Tahun Ini Siap Masuk Babak Baru

Nathaniel
Rabu, 11 Februari 2026 pukul 17.16

Ringkasan

Dibuat oleh AI

Yakuza Kiwami 3 akan jadi remake terakhir dalam lini Kiwami. Sutradara RGG Studio mengonfirmasi tidak akan ada Kiwami 4 dan 5 karena perubahan cerita di game ini membuka arah baru untuk franchise. Ini bisa jadi titik balik besar buat masa depan seri Yakuza.

Sejak debut tahun 2005, franchise Yakuza besutan Sega dan kreator Toshihiro Nagoshi berkembang jadi salah satu seri action RPG paling unik di industri game.

Perpaduan drama kriminal dunia bawah tanah Jepang dengan humor absurd dan karakter ikonik bikin seri ini punya identitas kuat. Sampai 2024, Sega mengumumkan penjualannya sudah tembus lebih dari 27 juta kopi, fisik dan digital.

Seri utamanya sudah mencapai sembilan game, belum termasuk spin off seperti Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii yang rilis tahun lalu. Dunia Yakuza juga meluas ke buku, drama radio, sampai serial TV.

Apa Itu Lini Kiwami?

Buat yang belum familiar, Kiwami adalah versi remake dari seri klasik Yakuza dengan grafis dan gameplay modern.

Sejauh ini, sudah ada:

  • Yakuza Kiwami, remake Yakuza pertama

  • Yakuza Kiwami 2, remake Yakuza 2

Dan sekarang, Yakuza Kiwami 3 akan resmi jadi penutup lini remake ini.

Konfirmasi Resmi, Tidak Akan Ada Kiwami 4 dan 5

Yakuza Kiwami 3 akan tayang perdana pada 11 Februari. Menjelang rilis, sutradara Ryu Ga Gotoku Studio, Masayoshi Yokoyama, mengumumkan bahwa tidak akan ada versi Kiwami untuk Yakuza 4 dan Yakuza 5.

Menurut Yokoyama, perubahan narasi dan tambahan cerita besar di Kiwami 3 membuat alur Yakuza 4 dan 5 tidak lagi relevan dalam konteks baru tersebut.

Catatan Narasumber: “Setelah memainkan Kiwami 3, pemain akan memahami kenapa peristiwa berikutnya punya makna yang berbeda.” — Masayoshi Yokoyama, RGG Studio.

Pernyataan ini memberi sinyal bahwa arah cerita ke depan akan berubah drastis.

Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Sekadar Remake

Kalau benar Kiwami 3 mengubah fondasi cerita, ini bukan cuma akhir dari lini remake, tapi awal dari kemungkinan sub seri baru di dalam semesta Yakuza.

Hal ini diperkuat dengan hadirnya game spin off terpisah berjudul Dark Ties, yang fokus pada Yoshitaka Mine dari Yakuza 3 dengan gameplay berbasis tinju dan side story yang lebih intens.

Artinya, RGG Studio mungkin sedang membangun cabang cerita baru, bukan sekadar memoles ulang yang lama.

Kontroversi dan Antusiasme Datang Bersamaan

Meski hype tinggi, proyek ini juga sempat menuai kritik karena isu casting yang memicu protes dari sebagian fans.

Namun di sisi lain, banyak pemain tetap antusias karena ingin merasakan Yakuza 3 dengan peningkatan grafis dan sistem gameplay modern seperti di Yakuza Kiwami dan Yakuza Kiwami 2.

Kedua game tersebut bahkan membuktikan popularitasnya dengan rilis di Nintendo Switch 2 pada Januari 2025.

Kenapa Ini Penting Buat Fans

Yakuza bukan cuma soal baku hantam di jalanan Kamurocho. Seri ini punya kedalaman emosi, konflik keluarga, pengkhianatan, sampai momen absurd yang sulit ditiru franchise lain.

Kalau Kiwami 3 benar benar mengubah konteks cerita besar, masa depan franchise ini bisa jauh berbeda dari yang kita kenal selama ini.

Yakuza Kiwami 3 bukan cuma remake biasa. Ini penutup era Kiwami sekaligus gerbang ke arah baru franchise berusia 21 tahun ini.

Apakah perubahan ini akan diterima dengan baik, atau justru bikin fans terpecah lagi, jawabannya bakal terlihat setelah game ini benar benar dimainkan.

Satu hal yang pasti, RGG Studio sedang menyiapkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar nostalgia.

Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.
Veirn.
Uncover the art and innovation of Gaming in our blog, where we explore Technology trends, Gaming Market structures, and the creative minds shaping the built environment.