
Gaming
|
in this topic.
CEO Take-Two Sebut Klaim AI Bisa Bikin Game Hit Itu “Menggelikan”
Nathaniel
Rabu, 18 Maret 2026 pukul 21.02

Ringkasan
Dibuat oleh AI
CEO Take-Two, Strauss Zelnick, menolak anggapan bahwa AI seperti Project Genie bisa membuat game sukses secara instan. Menurutnya, kesuksesan game tetap bergantung pada kreativitas manusia, bukan sekadar teknologi.
AI Tidak Bisa Gantikan Kreativitas
CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, menyebut ide bahwa AI bisa menciptakan game hit hanya dengan satu tombol sebagai sesuatu yang “menggelikan”.
Komentar ini muncul setelah Google memperkenalkan Project Genie, sebuah alat yang memungkinkan pengguna membuat dunia game yang bisa dimainkan hanya dari prompt teks.
Meski terdengar revolusioner, Zelnick tidak melihat teknologi ini sebagai ancaman nyata bagi industri game besar.
Kenapa Game Besar Tidak Semudah Itu Dibuat
Menurut Zelnick, industri game sebenarnya sudah lama memiliki berbagai tools yang memudahkan pembuatan game. Hasilnya, ribuan game dirilis setiap tahun. Namun, hanya sedikit yang benar-benar sukses besar.
Ia menekankan bahwa kesuksesan seperti Grand Theft Auto bukan hanya soal aset, grafis, atau teknologi, tetapi tentang eksekusi, visi, dan kreativitas yang mendalam.
Sebagai perbandingan, ia menyinggung AI di industri musik yang bisa menghasilkan lagu dari prompt. Secara teknis memang terdengar seperti lagu profesional, tetapi tidak memiliki daya tarik untuk didengarkan berulang kali.
AI Tetap Berguna, Tapi Bukan Segalanya
Meski kritis, Zelnick tidak sepenuhnya menolak AI. Ia justru melihatnya sebagai alat yang bisa membantu developer, misalnya dalam membuat aset lebih cepat.
Namun, ia menegaskan bahwa memiliki aset saja tidak cukup. Baik aset dibuat dalam hitungan detik atau berminggu-minggu, hasil akhirnya tetap hanya bagian kecil dari keseluruhan proses.
Banyak game mobile dirilis setiap tahun dengan aset yang cukup baik, tetapi hanya segelintir yang benar-benar menjadi hit. Hal ini menunjukkan bahwa faktor penentu utama bukan pada kemudahan produksi, melainkan kualitas pengalaman yang ditawarkan.
Reaksi Pasar Dinilai Berlebihan
Menariknya, setelah pengumuman Project Genie, sejumlah perusahaan game besar seperti Nintendo, Roblox Corporation, dan lainnya sempat mengalami penurunan nilai saham.
Zelnick mengaku terkejut dengan reaksi ini. Menurutnya, AI seharusnya dilihat sebagai peluang untuk meningkatkan nilai perusahaan, bukan ancaman yang menurunkannya.
AI Dinilai Punya Keterbatasan
Zelnick juga kembali menegaskan pandangannya sebelumnya bahwa AI memiliki keterbatasan mendasar. Model seperti ini bekerja berdasarkan data masa lalu, sehingga tidak benar-benar menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru.
Di sinilah peran manusia tetap krusial, karena kreativitas dan inovasi tidak bisa hanya dihasilkan dari pola yang sudah ada.
Pada akhirnya, pernyataan ini memperjelas satu hal penting dalam industri game modern. Teknologi bisa mempercepat proses, tetapi menciptakan game besar yang benar-benar berkesan tetap membutuhkan sentuhan manusia yang tidak bisa digantikan begitu saja.



